Hak untuk Memilih Kewarganegaraan Ini Wajib Anda Ketahui

248

Bidhuan.id – Tahukah anda perihal hak untuk memilih kewarganegaraan? Tiap orang memiliki kebebasan untuk memilih dimana ia tinggal sesuai dengan kenyamanannya asalkan ia bersedia mentaati aturan di tempat tinggal yang ia pilih tersebut. Dalam urusan kenegaraan, hal tersebut berhubungan dengan kependudukan dimana sistemnya lebih luas dibandingkan urusan kewarganegaraan karena penduduk mencakup semua individu atau seluruh komponen dalam wilayah suatu Negara. Hak tersebut tertuang di dalam Butir-Butir Pancasila

Sistem warga Negara dapat disebut dengan sistem kelompok atau penduduk yang telah diakui keberadaannya secara hukum oleh Negara tersebut. Warga Negara juga merupakan komponen utama yang merupakan unsur deklaratif untuk tetap mempertahankan berdirinya Negara tersebut. Tiap Negara memberikan hak untuk warganya dalam memilih kewarganegaraan, baik itu menetap sebagai warga Negara ataupun pindah kewarganegaraan.

Hak untuk memilih kewarganegaraan memiliki sebutan khusus, berikut kami informasikan apa nama dari hak tersebut serta penjelasan lengkapnya.

Cara Memperoleh Kewarganegaraan

Sebelum memahami tentang hak untuk memilih kewarganegaraan,perlu dipahami terlebih dahulu tentang system kenegaraan yang berhubungan dengan hak tersebut. Yaitu adanya stelsel aktif dan stelsel pasif. Stelsel aktif dan stelsel pasif adalah 2 cara untuk mendapatkan dan menghilangkan atau berpindah kewarganegaraan.

Stelsel aktif artinya seorang individu di suatu Negara dapat mendapatkan atau menghilangkan identitas kewarganegaraannya dengan cara melakukan upaya hukum dan disini Negara bersifat pasif. Penduduk yang tinggal di wilayahnya dibebaskan untuk memilih kewarganegaraan.

Sedangkan stelsel pasif adalah seorang individu dapat memiliki atau menghilangkan identitas kewarganegaraan secara langsung tanpa harus menjalankan upaya hukum. Dalam stelsel pasif ini, Negaralah yang bersifat aktif, Negara mengeluarkan keputusan khusus yang berisi tentang status hukum bagi seseorang dimana status hukum tersebut berhubungan dengan seseorang mendapatkan ataupun kehilangkan kewarganegaraan.

Hak untuk Memilih Kewarganegaraan disebut dengan

Dalam urusan kewarganegaraan, ada 2 hak yang berlaku yaitu hak opsi dan hak repudiasi.

1.Hak Opsi

Hak untuk memilih kewarganegaraan disebut dengan hak opsi, yaitu hak seorang penduduk suatu Negara atau individu untuk memilih dan menerima tawaran dari suatu Negara untuk menjadi warga Negaranya.

Umumnya hal ini berlaku jika seorang individu tersebut memiliki keahlian khusus. Misalnya ialah seorang warga Negara asing yang melanjutkan pendidikan di Negara lain dan memiliki prestasi atau kemampuan yang lebih tinggi dari orang pada umumnya, maka ia bsia saja mendapat tawaran peekrjaan, karir, bahkan tempat tinggal di negara asing tersebut hingga ditawari untuk menjadi warga Negaranya.

Hal ini tentu diperbolehkan, Negara asalnya tidak berhak untuk melarang sebab tiap warga memiliki hak opsi untuk memilih kewarganegaraan tersebut, terutama jika ia merasa lebih nyaman tinggal di Negara asing tersebut dan merasa lebih dihargai atau memiliki masa depan yang lebih menjanjikan disana.

2.Hak Repudiasi

Hak repudiasi merupakan hak untuk menolak tawaran kewarganegaraan dari suatu Negara. Misalnya ialah jika seseorang merasa lebih cinta pada tanah airnya dan hanya memilih pendidikan di Negara lain untuk menambah ilmu serta pengalamannya, ia hanya ingin lebih mengembangkan Negara asalnya dengan ilmu yang ia dapat, maka ia berhak untuk tetap kembali ke Negaranya kapanpun ia mau dan tetap berada di Negara asing sebagai pendatang, bukan untukmenjadi warga Negara disana.

Undang-Undang tentang Hak untuk Memilih Kewarganegaraan

Anda tentu kini sudah memahami hak untuk memilih kewarganegaraan disebut dengan hak opsi. Di Indonesia, hak opsi diatur dalam Undang-undang khusus dimana memang Indonesia menerapkan segala peraturan dan tindakan hukum berdasarkan Undang – Undang. Tak hanya masalah kewarganegaraan saja, namun segala aktivitas juga banyak diatur melalui perundang – undangan agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman berada di Indonesia. Namun tak sedikit orang pula yang tak mengerti peraturan perundang – undangan dan melakukan aktivitas semaunya saja,

Langsung saja kita bahas mengenai Undang – Undang tentang hak untuk memilih kewarganegaraan yang telah diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2016 yang berisi tentang kewarganegaraan Republik Indonesia. Undang – Undang ini diperbaharui pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala Periode Jabatan 2014 – 2019. Dalam UU ini tercantum tentang siapa yang memiliki hak opsi untuk menjadi warga Negara Indonesia:

Jika seorang ayah dan juga ibu menikah secara sah, dan memiliki kewarganegaraan Indonesia, sudah jelas anak – anaknya akan memiliki kewarganegaraan Indonesia. Garis besar dari Undang – Undang yang ada tersebut, jika salah satu antara ayah dan ibu memiliki kewarganegaraan Indonesia dan melakukan perkawinan yang sah, maka anak – anaknya bisa dikatakan memiliki kewarganegaraan Indonesia secara otomatis. Dari pernyataan yang tercantum di dalam Undang – Undang melalui beberapa butir, memang menekankan seperti itu.

Itulah anak atau orang yang memiliki hak opsi yakni hak untuk memilih kewarganegaraan, dalam kondisi tersebut, dieprbolehkan untuk memilih menjadi warga Negara Indonesia atau Negara lain sesuai keinginan dan kenyamannya dengan melalui jalur hukum dan diterima oleh Negara yang bersangkutan.

Contoh Hak untuk Memilih Kewarganegaraan

Hak opsi pernah dialami oleh warga Negara Indoensia, contohnya ialah BJ Habibie Alm yang pernah ditawari menjadi warga Negara Jerman karena kepandaiannya, namun ia tidak menerima tawaran tersebut dan tetap memilih menjadi warga Negara Indonesia karena memang nasionalisme beliau yang begitu tinggi bagi tanah air Indonesia.

Prabowo Subianto juga pernah mendapat tawaran untuk menjadi warga Negara Yordania karena pernah tinggal lama disana dan memiliki kompetensi di bidang militer, namun beliau menolak karena cinta Indonesia dan tidak ingin kehilangan statusnya sebagai warga Negara Indoensia.

Itulah penjelasan tentang hal untuk memilih kewarganegaraan yang disebut dengan hak opsi serta penjelasan lengkapnya. Dengan memperhatikan oin demi poin yang sudah dijelaskan, maka anda akan menjadi lebih paham inti sari sebenarnya apa tanpa perlu menghafalkannya satu persatu. Semoga bermanfaat penjelasan yang sudah disajikan secara rinci di atas bagi anda semua.