Petisi BPJS TK JHT didengar Presiden dan Menaker segera Revisi Aturan

3006

Sehari sebelumnya, Kemenaker memberikan klarifikasi tentang BPJS TK Jaminan Hari Tua. Pemerintah mengklaim bahwa aturan ini merupakan terobosan baru dari pemerintah yang sangat berpihak pada peningkatan perlindungan sosial dan kesejahteraan pekerja.

Berikut adalah kultwit lengkapnya dari akun @BeritaKemnaker 2 hari lalu. Dengan penjelasan ini diharapkan semua peserta BPJS TK memahami maksud adanya aturan baru ini.


2. Dana JHT itu (scr kebijakan) nanti diterimakan kpd para peserta scr gelondongan pd saat mrk tdk lg produktif
3. Sehingga masa tua peserta terlindungi dg skema perlindungan JHT [email protected] .
4. Dalam ketentuan UU 40/2004 ttg SJSN (Pasal 37 ayat 3) bhwa pembayaran manfaat JHT dpt diberikan [email protected] .
5. sampai batas tertentu setelah kepesertaan mencapai minimal 10 th.
6. Pengaturan lebih lanjut tertuang dlm PP JHT yang baru hanya menjabarkan kata “sebagian”
Berita Kemnaker RI
7. Yaitu dana bisa diambil 30 persen untuk uang perumahan dan 10 persen untuk lainnya.
8. Selebihnya bisa diambil pd saat peserta tdk lagi produktif sbgmana penjelasan di atas
9. Jadi PP JHT tentu saja tdk mungkin menabrak UU SJSN itu.
10. Jika pekerja di-PHK maka dpt pesangon, dan apabila ybs dapat bekerja kembali mk kepesertaan JHT dpt berlanjut
11. Jika pekerja meninggal sebelum usia 55 thn maka ahli waris berhak atas manfaat JHT. Itu ketentuan UU SJSN
12. Bagaimana aturan sebelumnya? Aturan sebelumnya tertuang dlm UU 3/1992 ttg jamsostek
13. yg lebih lanjut di jabarkan dalam PP 1/2009 bahwa manfaat JHT dapat dicairkan setelah usia mencapai 55 thn
14. atau meninggal dunia atau pekerja di-PHK dg ketentuan masa kepesertaannya 5 thn dan waktu tunggu 1 bln
15. Jd kalau ada peserta yg sdh mengiur 5 thn dn ybs di-PHK, ybs bisa mencairkan dana JHT stlh ada masa tunggu 1 [email protected]
16. Contoh: jika pekerja di PHK masa kerja baru 3 thn maka pencairanya menunggu sampai 5 thn
17. Jika pekerja tsb mendapat pekerjaan lagi maka kepesertaanya berlanjut meskipun di perusahaan lain.
18. So, knp aturan baru berbeda? pertama, krn itu mandat UU SJSN yg menegaskan klaim JHT stlh kepesertaan 10 tahun
19. Kedua, dlm UU SJSN tidak ada excuse kalau terjadi PHK, yg berbeda dg UU Jamsostek
20. Ketiga, krn scr substansi UU SJSN dan PP JHT yg baru sebagai turunannya mengembalikan spirit JHT
21. Spirit sebagai skema perlindungan hari tua pada saat pekerja tdk lagi produktif
22.Jk peserta di-PHK lalu dana JHT bsa dicairkn smua, slain btntangn dgUU SJSN, jg keluar dr spirt prlndungn masa tua
23. Kalau masalahnya PHK kan sudah ada skema pesangon sbg instrumen perlindungan
24. JHT selama ini dikesankan seolah2 spt tabungan biasa. Itu yg dipahami peserta selama berlakunya Jamsostek dulu
25, Begitu dikembalikan ke dlm spirit perlindungan hari tua sbgmana dlm UU SJSN, maka timbullah kerisauan,
26. Sesungguhnya skema jamsos dg 4 program (JKK, JKM, JHT dan JP) itu mengcover seluruh resiko para pekerja.
27. Saat kecelakaan kerja, kematian, hari tua dan pensiun ada coveragenya semua.
28. Masing2 ada fungsi dasar dan mekanisme tersendiri, sesuai peruntukannya.
29. Bahkan dlm regulasi baru ad peningkatan manfaat bagi peserta yg lebih baik dr semua program jamsos selama ini.
30. Ini terobosan baru dr pemerintah yg sangt berpihak pd peningkatan perlindungan sosial dan kesejahteraan pekerja.
31. Itu penjelasan soal JHT yg sdg ramai. Pemerintah tetap terbuka dan mendengarkan aspirasi publik terkait hal ini
32. dlm hal ini pemerintah melakukan pengaturan pelaksanaan mengenai jamsos dg tdk keluar dari substansi UU SJSN.
33. dan spirit untuk mengembalikan program JHT sbg program perlindungan masa tua
34. penting digarisbawahi juga secra kseluruhan skema perlindungan sosial bagi tenaga kerja saat ini jauh lbh baik