Thiamycin : Pengertian, Manfaat, Komposisi, Kontraindikasi, Efek Samping dan Dosis

808
Thiamycin - Pengertian Manfaat Komposisi Kontraindikasi Efek Samping dan Dosis
Thiamycin - Pengertian Manfaat Komposisi Kontraindikasi Efek Samping dan Dosis

Bidhuan.id – Thiamycin obat apakah? Memahami detail dari sebuah obat mungkin memang bukan kewajiban dari orang awam, sebagian besar masyarakat ketika terserang suatu penyakit seringkali mengambil langkah dengan pengobatan alami atau pengobatan modern ke dokter. Ketika menerima obat pun sebagian besar hanya menuruti anjuran dan tidak minat untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi dan konseling obat tersebut.

Baca juga : obat berloson n salep antibiotik golongan kortikosteroid untuk infeksi kulit

Misalnya obat alami hanya digunakan karena resep dari orang tua sejak jaman dulu, obat modern pun dikonsumsi begitu saja sesuai anjuran dokter. Padahal tak ada salahnya mengetahui informasi lengkap tentang obat agar lebih maksimal dalam penggunaan dan memahami sejak awal ketika terjadi interaksi obat, efek samping, atau mungkin ketidakcocokan dengan obat tersebut seperti halnya pemakaian thiamycin.

Obat Thiamycin
Obat Thiamycin

Nah, kali ini untuk menambah wawasan kita semua, penulis mengulas lengkap mengenai obat Thiamycin. Mungkin masih terdengar asing di telinga kita, penjelasan berikut akan sangat bermanfaat jika mungkin suatu hari kita menemui Thiamycin dalam paket resep obat yang dikonsumsi orang di sekitar kita.

Pengertian dan Manfaat Thiamycin

Thiamycin ialah merk dagang obat yang di dalamnya terdapat kandungan Thiamphenicol. Thiamycin diformulasikan secara khusus untuk membantu dan menyembuhkan beragam penyakit yang terjadi karena infeksi sehingga bisa atasi infeksi bakteri itu sendiri. Thiamycin bekerja dengan cara menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri penyebab infeksi tersebut.

Thiamycin efektif untuk menangani infeksi karena bakteri terutama bakteri Salmonella yang biasanya menyebabkan sakit tifus (tipes), infeksi pada saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, infeksi pada saluran pencernaan, dan infeksi menular seksual yang terjadi karena sering berganti – ganti pasangan.

Penggunaan utama yang paling sering dilakukan ialah digunakan untuk penyakit tifus (tipes) sebab dapat dengan cepat menghentikan perkembangan bakteri dan membentuk sel sel tubuh baru yang mampu dengan kuat melawan bakteri penyebab tifus (tipes) tersebut sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan dan menghindarkan penderita dari kondisi yang lebih mengkhawatirkan.

Thiamycin masuk dalam kategori obat keras, penggunaan harus dengan resep dokter. Penderita tidak dapat menentukan sendiri berapa dosis yang diminum per harinya sebab dosis disesuaikan dokter dengan pertimbangan jenis infeksi dan lama terserang penyakit, umur, kondisi kesehatan, penyakit lain yang menyertai, dsb.

Komposisi Thiamycin

Komposisi Thiamycin
Komposisi Thiamycin

Thiamycin memiliki kandungan berupa Thiamphenicol dengan kadar seusai dengan ukuran dalam sediaannya yaitu :

  • Kapsul 250 mg.
  • Kapsul 500 mg.
  • Kaplet 1000 mg.
  • Larutan atau sirup 60 ml.

Sediaan diberikan sesuai dengan kondisi pasien yakni kondisi yang paling mudah dikonsumsi, pada orang dewasa umumnya dalam bentuk kapsul dan diminum bersama air putih, sedangkan larutan atau sirup dapat diberikan pada anak anak atau orang tua yang lanjut agar mudah dalam pemberian serta memiliki rasa yang lebih ramah (tidak terlalu pahit).

Kandungan Thiamphenicol tersebut aman jika digunakan dalam jangka waktu yang tepat yakni hingga masa penyembuhan total atau seluruh gejala penyakit terhenti, Thiamphenicol selain ampuh untuk mengobati infeksi juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga menghindarkan pasien dari kondisi lemas dan sakit yang berlebihan.

Indikasi dan Kontraindikasi Thiamycin

Thiamycin dapat digunakan untuk pengobatan kondisi penyakit :

  • Demam tifoid atau demam karena tifus (tipes) baik dalam tahap ringan maupun lanjutan.
  • Penyakit infeksi yang sudah kebal terhadap antibiotik jenis lain.
  • Infeksi yang bersifat akut dan kronis.
  • Pasien anak anak maupun bayi baru lahir serta bayi prematur.

Sedangkan Thiamycin tidak diperkenankan untuk diberikan kepada :

  • Pasien yang alergi terhadap Thiamphenicol.
  • Pasien yang memiliki penyakit ginjal dan penyakit hati.
  • Ibu hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan infeksi ringan seperti flu dan batuk yang seharusnya bisa diatasi dengan antibiotik lain yang lebih ringan.

Efek Samping Thiamycin

Efek Samping Thiamycin
Efek Samping Thiamycin

Efek samping merupakan kondisi resiko yang mungkin bisa terjadi selama pengobatan, umumnya manfaat yang didapatkan akan lebih besar dari resiko itu sendiri jika penggunaan dilakukan dengan tepat dan pasien mematuhi petunjuk penggunaan, berikut beberapa kondisi yang mungkin terjadi :

  • Reaksi mual, muntah, dan diare.
  • Sariawan, sakit kepala, dan perasaan depresi.
  • Menyebabkan perdarahan pada syaraf jika digunakan dalam waktu panjang atau berlebihan.
  • Penekanan pada sumsum tulang belakang dan jika dikonsumsi ibu hamil menyebabkan bayi lahir prematur, sebab itu ibu hamil dilarang untuk mengkonsumsinya.
  • Menjadi kebal terhadap jenis antibiotik lain.

Dosis Thiamycin

Meskipun dosis disesuaikan oleh dokter, secara umum Thiamycin diberikan dengan aturan pakai berikut :

  • Dosis dewasa, anak anak, dan bayi usia > 2 minggu diberikan 50 mg per kg berat badan per hari, diminum dalam 3 sd 4 kali sehari.
  • Dosis bayi usia  < 2 minggu atau bayi prematur diberikan 25 mg per berat badan per hari diberikan dalam 4 kali minum.

Peringatan dan Perhatian 

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipatuhi selama penggunaan obat Thiamycin untuk mendapatkan manfaat yang terbaik.

  • Dianjurkan untuk mengimbangi konsumsi obat dengan minum air putih minimal 1,5 liter per hari untuk mencegah obat mengendap dalam saluran kencing (kristaluria).
  • Dilarang melanjutkan pemakaian secara mandiri atau meneruskan dalam jangka panjang ketika mengalami gejala atau kondisi penyakit yang sama.
  • Thiamycin dapat bercampur dengan pembentukan ASI dan ikut keluar bersama ASI, sebab itu Thiamycin dilarang untuk diberikan pada ibu menyusui.
  • Dilarang menghentikan pemakaian obat sebelum waktunya sebab berpotensi terjadinya pengebalan bakteri terhadap antibiotik jenis apapun sebab bakteri yang akan kembali menguat sehingga sulit untuk dilemahkan ketika mendapatkan jenis antibiotik yang sama.
  • Sampaikan pada dokter mengenai obat atau suplemen apa yang biasanya atau saat ini sedang dikonsumsi sebagai bahan pertimbangan agar tidak mengurangi efektifitas obat.

Dengan mengetahui pembahasan di atas mengenai Thiamycin, diharapkan anda bisa mempunyai pengetahuan baru dan bermanfaat di kemudian hari. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Terima kasih.

Baca juga : fg troches meiji obat antibiotik hisap untuk atasi radang tenggorokan dan sariawan