Menpora Keukeuh Bersiaplah Tiada laga Timnas, ISL, Piala AFC 2015

3
2907
surat balasan fifa3

Seperti diketahui bersama FIFA telah membalas surat dari Menpora secara resmi tertanggal 10 April 2015. Menpora baru-baru ini tetep keukeuh alias teguh pendiriannya untuk menjelaskan perkara yang dianggap beliau membela kepentingan dan statuta FIFA.

Namun bila Menpora Keukeuh Bersiaplah Tiada laga Timnas, ISL, Piala AFC 2015. Mengapa? karena jelas jelas di surat FIFA berikut ini apabila ada campur tangan pihak ketiga sesuai statuta FIFA makan Indonesia akan dikenakan sanksi.

surat balasan fifasurat balasan fifa

Seperti dilansir detik.com, Menpora dengan yakinnya untuk terus mempertahankan pendapatnya dengan asumsi memajukan kompetisi yang sehat.

“Bismillah (maju terus). Indonesia ini negara hukum, negara daulat. Kalau pemerintah tidak boleh campur urusan rakyat, siapa yang mengurusi? Selama ini ke mana mereka? Mestinya dibina dong. Berikan kami kompetisi yang sehat, kejujuran dalam berolahraga sepakbola. Masa negara enggak boleh mengurusi rakyat sendiri,” Ujar Menpora, Imam Nahrawi

“Ancaman seperti itu sudah saya dengar tahun 2013. Ya, yang namanya ancaman kita lihat saja nanti,” tutupnya.

Bagi yang belum tahu akibat dari sanksi FIFA berikut adalah dampaknya

Ini dampak apabila FIFA menjatuhkan Sanksi

1. Absen di pentas Internasional

Bukan hanya timnas, klub yang bermain di tingkat internasional tidak diperbolehkan mengikuti turnamen yang berada di bawah naungan FIFA. Imbasnya Persib dan Persipura yang sekarang memimpin klasemen Piala AFC semua laga akan didiskualifikasi.

2. FIFA akan stop bantuan

FIFA akan menghentikan bantuan yang biasanya diberikan kepada Indonesia pada setiap tahunnya kurang lebih sebesar 250 ribu dollar Amerika.

3. Wasit Indonesia dilarang di even internasional.

Dampak lainnya adalah wasit Indonesia tidak bisa memimpin pertandingan di even-even yang ada di bawah naungan FIFA.

4. Pemain Indonesia tidak bisa bermain di luar Negeri

Para pemain Indonesia tidak bisa bermain diluar negeri. Andik Vermansyah sebagai contohnya diharuskan pulang kampung karena tidak diperkenalkan bermain di liga berafiliasi FIFA. Begitu juga sebaliknya, terancam ISL-QNB League 2015 pemain asing tidak akan bisa bermain.

5. Sepi sponsor

Ya itulah dampak terakhir yang akan diterima Indonesia, sponsor akan menjauh dari Indonesia akibat Sanksi FIFA ini. Kontrak sponsor untuk ISL-QNB League bersiaplah dibatalkan.

BACA JUGA

3 COMMENTS

    • Pemerintah jaga wibawa dan bernaung dibawah UU tanpa memikirkan Sanksi yang akan diterima.. PSSI dan PT Liga posisi terjepit yang mengaku didukung 18 klub,

      Dualisme Arema dan Persebaya belum ada titik temu, dan Pemerintah belum turun ke lapangan, maunya cepet beres atas konflik dualisme dengan memberikan SP3 kepada PSSI dan PT Liga serta keukeuh 2 tim tsb tidak boleh ikut ISL 2015

      Apakah itu solusi?

  1. Pak menteri sebaiknya jangan urusi intern PSSI . Dukung aja apa yg di lakukan PSSI toh mereka ingin majuin persepakbolaan kita kok, klo masalah nya tentang arema dan Persebaya . Harusnya bantu donk mereka. Gmn caranya supaya mereka bisa memenuhi syarat. Bukan malah melarang mereka ikut di ISL . Pak menteri mndingan PSSI di beri dana tambahan saja, tidak perlu d campuri intern nya. Toh negara negara maju juga pemerintah tidak terlalu mencampuri urusan sepak bola negara2nya .
    Oh y tambahan untuk PSSI pelatih tetap timnas senior mna ?? Dan peltih timnas U 23 dan u 19 kok sama? Kalau mereka ada event bersamaan bagaimna ?