Alganax, Obat Penenang yang Mengandung Alprazolam

148
Alganax, Obat Penenang yang Mengandung Alprazolam
Alganax, Obat Penenang yang Mengandung Alprazolam

Bidhuan.id – Alganax itu obat apa? Alganax merupakan obat yang di dalamnya mengandung Alprazolam. Itu artinya obat ini masuk ke dalam obat penenang. Alprazolam adalah kandungan yang tergolong ke dalam Benzodiazepin yang biasanya dipakai untuk mengatasi beberapa gejala seperti panik, cemas secara berlebihan, serta kejang otot. Akan tetapi, penggunaan obat ini hanya untuk jangka pendek saja.

Lalu bagaimana dengan cara kerjanya? Obat ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas dari neurotransmiter GABA atau Gamma Amino Butyric AcidGABA adalah eurotransmiter serta hormon yang ada di dalam otak. GABA memiliki tugas yaitu memperlambat reaksi neurologis yang mana tidak menguntungkan bagi otak anda.

Baca: BBPOM DKI Minta Dinkes Menutup Apotek yang Jual Obat Penenang Secara Bebas

Mengenal Tentang Alganax

Mengenal Tentang Alganax
Mengenal Tentang Alganax

Seperti penjelasan di awal bahwa obat ini merupakan obat penenang. Informasi selengkapnya yang berhubungan dengan obat ini akan kami berikan di bawah ini.

1. Indikasi Alganax

Penjelasan pertama akan kami mulai dengan menyebutkan apa saja indikasi atau fungsi yang dimilikinya. Beberapa fungsi Alganax antara lain sebagai berikut:

  • Obat ini digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan
  • Obat ini juga digunakan sebagai obat untuk mengatasi gangguan panik
  • Indikasi lainnya adalah obat untuk mengobati Generalized anxiety disorder
  • Selain itu, obat ini juga diindikasikan untuk mengatasi mual yang disebabkan oleh kemoterapi
  • Insomnia atau gangguan tidur serta depresi juga masuk ke dalam indikasi yang ada di dalamnya

Jika anda ingin mengetahui lebih detail seputar indikasi yang terdapat di dalamnya, anda bisa mendapatkannya melalui kemasan obat ini. Selain itu, anda juga bisa bertanya kepada dokter untuk informasi lebih lanjut seputar manfaat Alganax. Perlu diingat bahwa meskipun anda mengalami salah satu atau bahkan beberapa kondisi di atas, jangan langsung mengkonsumsi Alganax. Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu agar pengobatan anda bisa memberikan manfaat yang anda inginkan.

2. Dosis

Alganax merupakan obat yang dijual dalam bentuk tablet. Setiap tablet mengandung Alprazolam dengan takaran sebanyak 0,25 mg, 1 mg, maupun 0,5 mg. Alganax termasuk ke dalam kategori obat keras. Jadi, untuk menggunakan Alganax, maka anda harus terlebih dahulu. Jika tidak, kemungkinan anda tidak bisa mendapatkan Alganax di apotek.

Adapun untuk dosis yang disarankan yaitu:

  • Untuk pasien yang mengalami gangguan panik, dosis yang diberikan sebanyak 0,5 sampai dengan 1 mg. Dosis tersebut harus diberikan sebanyak 3 kali dalam sehari.
  • Untuk pasien yang menderita masalah gangguan kecemasan, dosis yang harus diberikan adalah 0,75 sampai dengan 1,5 mg. Dosis tersebut harus diberikan sebanyak 2 sampai dengan 3 kali setiap harinya.

Perlu dipahami bahwa dosis yang sudah kami sebutkan di atas merupakan dosis yang diberikan kepada orang dewasa. Untuk dosis harian dianjurkan tidak sampai melebihi 4 kali dalam sehari. Kemudian untuk dosis yang diberikan kepada pasien lansia umumnya lebih rendah dibandingkan dosis yang diberikan untuk orang dewasa, yakni antara 0,5 sampai dengan 0,75 mg.

Dosis pada lansia tersebut diberikan sebanyak 2 sampai 3 kali setiap harinya dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pasien. Hal lain yang tidak kalah penting adalah anda dilarang untuk menambah atau mengurangi takaran dosis tanpa persetujuan dokter. Menghentikan penggunaan Alganax secara tiba-tiba juga merupakan hal yang tidak dianjurkan.

Baca: 20 Macam Obat Tidur Alami Sebagai Obat Penenang Tanpa Efek Samping

3. Efek Samping

Efek Samping Alganax
Efek Samping Alganax

Tidak jauh berbeda dengan obat yang lainnya, Alganax juga berpotensi mengakibatkan efek samping kepada setiap orang yang mengkonsumsinya. Namun untuk efek samping yang akan dialami terkadang bermacam-macam karena menyesuaikan kondisi pasien. Beberapa efek samping yang bisa dialami oleh pasien yang mengkonsumsi Alganax antara lain:

  • Gangguan ingatan
  • Pusing
  • Batuk
  • Tekanan darah rendah atau Hoptensi
  • Perubahan pada suasana hati
  • Gairah seksual yang meningkat
  • Sulit bicara

Itulah beberapa efek samping yang bisa dialami pasien yang mengkonsumsi Alganax. Sementara itu, masih ada efek samping yang sifatnya jangka panjang, misalnya ketergantungan dan toleransi obat. Bagi pasien yang mengalami salah satu atau malah beberapa efek samping tersebut, bisa langsung menghubungi dokter. Terutama jika efek samping tersebut sudah tidak tertahankan dan tidak kunjung hilang.

4. Interaksi Obat Alganax

Jika anda mengkonsumsi Alganax bersamaan dengan obat yang lain, kemungkinan anda akan mengalami interaksi obat. Interaksi obat dapat mengakibatkan kinerja otot menjadi menurun dan berpotensi meningkatkan efek samping dari mengkonsumsi Alganax. Untuk itu, beberapa jenis obat yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan Alganax yaitu:

  • Obat kontrasepsi tipe oral
  • Enzim inhibotor CYP3A4 seperti Itrakonazol, Ketokonazol, Simetidin, Eritrosidin, Fluvoksamin, Nurfluoksetin, Nefazodon, Ritonavir, dan Propoksipen.
  • Desipramin dan Imipramin
  • Tanaman herbal atau Hypericum

Sebenarnya untuk daftar obat yang mengakibatkan interaksi obat di atas bukan daftar lengkap. Maksudnya, masih ada obat-obatan lainnya yang memang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan Alganax. Untuk itu, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan tanyakan kira-kira obat apa saja yang bisa mengakibatkan interaksi obat selain yang sudah kami sebutkan.

Hal ini bertujuan agar anda bisa terhindar dari interaksi obat yang dapat mengakibatkan masalah yang tidak anda inginkan. Mengkonsumsi Alganax bersamaan dengan alkohol juga bisa menimbulkan terjadinya keracunan, sedasi berat, sampai dengan perubahan perilaku.

5. Peringatan

Demi meningkatkan keamanan dan menghindarkan anda dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang berhubungan dengan mengkonsumsi Alganax.

  • Tdak dianjurkan diberikan kepada seseorang yang memiliki hipersensitifitas, terutama terhadap obat dengan Alprazolam maupun Benzodiazepin yanglain.
  • Obat ini masuk ke dalam kategori D sehingga tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, kecuali jika untuk kondisi yang benar-benar mengancam jiwa. Meskipun begitu harus tetap berkonsultasi dengan dokter.
  • Tidak boleh merubah dosis atau bahkan menghentikan penggunaan Alganax tanpa mendapat persertujuan dokter. Hal ini dikhawtirakn dapat mengakibatkan reaksi seperti depresi, gelisah, gangguan penglihatan, insomnia, dan lain-lain sebagai efek dari penghentian obat.