Tumbuh Rambut di Tahi Lalat, Apa Termasuk Gejala Kanker Kulit (Melanoma)?

0
607
Gejala Kanker Kulit (Melanoma)
Gejala Kanker Kulit (Melanoma)

Bidhuan.id – Ketika tahi lalat ditumbuhi oleh rambut, banyak orang yang menganggap kalau itu adalah salah satu gejala kanker kulit. Tentu saja, hal tersebut sangat mengerikan bukan apalagi jika kanker kulit yang dimaksud adalah “kanker kulit melanoma“. Namun, apakah benar kalau tumbuhnya rambut di bagian tahi lalat merupakan suatu tanda kalau kita terkena penyakit kanker kulit? Simak lebih lanjut ulasannya berikut ini.

Apple A. Bodemer, MD yang merupakan Profesor dermatologi di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health pun menjelaskan terkait hal tersebut. Menurutnya tumbuhnya rambut pada bagian tahi lalat bukan merupakan tanda dari munculnya kanker kulit. Hal tersebut adalah normal.

Sebab kanker umumnya tidak tumbuh pada struktur yang normal. Tahi lalat yang ditumbuhi oleh rambut itu terjadi karena tahi lalat yang ada letaknya tepat di atas folikel rambut. Sehingga rambut dapat tumbuh disana, katanya sebagaimana dikutip dari Prevention.

Berbeda halnya jika daerah yang ada itu mengalami kerusakan. Misalnya saja muncul pertumbuhan sel kanker membahayakan di fortikel rambut. Maka rambut pun tidak akan tumbuh pada bagian tersebut.

Salah satu jenis kanker kulit (Melanoma) yang merupakan kanker mematikan dan berbahaya memang dapat berkembang dari tahi lalat yang ada dan berubah jadi kanker.

Yang perlu diperhatikan ialah jika Tahi lalat anda ditumbuhi oleh rambut dan pada suatu ketika rambut itu tidak lagi tumbuh/ berhenti tumbuh, saat itulah kemungkinan kanker kulit muncul. Jadi, jika mengalami hal yang demikian itu, segeralah untuk mengeceknya ke Dokter.

[Baca juga: Terapi Kanker Pita Suara (Laring) dengan Photosensitive dan Laser]

Ciri Tahi Lalat Kanker Kulit

dr Aung Myo, MD, MSc dari Medical Director Oncology MSD pun berbicara mengenai hal tersebut. Menurutnya, ada beberapa kondisi yang ada tahi lalat yang patut dicurigai sebagai kanker melanoma. Tahi lalat tersebut memiliki bentuk yang asimetris (bentuknya tidak beraturan) , berbeda dengan tahi lalat normal yang biasanya berbentuk bulat atau lonjong.

Pada bagian pinggiran tahi lalat itu juga biasanya tidak rata. Untuk warnanya terkadang sama dengan tahi lalat normal yang memiliki warna Hitam/Cokelat, namun adakalanya juga bewarna biru. Untuk ukuran dari diameter tahi lalat yang merupakan kanker melanoma ini biasanya lebih dari ukuran normal, yakni 0,6 mm. Jika tahi lalat tersebut mengalami pelebaran dan semakin membesar dalam waktu yang cukup cepat, patut segera anda curigai.



[Baca juga: Bedak Bayi Johnson & Johnson Sebabkan Kanker, Ini Tanggapan BPOM]

SHARE