Karir Pieter Huistra Direktur Teknik PSSI ternyata Tidak Istimewa

0
2895

Belum segenap sebulan Pieter Huistra diangkat menjadi Direktur Teknik PSSi sudah mulai berkomentar dan mengkritik kondisi sepakbola di Indonesia. Jadi penasaran ingin menelusuri profil lengkap dari Pieter Huistra baik ketika berkarir sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Ternyata karir sebagai pemain suksesnya hanya di liga Skotlandia, sebagai Pelatih hanya berpengalaman melatih tim reverse Vitesse dan Ajax dan 2 kali dipecat di tengah jalan di FC Groningen dan De Graschaaf.

Profil Lengkap Pieter Huistra

Pieter_Huistra

Informasi Pribadi
Nama Lengkap Pieter Egge Huistra
Kelahiran 18 January 1967 (age 47)
Tempat Lahir Goënga, Friesland, Netherlands
Tinggi 1.82 m (5 ft 11 12 in)
Posisi Winger
Karir Senior
Tahun Tim Main (Gol)
1984–1986 Groningen 17 (1)
1986–1987 Veendam 33 (5)
1987–1990 Twente 93 (17)
1990–1995 Rangers 125 (22)
1995–1996 Sanfrecce Hiroshima 63 (13)
1996–1997 Groningen 9 (2)
1997–2000 Lierse 54 (11)
2000–2001 RBC Roosendaal 0 (0)
Total 394 (71)
Tim Nasional
1988–1991 Netherlands 8 (0)
Karir Pelatih
2010–2012 Groningen
2012–2013 De Graafschap

Karir di Timnas

Statistik di Timnas Belanda
Tahun Main Gol
1988 1 0
1989 4 0
1990 0 0
1991 3 0
Total 8 0

DI timnas Belanda dalam kurun waktu 4 tahun hanya bermain 8 kali. Puncak karir sebagai pemain sepak bola ketika bermain di Glasgow Ranger dengan mencetak gol 22 dari 125 penampilan.

Perjalanan Karir Sebagai Pelatih

Dilansir dari situs footballtop.com, setelah pensiun menjadi pemain di tahun 2001, menjadi pelatih tim reserve FC Groningen selama 4 musim. Pada tahun 2005 menjadi asisten pelatih di Vittese (Eredivisie/Liga Belanda), tapi tak lama pindah sebagai asisten pelatih Ajax Amsterdam yang waktu itu dipimpin Marco Van Basten. Pada tanggal 29 April 2009, Pieter Huistra menangain Jong Ajax (tim reverse Ajax). Setahun kemudian melatih FC. Groningen selama 2 musim dengan prestasi yang biasa-biasa saja di papan tengah Liga Belanda (Eredivisie). Gagal lolos ke UEFA membuat manajemen FC Groningen tidak memperpanjang kontraknya. Pada 30 Mei 2012 menjadi pelatih kepala tim De Graafschap setingkat divisi 2 (Eerste Divisie) dengan tujuan agar bisa promosi ke Eredivisie, lagi-lagi dipecat manajemen karena hasil yang mengecewakan di beberapa minggu terakhirnya dan juga gagal promosi ke Eredivisie.

Klasemen Akhir Ketika diberhentikan

Pos Team Pld W D L GF GA GD Pts Promotion or qualification
1 N.E.C. (T) 17 14 2 1 46 14 +32 44 Promotion to the Eredivisie
2 Roda JC Kerkrade 17 13 2 2 35 20 +15 41 Qualification to promotion play-offs Second round[a]
3 Eindhoven 17 12 1 4 32 15 +17 37
4 Volendam 17 11 2 4 43 21 +22 35
5 Emmen 17 8 5 4 44 27 +17 29
6 Sparta Rotterdam 17 8 4 5 26 26 0 28 Qualification to promotion play-offs First round[b]
7 De Graafschap 17 8 3 6 32 23 +9 27
8 Jong Ajax 17 7 5 5 35 26 +9 26
9 Almere City[c] (T) 17 8 2 7 36 29 +7 26

Komentar Pieter Huistra terkini

Dalam Workshop dan Diskusi bertema “Sudah Kerja Apa Saja PSSI?” yang diselenggarakan PSSI, Liga Indonesia, dan PSSI Pers, di ruang jumpa pers SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin. Pieter Huistra akan membuat buku kurikulum untuk sepak bola Indonesiadi tahun 2015.

“Semoga buku pedoman segera jadi dan tahun depan bisa dibagikan. Pedoman tentu akan memberi gambaran bagaiman melatih dan mengelola sebuah tim. Mungkin akan dibuat dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.”

“Pertama, saya terkejut dengan fasilitas sepak bola di sini. Lapangannya sangat buruk. Mereka justru menghabiskan banyak uang untuk menyewa,”

“Mungkin butuh 10 tahun, mungkin sebentar. Namun, saya berharap tidak butuh waktu lama (untuk kebangkitan sepakbola nasional). Kami berharap bisa mendapatkan hasil positif dalam waktu dekat,” ucap Huistra.

Selain itu, Hustra mengkritik timnas U-17, faktor fisik yang kurang prima dibandingkan dengaan lawannya. “Mereka terlihat sangat lelah. Setelah menghadapi banyak kegiatan dan latihan,”

Opini :

Seperti dilansir tribunews.com berikut komentar Ketua PSSI terhadap pemilihan Pieter Huistra,

“FIFA kasih enam nama dan kita suruh pilih. Peter Huistra ini yang dipilih. Bukan kami yang cari beliau, tapi FIFA. Jaminan FIFA yang rekomendasikan Peter Huistra,” kata Djohar usai Rapat Kerja PSSI di hotel Park Lane, Minggu (7/12/2014)

Jadi teringat acara di Mata Najwa, Sepakbola adalah milik FIFA bukan PSSI!!

bekukan pssi 4



Jika dilihat dari profilnya, mungkin FIFA merekomendasikan karena pernah melatih di tim usia muda (reverse) Vitesse dan Ajax bukan dari sisi kepelatihannya. Tapi itu bukan jadi jaminan, semoga Huistra punya misi tulus untuk memajukan sepakbola Indonesia bukan hanya sekedar mencari nafkah di Indonesia ini.