Ini Mekanisme Luka Akut bisa Sembuh dalam Waktu 2 minggu

0
2647

Terkadang tanpa di sengaja kulit kita terluka baik itu karena jatuh, tersayat, ataupun kejadian lainnya yang bisa menyebabkan pendarahan. Sebetulnya dalam kondisi kulit yang sehat, ada mekanisme otomatis atas respon akibat luka yang terjadi. Penanganan yang kita lakukan seperti pemberian antiseptik (betadine, alkohol, dll) dan pemberian plester dilakukan untuk menjaga kondisi kulit agar optimal dalam proses penyembuhannya. Dan luka seperti ini disebut dengan luka akut. Untuk luka akut dengan luka lebar dan dalam pada umumnya bisa disembuhkan dalam waktu 14 hari/2 minggu. Tetapi, untuk kedua kondisi tersebut tetap akan sembuh total dalam waktu berbulan-bulan. Proses yang terlama dikenal dengan istilah remodeling yaitu mengembalikan struktur terluar kulit (epidermis) kembali seperti keadaaan semula. Apakah kulit bisa menyembuhkan sendiri dalam waktu kurang lebih 14 hari? mari kita bahas disini

proses penyembuhan luka
Stojadinovic et all, Gynecologic Oncology,111, S70–S80, (2008)

Berdasarkan penelitian Stojadinovic, penyembuhan luka terdiri dari 4 tahap hemostatis, inflamasi, perbaikan/proliferasi, dan remodeling. Dari keempat tahap tersebut dibagi menjadi 7 proses yang dilalui bagi kulit untuk kembali seperti keadaan sebelum terluka.

1. Clotting/pembekuan

Dikenal pula dengan proses hemostasis, dimana sesaat setelah terjadinya luka maka akan terjadi pelepasan mediator faktor pembekuan PDGF (Platelet-derived growth factor) yang dapat membekukan darah dan berperan dalam mengawali fase peradangan dengan melepaskan mediator inflamasi yaitu cytokines, chemokines dan berbagai growth factor.

2. Respon pembuluh darah

proses mekanisme sel penyembuhan luka
Werner and Grose, Physiol Rev, 83, 835–870, (2003)

(Gambar B) Adanya PDGF juga membantu melepaskan TGF beta yang dapat menstimulasi VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) untuk membentuk pembuluh darah baru (angigogenesis). VEGF berfungsi dalam mitogenesis sel endothelial, agen kemotaksis, dan penginduksi permeabilitas vaskular.

3. Peradangan

aggregated platelets and damaged parenchymal cells at the site of tissue injury secrete growth factors and other chemical mediators of wound healing to attract and activate inflammatory cells and fibroblasts. Vasodilation and increased permeability of local capillaries permit neutrophils to move into the wound site to phagocytize bacteria and debris.
Margaret et all, J Am Acad Audiol, 58 (2), 185–206 (2008)

Sebetulnya proses peradangan/inflamasi ini berbarengan dengan respon pembuluh darah yang terjadi 12-24 jam setelah cedera sampai 14 hari tergantung penanganan lukanya. Platelet yang sebelumnya telah melepaskan mediator inflamasi yaitu cytokines, chemokines dan berbagai growth factor mengaktivasi sel inflamasi dan fibroblas. Vasodilatasi dan peningkatan kapiler membuat terjadinya migrasi neutrofil untuk proses debridment atau perlawanan terhadap bakteri melalui fagositosis bakteri.

4. Penutupan luka

proses mekanisme sel penyembuhan luka
Werner and Grose, Physiol Rev, 83, 835–870, (2003)

(Gambar A) PDGF dan Epidermal Growth Factor (EGF) mengaktivasi Fibroblast Growth Factor (FGF)7 di fibroblas serta adanya migrasi neutrofil dan macrophage dari pembuluh darah juga membantu aktivasi FGF7 melalui sekresi agen proinflamatory cytokines IL-1 dan TGF (Transforming Growth Factor) alpha untuk memulai berproliferasi dan memproduksi matriks kolagen untuk memperbaiki jaringan yang rusak di tempat lukanya.

5. Penyembuhan lapisan terluar kulit/reepitalisasi

proses penyembuhan luka
Margaret et all, J Am Acad Audiol, 58 (2), 185–206 (2008)

Adaya TGF alpha dan EGF merangsang Macrophage merilis TNF alpha dan IL-1 yang bisa menstimulasi fibroblas untuk mensekresi KGF-2 dan IL-6 sehingga bisa menstimulasi migrasi keratinosit, proliferasi dan diferensiasi sel. Hal ini juga menyebabkan terjadinya sintesis matrik kolagen, glikosaminoglikan, fibronektin dan integrin. Matrik ini dibutuhkan untuk proses reepitalisasi.

6. Kontraksi

Myofibroblast memediasi kontrakture luka yang bisa menarik antar sisi luka atau menyatukan luka satu sama lainnya. Sehingga mengurangi lebar luka dengan memperbaiki bekas lukanya.

7. Remodeling luka

remodeling
Margaret et all, J Am Acad Audiol, 58 (2), 185–206 (2008)

Proses terakhir memakan waktu yang paling lama dan bisa berbulan bulan. Proses pematangan dan remodeling luka tumpang tindih dengan proses proliferasi dan dimulai dari hari ke 8 sampai setahun atau lebih setelah terjadinya luka. TGF beta adalah growth factor yang berperan dalam tahap ini. TGF beta menghambat produksi matric mettalloproteinase (MMP) dan memiliki peranan penting dalam remodeling matrik fibroblas-kolagen dan pengaturan matrik ekstraselular (ECM).

Opini :



Berdasarkan penelitian Stojadinovic, dalam 2 minggu bisa dikatakan telah sembuh. Hanya perlu diperhatikan kondisi inflamasi atau peradangannya. Selain itu harap diperhatikan kondisi kontraksi dan penutupan lukanya yang sebenarnya akan tertutup total pada hari ke 20-25.