Bakar Lemak Itu Salah, Begini Mekanisme Tubuh Ketika Kehilangan Berat Badan

4
7299

Bidhuan.idBakar Lemak Itu Salah, Begini Mekanisme Tubuh Ketika Kehilangan Berat Badan. Mungkin sempat terpikir, kemana perginya lemak dalam tubuh kita sehingga berat badan kita bisa turun. Selama ini konsep yang berlaku adalah lemak terbakar menjadi energi atau panas. Penelitian terbaru di University of New South Wales, menemukan mekanisme tubuh ketika berat badan turun. Berat tubuh bisa hilang karena lemak menguap menjadi gas Karbon Dioksida bukan berubah menjadi bentuk energi lainnya seperti panas.

Menurut Dr. Brown dan timnya, kehilangan 10 kg lemak di dalam tubuh berarti menghirup 26 kg oksigen, kemudian karena proses ini akan memproduksi 28 kg karbon dioksida dan 11 kilogram air.

Penelitian ini telah dipublikasikan di the British Medical Journal, yang menjelaskan bahwa apabila 10 kg lemak hilang, maka 8.4 kg nya adalah karbon dioksida yang di keluarkan melalui paru-paru dan menjadi bagian dari udara/atmosfer. 1.6 kg sisanya adalah air yang secara normal bisa keluar melalui urine, feses, bernafas dan air mata.

Para peneliti melakukan melakukan wawancara terhadap 150 tenaga kesehatan termasuk dokter, perawat, dan ahli giji, 50% menjawab bahwa lemak akan dikonversi menjadi energi atau panas ketika tubuh kehilangan berat badan turun. Dan melalui penelitian ini, kini pernyataan itu adalah konsepsi yang salah.

Jawaban lain yang juga memiliki konsep yang salah bahwa lemak disekresikan melalui feses atau di konversi menjadi otot.

Lalu bisakah dengan bernafas melewati batas normal bisa menurunkan menurunnya berat badan? Peneliti menjawab bahwa bernapas lebih dari tingkat metabolisme tubuh akan mengarah ke hiperventilasi, yang dapat menyebabkan pusing, jantung berdebar dan kehilangan kesadaran.

Baca: Cara Sedot Lemak – Manfaat, Prosedur, Efek Samping dan Bahayanya

Opini :

Jadi konsep membakar lemak itu sekarang salah ya?
Anggap kita sedang berolah raga, dengan berolahraga maka sistem pernafasan kita akan terus berusaha mengeluarkan karbon dioksida sebesar 8.4%, seiring dengan suhu tubuh meningkat akibat berolahraga, untuk menyeimbangkan suhu tubuh 1.6% berupa air akan dikeluarkan tubuh melalui keringat bukan melalui jalur normal seperti disebutkan di penelitian di atas.

Oleh karenanya, apabila aktivitas olahraga terlalu berlebihan dimana disebutkan sistem pernafasan diluar batas kemampuan tubuh akan mengarah ke hiperventilasi, yang dapat menyebabkan pusing, jantung berdebar dan kehilangan kesadaran. Dan setiap individu akan berbeda tingkat kemampuan metabolisme normal sistem pernafasannya, umur juga berpengaruh disini, untuk itu mari kita berolahraga atau beraktivitas dengan wajar. Begitu pula dengan program diet, dietlah yang wajar :)



Baca: 47 Tahun Tak Pernah Masuk Rumah Sakit, ini RAHASIA Ade Rai Selalu Sehat

4 COMMENTS