5 Mahasiswa UGM Sulap Lendir Lele Jadi Obat Luka Penderita Diabetes

0
559
5 Mahasiswa UGM Sulap Lendir Lele Jadi Obat Luka Penderita Diabetes
Mahasiswa UGM Sulap Lendir Lele Jadi Obat Luka Penderita Diabetes / Dok Humas UGM

Bidhuan.id – Siapa yang sangka kalau ikan lele selain nikmat untuk dimakan dagingnya, ternyata juga punya potensi lebih dalam dunia kesehatan. Tak cuma kaya akan protein hewani saja, lendir yang terdapat pada ikan lele dapat digunakan untuk mengobati Luka Penderita diabetes.

5 orang Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yakni Megaria Ardiani, Raden Mas Ravi Hadyan, Joshua Alif Wendy, Utami Tri Khasanah dan Dion Adiriesta Dewanda. Merekalah yang berhasil menyulap lendir yang terdapat pada ikan lele untuk kemudian digunakan sebagai obat luka pada penderita diabetes.

Mengapa bisa lendir ikan Lele jadi Obat luka penderita Diabetes?

Hal itu bisa terjadi karena lendir ikan lele mengandung senyawa protein aktif Antimicrobial Peptides (AMPs). Senyawa tersebut ampuh untuk membunuh bakteri patogen yang biasanya ada pada luka penderita diabetes.

Menurut Megaria Ardiani, penemuan ini dapat dijadikan solusi  untuk menangani para penderita Diabetes yang tengah mengalami luka pada tubuhnya. Terutama pada penderita diabetes tipe 2, sebab biasanya penderita diabetes tersebut lukanya sulit untuk disembuhkan karena kekebalan tubuhnya kian menurun dan infeksi pun mudah timbul.

“Percobaan menggunakan lendir lele ini sudah dilakukan pada tikus yang terlebih dulu dilukai dan diinduksi diabetes. Tikus tersebut kemudian diberikan lendir ikan lele di bagian lukanya dalam jangka waktu 15 hari. Dan hasilnya luka  pada tikus tersebut jauh lebih cepat, dibanding dengan yang tidak diberikan lendir ikan lele”, katanya sebagaimana dikutip dari situs KRjogja.com.

[Baca juga: Curcumin Prospektif untuk Obat Luka Karena Diabetes ]

Ikan lele di Indonesia bukanlah ikan yang sulit untuk didapat dan tersedia dalam jumlah yang sangat melimpah. Penemuan ini tentu saja sangat bermanfaat dan mampu menambah keyakinan para penderita diabetes yang mengalami luka untuk dapat mempercepat penyembuhan luka nya.

“Seekor Ikan Lele , Lendirnya itu dapat dikerok berkali-kali dan pengerokan lendir pun tidak akan membuat lele tersiksa. Jadi memang harus dikembangkan karena sangat potensial”, kata Utami Tri Khasanah.

Saat ini, kelima Mahasiswa tersebut masih terus melakukan penelitian mendalam agar lendir ikan lele yang dicampur dengan berbagai bahan Salep, Poly Ethylen Glycon (PEG) dapat digunakan pada Manusia.

“Kami masih terus berjuang dan melakukan pengujian ke mamalia yang lebih besar, jika berhasil nanti akan uji pra klinis. Harapannya dapat segera digunakan pada manusia”, katanya.



[Baca juga: Video Kocak 21 Tipe Mahasiswa di Indonesia yang Buat Ngakak ]