Keren! Mahasiswa Binus Bisa Gerakan Kursi Roda dengan Perintah Otak

2003

Keren! Mahasiswa Binus Bisa Gerakan Kursi Roda dengan Perintah Otak. Mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) berhasil menyabet gelar juara 2 dalam lomba Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 2015 kategori sistem cerdas. Karyanya adalah “Kursi Roda dengan Kendali Otak” seperti diunggah dalam sebuah video melalui media youtube.

Penelitian yang dibiayai oleh Toray Research Grand dari Jepang berhasil membuktikan bahwa sinyal otak yang ditangkap oleh alat Neuroheadset kemudian diolahnya menjadi gelombang alfa dan beta, yang kemudian ditransformasi dengan algoritma Fast Fourier Transformation dengan bantuan software di komputer.

Uniknya dari aplikasi ini diteruskan ke Arduino Uno yakni papan mikrokontroler yang kemudian disambungkan ke motor driver yang akan digunakan untuk menggerakkan kedua motor DC, motor listrik yang bekerja menggunakan sumber tegangan DC.

Cara kerja kursi roda ini memakai 2 data, dengan electric encephalo graphi (EEG) alias sinyal otak untuk disabilitas yang lehernya tidak bisa bergerak dan dengan gyroskop untuk menangkap sensor gerak, bagi penderita yang masih bisa menggerakkan leher.

Kursi roda ini akan bergerak sesuai yang diperintahkan otaknya seperti tergambar dalam video berikut ini.

Video ini bisa membuktikan bahwa proses sinyal otak harus diolah terlebih dahulu serta di kalibrasi dengan menggunakan aplikasi khusus di sebuah komputer yang kemudian diteruskan ke motor penggerak kursi rodanya.

Pergerakannya pun tidak secepat ketika menggunakan tombol manual, perlu waktu untuk mengtransfer sinyal dari otak sampai ke motor kursi rodanya.

Jika melihat Wayan Sumardana yang mengklaim menggunakan barang-barang rongsokan dan tanpa adanya alat untuk intrepretasi dari neuroheadset buatannya ke motor penggerak lengannya.



Bidhuaners bisa menilai sendiri benar tidaknya Wayan bisa memanfaatkan sinyal otak untuk kemudian menggerakan lengan robot “iron man”-nya. [Baca : Netizen Pastikan Tangan Robot “Iron Man” dari Bali Adalah HOAX]