Hindari Penyedap Masakan MSG Karena Termasuk Narkoba Perusak Bangsa

0
1774
aznan leo

Farmakolog Universitas Sumatera Utara (USU) Prof dr H Aznan Lelo PhD menyarankan agar Bangsa Indonesia saat ini harus segera menghentikan konsumsi penyedap masakan monosodium glutamate (MSG). MSG ini juga bisa terdapat di bubuk penyedap, saus, keuh mueh, susu formula, obat-obatan, vaksin dan sebagainya. Hindari Penyedap Masakan MSG Karena Termasuk Narkoba Perusak Bangsa.

“Narkoba yang mungkin menzalimi orang banyak dalam jumlah besar tentulah melalui makanan. Pada kenyataannya cukup banyak obat berbahaya yang belum tercantum sebagai narkoba namun tersedia dalam berbagai bentuk dan dikonsumsi oleh masyarakat luas tanpa kendali. Salah satu contohnya adalah penyedap masakan monosodium glutamate (MSG),” kata Prof dr H Aznan Lelo PhD dilansir harianandalas.com, usai menjadi pembicara utama pada seminar ilmiah “MSG, Narkoba Terselubung” dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-63 USU di Rumah Sakit USU, Selasa (18/8).

aznan leo
Prof dr H Aznan Lelo PhD (usu.ac.id)

Menurut dosen pada Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran (FK) USU ini, MSG telah diketahui memiliki berbagai efek samping salah satunya peristiwa keracunan yang terjadi akhir-akhir ini bisa saja berasal dari MSG.

“Cukup sering ditayangkan di televisi dan dikabarkan di koran-koran dan media cetak lainnya tentang kejadian keracunan makanan pada murid-murid di sekolah-sekolah atau setelah pulang sekolah, pada buruh-buruh di tempat kerja dan di asrama. Sayangnya tidak pernah diungkapkan oleh pihak terkait racun apa yang menyebabkan kejadian tersebut. Padahal, bisa jadi mereka keracunan akibat mengonsumsi MSG,” Lanjutnya.

MSG layaknya Narkoba yang juga memiliki efek kecanduan, apalagi iklan di televisi yang dianggapnya menyesatkan, iklan tersebut seolah-olah memberikan edukasi agar pentingnya penambahan MSG di makanan yang dihidangkan setiap hari.

Pendapat lainnya, kondisi bangsa saat ini yang penuh dengan aksi tidak terpuji seperti tidak pancasialis, gampang murka, membakar, membegal, memperkosa, korupsi dan sebagainya yang dilakukan tanpa pandang usia, mulai dari anak-anak sampai si tua renta, tanpa pandang tingkat pendidikan dan keyakinan adalah akibat dari penggunaan MSG.

“Kenapa terjadi perubahan negatif secara berjamaah? Narkoba apa yang telah merusak bangsa kita ini? Pastilah narkoba yang tidak perlu diperoleh secara sembunyi-sembunyi, tapi didapat secara terang benderang, gampang dan dianggap aman melalui MSG,” sebutnya.

“Tujuh puluh tahun merdeka telah berlalu, rakyat Indonesia bukan makin sehat jiwa raganya, malah kebalikannya. Selain itu, MSG juga dapat menimbulkan stres oksidatif yang berat,” kata pria yang mengaku pernah disuruh tutup mulut oleh salah satu perusahaan penyedap makanan beken di Indonesia, agar tidak membeberkan ke publik soal bahaya MSG tersebut secara kajian ilmiah.

Dia menerangkan, narkoba adalah singkatan dari narkotika (zat yang dapat menidurkan atau narkose, seperti morfin, sabu dan sebagainya) dan obat berbahaya (termasuk ekstasi, alkohol, tembakau, ganja dan lainnya). Dengan berbagai nama dagang dan wujud tampilan, mulai bubuk penyedap, saus, keuh mueh, susu formula, obat-obatan, vaksin dan sebagainya dan MSG termasuk berada di dalamnya.

Disebutkan Prof Aznan Lelo, MSG (monosodium glutamate) biasanya tersedia berupa kristal putih mirip dengan narkoba lain dan digunakan sebagai penyedap makanan di banyak negara. Namun konsumsinya yang berlebihan telah dilaporkan dapat menimbulkan efek yang merugikan pada banyak organ tubuh, terutama mempengaruhi fungsi dan fisiologi otak dan juga menyebabkan stress oksdatif yang berat.

“Fakta yang dijumpai di negeri kita Indonesia yang telah merdeka tujuh puluh tahun yang ditandai dengan merdekanya peredaran narkoba terselubung tanpa kepedulian pihak terkait dan kita semua. Maka akan seperti apakah tampilan anak bangsa Indonesia di masa depan yang terus terpapar MSG melalui vaksin, susu, cemilan dan makanan sehari-hari? Ayo katakan stop MSG mulai saat ini,” ajak Buya mengakhiri. (harianandalas.com)

MSG, ungkap Prof Aznan Lelo, dapat mengganggu jiwa seperti depresi dan kecemasan, dimana kejadian ini ditandai dengan peningkatan ambilan serotonin kortek otak dan gangguan hypothalamic pituitary adrenal (HPA) axis, yang ditentukan melalui peningkatan kadar serum adrenocorticotropic hormone (ACTH) dan corticosterone.

Prof Aznan Lelo mengingatkan, pasca pemberian MSG, mengakibatkan terjadinya perlambatan gerakan. Selain itu, MSG dapat mengganggu respon kognitif, retensi memori dan kemampuan belajar. Penghentian asupan MSG secara mendadak dapat menurunkan kadar epinephrine, norepinephrine, dopamine dan serotonin di cerebellum, batang otak, striatum, kortek otak, hypthalamus dan hippocampus sebagai akibat teraktivasinya reseptor glutamate yang diikuti dengan peningkatan kadar ion kalsium dalam sel sehingga pembebasan neurotransmitter makin meningkat dengan segala bentuk gejala dan keluhan klinis pada pemakainya (usu.ac.id).



Jadi bidhuaners berhati-hatilah dengan MSG, kurangi dan akhirnya stop penggunaan MSG saat ini juga!