Satu Artikel Ilmiah dengan lebih dari 5000 Peneliti Menjadi Rekor Dunia

0
1123
jurnal

Jurnal bidang Fisika ternama Physical Review Letters yang memiliki impact factor lebih dari 7 serta di bawah penerbit American Physical Society telah mempublikasikan artikel ilmiah (research paper) pada 14 May 2015 dengan jumlah author lebih dari 5000 orang.

Satu Artikel Ilmiah dengan lebih dari 5000 Peneliti Menjadi Rekor Dunia. Dilansir dari nature.com, total peneliti yang terlibat dalam paper ini adalah 5.154 orang. 9 halaman pertama dari 33 keseluruhan halaman artikel adalah artikel ilmiahnya, sisa 24 halaman lainnya hanya untuk mencantumkan nama peneliti dan institusi afiliasinya.

author3

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara 2 tim yang mengoperasiakan ATLAS dan CMS, 2 detektor yang sangat besar dikenal dengan Large Hadron Collider (LHC) yang bertempat di CERN, Eropa-Geneva-Swiss. Masing-masing tim berkolaborasi dengan ilmuwan dari ratusan institusi dan negara.

author
Sebagian peneliti

Setelah bidhuan telusuri, judulnya adalah “Combined Measurement of the Higgs Boson Mass in pp Collisions at s=7 and 8 TeV with the ATLAS and CMS Experiments”, dan benar ribuan peneliti tercantum di versi artikel onlinenya.

Menurut editor Physical Review Letters, Robert Garisto, problem terbesar adalah menyatukan daftar author dari 2 kolaborasi dengan gaya yang berbeda, tetapi Garisto sangat terkesan dengan kolaborasi yang besar terutama dalam menjawab komentar dari editorial jurnal.

Jurnal lainnya yang telah dipublikasi di nature 13 Mei 2015 yang berjudul “Observation of the rare Bs0µ+µ decay from the combined analysis of CMS and LHCb data” dicantumkan dengan 2.700 authors.



Luar biasa, ternyata jurnal yang memiliki IF tinggi Nature (42) dan Physical Review Letters (7) tidak mempermasalahkan banyaknya author yang tercantum di jurnalnya. Berkebalikan di Indonesia, beberapa kasus tertentu malah tidak mencantumkan peneliti yang sebenarnya terlibat.