Begini Cara Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik dengan Nanopatch

0
1583
microneedle

Penggunaan jarum suntik dimulai sekitar 160 tahun yang lalu dan sampai saat ini masih terus digunakan. Seorang profesor ahli biomedik dari Australia, Mark Kendall mencoba berinovasi dan berhasil menemukan serta telah mengujicobakan Nanopatch untuk vaksinasi pada pasien HIV di Papua Nugini. Selain lebih efektif dan mengurangi rasa sakit, biaya produksi nanopatch ini lebih murah dibanding menggunakan jarum suntik.

Nanopatch didefinisikan sebagai tambalan kecil, berukuran 1 cm persegi, namun berisi ribuan titik kecil yang berupa jarum berukuran micro (microneedle) yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Microneedle inilah yang akan membawa masuk vaksin menembus permukaan kulit.

microneedle

Aplikasi nanopatch ini cukup mudah seperti diperlihatkan dalam video berdurasi 13.50 menit dengan menggunakan alat bantu seperti pulpen/ballpoint.

microneedle

Lalu bagaimana prosesnya dan mengapa vaksin bisa masuk melewati lapisan terluar kulit (stratum corneum). Gambar berikutnya menjelaskan bahwa vaksin akan dengan cepat masuk ke lapisan dalam kulit di bawah stratum corneum.

microneedlenanopatch

Uji coba terhadap tikus menunjukan bahwa dosis yang dibutuhkan agar menghasilkan respon imunitas lebih kecil dibanding dengan penggunaan jarum suntik biasa sehingga lebih menghemat biaya vaksinnya. Selain itu, stabilitas vaksin lebih baik ketika menggunakan nanopatch, dengan nanopatch tidak memerlukan untuk disimpan di suhu rendah.

microneedle

Beberapa keuntungan ini membuat World Health Organization mendukung langkah Kendall terutama untuk negara berkembang endemik virus seperti di Papua Nugini yang pada Oktober 2012 diuji cobakan. Dengan penggunaan nanopatch bisa menekan biaya 10 kali injeksi vaksin biasa.

Mungkin bertanya-tanya mengapa disebut nanopatch padahal masih berukuran micro jarumnya. Jawabannya ada di formulasi vaksin yang berukuran nano ketika diaplikasikan ke jarum micro-nya. Nanopatch saat ini telah dipatenkan oleh Kendall dan masih dalam tahap uji klinis. Sebuah inovasi yang akan diterapkan dimasa yang akan datang paling tidak 2-3 tahun kedepan.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah video presentasi dari Profesor Mark Kendall