Bagaimana nanoteknologi untuk kosmetik dan formulasi topikal lainnya saat ini?

0
2490
kosmetik

Bidhuan.id – Apabila peneliti teknologi farmasi di Indonesia masih berbicara mengenai sediaan krim atau losion untuk kosmetik maka bisa dipastikan sangat sulit untuk diterima di jurnal ber impact factor tinggi saat ini. Lain cerita apabila telah mengarah ke teknologi nanopartikel tentunya dengan metode terbarukan. Tulisan kali ini mari kita lanjutkan untuk mereview jurnal terbaru di bidang nanoteknologi kosmetik dan sediaan topikal.

1. Sistem Nanopartikel Lipid

Itulah sistem terbaru yang saat ini gencar diteliti. Ada 2 jenis, lipid nanopartikel padat dan pembawa lipid nanostruktur atau lebih dikenal solid lipid nanoparticles (SLN) dan nanostructured lipid carriers (NLC). Kedua sistem ini bisa diterapkan di sistem liposom maupun emulsi.

2. Sejarah perkembangan teknologi nanopartikel lipid

Nanopartikel lipid padat (SLN) di kembangkan sejak awal tahun 1990. SLN dibuat dengan cara menggantikan minyak lemak pada sistem emulsi m/a dengan padatan senyawa lipida. Ukuran partikel SLN saat itu berada di rentang submikron 40-1000nm.

Pada generasi kedua dari teknologi nanopartikel lipid, pada tahun 2000 ditemukan sistem NLC yaitu dengan cara mencampur antara senyawa lipida cair dengan senyawa lipida padatan. Sistem ini mulai diterapkan di bidang kosmetik.

Teknologi NLC dikembangkan untuk mengatasi masalah utama dari sistem SLN. NLC memiliki kapasitas enkapsulasi obat yang lebih baik dibanding dengan SLN (2001). Tapi saat ini banyak penelitian yang mencoba meningkatkan kemampuan enkapsulasi obatnya.

3. Kelebihan sistem Nanopartikel Lipid

– Dapat memproteksi zat aktifnya terhadap degradasi kimia
– Bisa mengatur kapan waktu release obatnya
– Mudah untuk diproduksi dalam skala besar
– Sangat baik ditolerasi tubuh (biokompatibel dan biodegradable)
– Tepat sasaran (Drug Targeting)
– Meningkatkan penetrasi obat
– Meningkatkan oklusi dan hidrasi kulit
– Pembawa yang aman untuk kulit

4. Metode pembuatan

Banyak sekali metode pembuatan yang telah dilakukan para peneliti, tapi teknik homogenisasi dengan tekanan tinggi memiliki banyak keuntungan diantara lainnya. Diantaranya, mudah untuk scale up, tanpa penggunaan pelarut organik, dan waktu pembuatan yang relatif singkat. Metode inilah yang telah digunakan diberbagai industri Farmasi di dunia terutama dalam produksi emulsi nutrisi parental.

Oleh karena itu, metode inilah yang paling layak di gunakan untuk skala industri di bidang kosmetik dan formulasi topikal.Metode ini dapat dilakukan dengan 2 kondisi, kondisi dingin dan panas. Dalam skema di atas langkah pertama adalah bahan aktiv di dispersikan dalam lipida padat yang dileburkan untuk SLN. Untuk NLC bahan obat dicampurkan dengan lipida cair dan leburan lipida padat.

Kedua kondisi untuk sistem dingin dan panas berbeda dalam tahap selanjutnya. Dengan menggunakan homegenizer bertekanan tinggi akan didapatkan lipid nanopartikel.

5. Aplikasi dalam kosmetik dan sediaan topikal

– Topikal glukokortikoid

Merupakan pilihan pertama dalam pengobatan atopik dan kontak dermatitis. Prednicarbate pilihan obat pertamanya, akan tetapi memiliki kelemahan memisahkan fungsi antiinflamasi dengan efek antiproliferasi. Dengan sistem SLN efek samping ini bisa dihindarkan.

Antiandrogen

Aplikasi melalui oral dari cyproterone dapat digunakan untuk mengurangi sebum dan anti acne. Tetapi pada wanita bisa menyebabkan efet teratogenik, begitu pula untuk pria dapat terjadi penurunan libido, gynecomastia dan penurunan densitas mineral pada tulangnya. Untuk itu perlu dipikirkan untuk jalur melalui kulit. Penggunaan sistem SLN 4-5 kali lebih baik tingkat penetrasinha dibandingkan dengan krim dan emulsi biasa. Selain itu, SLN dapat menuju target jaringan yang tepat sasaran.

Derivat Vitamin A (tretinoin, isotretinoin)

Tretinoin dan Isotretinoin merupakan metabolit vitamin A yang digunakan untuk penyakit proliferatif dan peradangan kulit. Satu kelemahan utamanya adalah iritasi kulit seperti erythrema. Untuk itulah sistem SLN diterapkan.

Non-streoidal anti-inflammatory drug (NSAID)

Banyak sekali jenis obat NSAID yang diusahakan beralih ke aplikasi melalui kulit dikarenakan memiliki efek samping apabila digunakan secara oral. Dengan beberapa kelebihan yang disebutkan diatas tak heran banyak peneliti yang mencoba menggunakan sistem nanopartikel lipid.

6. Opini

Saya yakin di Indonesia bisa membuat sistem ini, tapi sangat sulit untuk mengkarakterisasinya. Untuk karakterisasi nano partikel tentunya memerlukan instrumen yang spesifik seperti Particle Size Analyzer, Zeta Potensial, X-Ray Diffraction, Scanning Electron Microscope, Differential Scanninh Calorimetry, NMR dan lainnya. Alat-alat ini hanya di miliki di universitas dan pusat penelitian tertentu dan antriannya cukup panjang dengan registrasi dan administrasi yang berbelit. Itulah sebabnya kita selalu kalah beberapa langkah dengan peneliti lain di Luar Negeri.

Referensi : Pardeike et all. Lipid nanoparticles (SLN, NLC) in cosmetic and pharmaceutical dermal products. Int J of Phar. 2009,366(1–2),170–184

Baca: 5 Efek Samping Bahaya Natrium Benzoat yang Harus Kita Waspadai