Hati-hati kosmetik nanoteknologi tabir surya berbahaya!

0
2228
nano teknologi tabir surya

Bidhuan.id – Studi terbaru dari MIT and the Harvard School of Public Health (HSPH), menemukan bahwa bahan aktif dalam kosmetik tabir surya/sunscreen yang biasa anda gunakan apabila diformulasikan dalam ukuran nano (nano partikel) bisa merusak DNA dalam sel dan berpotensi untuk menjadi kanker. Baiklah dalam tulisan pengalaman kali ini akan bercerita tentang informasi terbaru bahwa kosmetik nanoteknologi berbahaya.

1. Apa keunggulan sediaan kosmetik berukuran nano?

Mengapa industri kosmetik saat ini jatuh cinta terhadap nanoteknologi? karena memang memiliki banyak manfaatnya, (Muller et all, Nanostructured lipid carriers (NLC) in cosmetic dermal products. Adv Drug Deliver Rev,2007,59(6),522–530.)

– Meningkatkan stabilas kimia dari bahan aktif

Sebagai contoh pada sedian nano emulsi dan nano liposom. Pada umumnya sediaan kosmetik menggunakan teknologi nano emulsi, sistem emulsi memungkinkan memproteksi bahan aktifnya terhadap degradasi kimia. Sistem emulsi m/a atau a/m bisa dipilih agar bahan aktif berada di sistem yang tahan akan degradasi kimia bisa di phase minyak ataupun air tergantung sifat dari bahan aktifnya. Sama halnya dalam sistem liposom. Sebenarnya ada sistem terbaru yaitu Nanostructured lipid carriers (NLC) yang akan saya bahas di tulisan pengalaman berikutnya.

– Membentuk film di kulit

Dengan meningkatnya ukuran partikel makan tingkat adhesive di permukaan kulit juga meningkat dan akan membentuk semacam lapisan film yang tipis yang berpengaruh terhadap oklusivitas terhadap kulit. Dengan kata lain, kita bisa mengatur berapa lama waktu yang diinginkan agar bahan aktif tetap menempel di kulit dengan membentuk lapisan film dalam permukaan kulitnya.

– Meningkatkan hidrasi di kulit

Pada umumnya, dengan meningkatnya tingkat oklusi di kulit maka akan meningkatkan hidrasi kulit dikarenakan berkurangnya konten air.

– Meningkatkan bioavabilitas untuk kulit

Untuk sediaan kosmetik, bahan aktif harus terlokalisasi di kulit dan tidan menimbulkan efek sistemik alias meresap sampai ke peredaran darah atau dikenal dengan sistem transdermal. Tingkat tingkat oklusi dan hidrasi yang tinggi menyebabkan bioavabilitas di permukaan kulit lebih baik pada nano partikel.

2. Mengapa kosmetik nanoteknologi tabir surya berbahaya?

Para peneliti dari MIT meneliti 5 tipe bahan aktif nanopartikel tabir yang sering digunakan dan telah dipasarkan seperti silver, zinc oxide, iron oxide, cerium oxide, and silicon dioxide (also known as amorphous silica). Beberapa dari bahan tabir surya tersebut dalam ukuran nano dapat memproduksi radikal bebas (ROS) yang bisa membahayakan DNA. Ketika partikel tersebut mencapai tubuh dan terakumulasi di jaringan akan lebih berbahaya.

Sebetulnya bahan aktif tabir surya ini akan sulit berpenetrasi melalui kulit atau terinhalasi, lain cerita apabila dalam bentuk nano yang akan merubah baik sifat fisika, kimia bahkan biologinya. Sehingga dimungkinkan akan berpenetrasi dengan mudah ke dalam sel tubuh kita.

ZnO sebagai contoh, merupakan zat aktif yang paling aman untuk digunakan sebagai tabir surya. Tapi saat ini, apabila dalam bentuk nano partikel dapat menghasilkan radikal besar yang dapat bereaksi terhadap DNA yang kemudian bisa menyebabkan kanker.

Saya tidak langsung percaya begitu saja, tetapi setelah menelaah di jurnal, ternyata benar senyawa TiO2 (Titan Dioksida) yang digunakan dalam tabir surya berukuran 10–20 nm menyebabkan tidak biodegradabel dalam tubuh dan dapat berinteraksi terhadap sistem kekebalan tubuh, apabila terakumulasi dalam jaringan akan berbahaya. TiO2 akan aman apabila berada berukuran sekitar 50-200 nm. (Perdeike et all, Lipid nanoparticles (SLN, NLC) in cosmetic and pharmaceutical dermal products. Int J of Phar. 2007, 59(6),522–530).

Jurnal lainnya saya temukan. Menyebutkan bahwa kosmetik bubuk yang berukuran nanopartikel berbahaya terhadap paru-paru dan bisa menyebabkan resiko penyakit. (Nazarenko et all,Potential for Inhalation Exposure to Engineered Nanoparticles from Nanotechnology-Based Cosmetic Powders. Environ Health Perspect.2012; 120(6): 885–892.)

Baca juga: Kosmetik dan Obat Ilegal Ternyata Hasil Selundupan dari Luar Negeri

3. Kesimpulan/Opini

Berdasarkan informasi terkini, menurut saya sebaiknya hindari kosmetik tabir surya yang bertuliskan nano partikel. Karena lebih efektif dan aman dalam bentuk partikel normal. Beberapa ahli saat ini sedang mencari solusi bagaimana supaya sistem nanopartikel aman untuk kosmetik tabir surya. Sebagai contoh, bagaimana agar memformulasikan TiO2 berada di rentang 50-200 nm. Tapi saat ini, apakah anda yakin TiO2 di sediaan tabir surya sekarang berukuran direntang itu. Jadi sekali lagi, hindari kosmetik nanoteknologi tabir surya! tidak setuju? silahkan berdiskusi disini



Baca: Daftar Baru 24 Kosmetik Berbahaya yang Ditemukan BPOM