Curcumin Prospektif untuk Obat Luka Karena Diabetes

0
1535

Penelitian terbaru membuktikan bahwa curcumin memiliki kemampuan untuk mempercepat penyembuhan luka kronis salah satunya disebabkan oleh Diabetes. Oleh karenanya curcumin prospektif untuk obat luka karena diabetes.

fungsi curcumin
rainforestherbsshop.myshopify.com

Curcumin (diferuloylmethane) merupakan senyawa polyphenolic yang berwarna kuning dan banyak didapatkan dari isolasi spesies Curcuma, Zingiberaceae atau kunyit-kunyitan. Manfaatnya sangat banyak dan efektif untuk pengobatan berbagai penyakit seperti gambar diatas. Tapi dipostingan kali ini akan fokus kaitannya dengan aplikasi di kulit yaitu untuk Obat Luka Karena Diabetes.

mekanisme luka diabetes
medchrome.com/major/surgery/delayed-wound-healing-diabetes-mellitus/

Sebelumnya mari  kita mengenal apa bedanya luka biasa dengan luka kronis seperti karena diabetes. Mungkin bidhuaners sempat bertanya, mengapa luka pada diabetes sulit untuk diobati dan bahkan banyak mendengar kasus amputasi. Di bagan di atas bisa menjawab secara ilmiah, ada perbedaan yang signifikan antara mekanisme luka normal dengan luka karena diabetes.

Untuk penyembuhan luka normal sebetulnya telah dijelaskan di postingan sebelumnya. Namun disini lebih jelas karena dibandingkan langsung dengan luka kronis atau dikenal pula penyembuhan luka abnormal. Bisa diperhatikan bahwa siklus pelepasan makrofage dan neutrofil dan berujung ke aktivasi growth factor dan proferasi serta akumulasi Matriks Ektraselular (ECM) berjalan dengan sempurna, agen anti peradangan juga meningkat sehingga penyembuhan luka dapat dicapai.

Berbeda dengan kasus luka diabetes, dimana jumlah neutrofil meningkat pesat sebagai akibat adanya reaksi radikal bebas dari oksigen yang tinggi, selain itu agen peradangan meningkat menyebabkan timbul peradangan hebat di kulit. Selain itu, ECM terdegradasi karena aktivitas degradasi dari growth factor menyebabkan sel tidak mampu untuk berproliferasi dan aktivitas penyembuhan luka terhambat bahkan rentan ditumbuhi bakteri.



Teori ini dibuktikan oleh penelitian dari Kant et all (Int. J. Immunopharmacol, 20,322–330 (2014)). Dimana menguji cobakan Curcumin dalam bentuk gel ke tikus yang diinduksi diabetes. Curcumin mampu meningkatkan kontraksi luka, menurunkan ekspresi enzyme TNF-α, IL-1β and MMP-9 yang merupakan enzim yang menginduksi radang di cytokine, meningkatkan enzyme IL-10 yang merupakan agen anti radang, meningkatkan SOD (superoxide dismutase), catalase and glutathione peroxidase yang menghambat munculnya radikal bebas atau memiliki khasiat antioksidan. Dari hasil ini disimpulkan bahwa curcumin prospektif untuk dijadikan obat luka karena diabetes.