Luar Biasa Totalitas Bupati dan Gubernur Sumsel Dukung Sriwijaya FC

0
1667

Persib Bandung didukung penuh oleh bobotoh sekaligus Walikota Bandung, Ridwan Kamil dan juga Gubernur Jabar, Ahmad Heriawan yang akan turut mendukung langsung ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Ternyata Sriwijaya FC pun memiliki suporter setia dari para Kepala Daerah, termasuk Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai dan juga Gubernur Sumamtera Selatan, Alex Noerdin.

Luar Biasa Totalitas Bupati dan Gubernur Sumsel Dukung Sriwijaya FC. Dilansir dari media officer Sriwijaya FC di Facebook, Bupati Lahat dan Gubernur turut serta mendukung tim kesayangannya demi mengharumkan nama daerahnya.

Bupati lahat
Sumber : fb Sriwijaya FC

Secara pribadi, Bupati Lahat juga memberi bantuan biaya operasional untuk keberangkatan suporter SFC, serta kepada media untuk melakukan peliputan Titus Bonai dan kawan-kawan selama di Jakarta.

“Sebagai wong Sumsel, tentu kita bangga melihat SFC bisa masuk final. Mudah-mudahan SFC menjadi juara. Ada bantuan untuk final ini, berapa jumlahnya tidak penting. Intinya kita harus mendukung SFC agar bisa juara dan banyak cara untuk mendukung SFC. Kalau ada waktu, bisa datang langsung ke stadion (GBK). Kalaupun tidak bisa, mungkin mengadakan nonton bareng di daerah masing-masing,” ujar Wari.

Untuk pertandingan Final ini Wari yang juga akan menggelar turnamen Futsal se Sumsel ini memprediksi SRIWIJAYA FC akan meraih kemenangan dan menjadi juara Piala Presiden 2015.

Selain itu Alex Nurdin, Resmi Melepas 20 Bus yang digunakan untuk memberangkatkan ribuan suporter SRIWIJAYA FC ke Jakarta, Jumat (16/10) untuk mendukung langsung Partai Final Piala Presiden antara SRIWIJAYA FC vs Persib Bandung.

gubernur sumsel melepas suporter
Sumber : fb Sriwijaya FC

Selain bantuan 20 Bus Gratis, Gubernur Sumsel juga akan memberikan TIKET GRATIS PERTANDINGAN FINAL untuk ribuan suporter ini.



Benar-benar final nanti syarat akan gengsi kedaerahan. Semoga persaingan ini menjungjung tinggi nilai sportivitas sekaligus menyadarkan para elit politik antara Kemenpora dan PSSI yang saat ini sedang berseteru. Sepakbola Indonesia saat ini benar-benar membutuhkan wadah kompetisi yang kompetitif di tahun 2015 ini.