Netizen Galang Dana Untuk Rio Haryanto Agar Harumkan Indonesia di F1

0
4167
RIo Heryanto donasi

Rio Haryanto, pebalap kebanggaan Indonesia berhasil mencatatkan prestasinya di GP2 tahun 2015 ini, sebuah ajang kompetisi satu level dibawah Formula 1. Atas prestasinya yang masuk 3 besar, beberapa tim F1 berminat untuk merekrutnya. Sayangnya jutaan dollar dana perlu dihimpun. Rio juga mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia, Presiden Jokowi lewat Menpora siap membantu mencarikan sponsor. Sampai saat ini dana yang terkumpul masih belum tercukupi.

Netizen Galang Dana Untuk Rio Haryanto Agar Harumkan Indonesia di F1 lewat situs fund raising kitabisa.com, dukungan dari masyarakat pun mengalir. Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut mencarikan solusi agar bisa mendapatkan dana segar sebesar 16 Juta Dolar.

“Kemarin waktu menang saja katanya sampai panitia itu nyari di Google lagu Indonesia Raya. Benderanya pun dibalik dari bendera Monako yang mirip. Kenapa? Karena dia enggak pernah berpikir ada orang Indonesia yang bisa menjuarai kejuaraan ini,” Ujar Ahok dilansir detik.com.

“Kurang 10 juta euro sekarang. Kalau kamu sumbang 1 juta euro kira-kira Rp 16 miliar. Kalau DKI sumbang segitu saya kira oke. Cuma mesti cari tahu bagaimana caranya karena ini enggak pakai lelang. Nah ini sponsor bayarnya gimana, kan ini pertama kali kan. Cuma satu orang gimana mau lelang,” tutup Ahok.

Sementara itu Netizen berusaha sekuat tenaga dan itupun mendapat apresiasi dari akun resmi Rio Haryanto.


Berikut adalah penggalan dari situs pencari dana Kitabisa.com

Perjuangan Rio mengharumkan nama bangsa di dunia olahraga sudah dimulai sejak usia 6 tahun. Sepanjang karirnya, Rio pernah mendapat perlakuan yang dirasa kurang mengenakkan.

RIo Heryanto donasi

1. GP3 Series 2010 – Istanbul, Turki: Panitia lomba tidak menyangka akan ada orang Indonesia menjadi juara. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bahkan belum disiapkan dan mereka harus membalikkan bendera putih-merah Polandia untuk dijadikan bendera merah-putih Indonesia di podium kemenangan.

2. GP3 Series 2010 – Silverstone, Inggris: Rio naik podium di race pertama dan panitia lomba kemudian membongkar mobil Rio karena dicurigai curang. Setelah diperiksa, pelanggaran tidak ditemukan namun mereka tidak memasang kembali mobil Rio dengan baik. Rio akhirnya harus tersingkir di race kedua karena kerusakan komponen mobil.

“Panitia benar-benar tak percaya kalau Rio bisa begitu cepat pada race 1. Silakan saja membongkar mobil Rio tapi tolong dikembalikan seperti semula. Yang ada mereka malah memasang lagi alat itu dengan tidak sempurna dan bahkan kalau dilihat lebih detail ada yang bengkok. Benar-benar pengalaman buruk, karena itu tidak bisa diprotes.” ujar Sinyo Haryanto, ayahanda Rio.

3. GP2 Series 2015 – Monza, Italia: Rio mendapat penalti karena dianggap mengambil keuntungan dengan memotong jalan. Padahal, Rio ingin menghindari tabrakan dan bahkan sudah melambatkan mobilnya supaya tidak dianggap mengambil keuntungan. Sementara itu, pembalap lain yang jelas-jelas memotong jalan dan tidak mengurangi kecepatannya justru tidak mendapat penalti.

4. GP2 Series 2015 – Sochi, Rusia: Rio sudah menyalip untuk berada di posisi pertama sebelum sinyal safety car menyala (jika terjadi kecelakaan, safety car diturunkan dan peserta tidak boleh salip menyalip) namun panitia menyatakan Rio harus turun ke posisi kedua. Sebaliknya, komentator siaran GP2 di TV Karun Chandhok pun mengatakan bahwa Rio berhak menjadi juara.

5. F1 2015 – Suzuka, Jepang: Peluang Rio naik ke Formula 1 ditertawakan dan dijadikan lelucon oleh salah satu komentator siaran F1 di TV internasional. Ia mempermainkan nama Rio dengan sebutan seperti “Rio de Janeiro”, “Harry Auntie”, dan “Harry’s Auntie”



Selain cuplikan diatas, lengkap dibahas apa tujuan dari penggalangan dana dan apa keuntungan buat Indonesia jika Rio berlaga di F1. Bagi yang ingin menyumbangkan dana bisa diklik di link berikut ini