Imunisasi DPT, Apa Fungsi Serta Efek Sampingnya ?

181
Imunisasi DPT - Apa Fungsi Serta Efek Sampingnya
Imunisasi DPT - Apa Fungsi Serta Efek Sampingnya

Bidhuan.id – Imunisasi DPT merupakan satu dari 5 macam imunisasi yang harus serta wajib diberikan oleh anak Indonesia. Lalu apa saja manfaat imunisasi dpt itu ? Pertama, imunisasi ini sejenis vaksin yang harus diberikan pada tubuh sebagai vaksin dasar untuk bayi. Berapa harga vaksin dbt, tujuan serta efek sampingnya ? Semua akan dibahas lengkap dalam artikel ini.

Pada dasarnya, bayi memang rawan terserang penyakit. Selain pemberian asi ekslusif untuk membuat anak menjadi sehat, cerdas dan kuat dari berbagai serangan penyakit, pemberian imunisasi juga harus diberikan pada si kecil untuk membantu tumbuh kembang anak. Lantas pada usia berapa imunisasi dpt diberikan ?

Pengertian Imunisasi Dpt

DPT merupakan singkatan dari diferi, pertusis, tetanus. Itu semua adalah jenis penyakit yang perlu dihindari, dengan kata lain, imunisasi dpt adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil dari penyakit DPT tersebut. Imunisasi diberikan dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh yang didalamnya terdapat zat anti bakteri yang menyebabkan anak tidak bisa terserang ketiga jenis penyakit DPT.

Manfaat Imunisasi Dpt

Seperti yang sudah diketahui bahwa kekebalan tubuh bayi mudah terserang bakteri dan virus, maka dari itu pemerintah mencanangkan 5 imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, dan pemberian vaksin DPT merupakan imunisasi yang paling dasar. Bermanfaat untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit diferi, pertusis serta tetanus pada bayi.

Maka dari itu, pemberian vaksin harus sesuai dengan jadwal, agar perlindungan tersebut tidak telat dan menyebabkan bayi terlanjur terinfeksi virus penyebab penyakit DPT tersebut.

Jadwal Pemberian Imunisasi DPT

Pemberian imunisasi dpt total dilakukan sebanyak 5 kali, dengan rincian 3 kali imunisasi dpt dasar, dan 2 kali imunisasi dpt lanjutan. Tubuh bayi baru akan memiliki antibody yang protektif terhadap virus serta bakteri penyebab penyakit diferi, pertusis serta tetanus setelah imunisasi dpt yang ketiga. Berikut jadwal imunisasi dpt dasar :

  1. Berikan imunisasi dpt pertama kali pada saat bayi berumur 2 bulan,
  2. Berikan lagi pada saat bayi sudah berumur 3 bulan,
  3. Yang terakhir, berikan imunisasi dpt dasar yang terakhir pada saat bayi berumur 4 bulan.

Setelah itu, pemberian imunisasi dpt perlu diulangi kembali yaitu :

  1. Berikan vaksin dpt lanjutan pada saat, 1 tahun setelah bayi mendapatkan imunisasi dbt dasar yang ketiga.
  2. Berikan lagi vaksin dpt pada saat anak sudah berusia 5 tahunan, yaitu ketika anak sudah memasuki masa sekolah.

Baca: Kenali Perbedaan Vaksin dan Serum

Dosis Serta Cara Pemberian Vaksin DPT

Cara pemberian vaksi dpt dilakukan dengan menyuktikkan kepada bayi melalui otot (secara intramuscular). Imunisasi ini diberikan secara gratis di puskesmas, namun biasanya akan terasa panas serta ada beberapa bayi yang demam selama 3 hari setelah pemberian vaksin dpt ini. Akan tetapi saat ini sudah ada jenis vaksin dpt tidak panas, yang tidak akan menyebabkan bayi demam. Jika memang terserang demam, hanya 1 hari saja.

Pemberian vaksin dpt ini biasanya disuntikkan pada bagian depan, paha atas. Dosis untuk 1 kali suntik vaksin dpt yaitu sebanyak 0,5 ml per anak. Perlu diketahui bahwa, menyuntikkan vaksin dpt tidak diperbolehkan di bagian pantat, karena beresiko melukai saraf yang ada disekitar pantat, serta tidak dianjurkan disuntikkan ke dalam kulit karena beresiko menimbulkan reaksi lokal pada daerah kulit.

Kontraindikasi Imunisasi DPT

Ada beberapa kontraindikasi yang harus anda pahami, vaksin ini tidak diperuntukkan untuk bayi yang mengalami kondisi berikut :

  • Bayi yang barumur 0 bulan (baru saja lahir)
  • Bayi yang memiliki riwayat atau memunculkan reaksi alergi terhadapt jenis vaksin
  • Bayi yang mengalami efek samping berat, pasca menjalani imunisasi dpt 1. Jika dilanjutkan pemberian vaksin DPT yang kedua, maka kemungkinan terjadi efek samping yang lebih berat beresiko lebih besar.

Pasca mendapatkan vaksin DPT, umumnya bayi akan memberikan reaksi panas atau demam. Namun jangan khawatir, karena demam tersebut akan turun dalam beberapa hari. Berikan penanganan seperti mengompres serta memberikan obat penurun demam adalah langkah yang harus anda lakukan. Namun jika demam tak kunjung mereda juga sampai 4 atau 5 hari, maka langsung bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca: Apoteker Disebut Produsen Vaksin Palsu, Muncul Petisi Tolak Pemberitaan Metro TV

Efek Samping Imunisasi DPT

Tetap akan ada efek samping yang terjadi pada bayi. Efek samping ini bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat. Berikut reaksi efek samping yang mungkin dialami bayi :

  • Muncul reaksi lokal seperti kemerahan, dan bengkak yang disertai rasa nyeri di bagian tempat penyuntikkan.
  • Mengalami demam tinggi yang mencapai 380C
  • Bayi akan rewel serta menangis cukup histeris
  • Ada beberapa bayi yang mengalami kejang, namun efek samping ini hanya terjadi 0,008%
  • Terjadi reaksi alergi menyeluruh pada tubuh bayi (sistemik)

Harga Vaksin DPT

Vaksin DPT ini sebenarnya diberikan secara gratis dan merupakan salah satu program dari pemerintah. Namun ada beberapa vaksin yang dijual, yang merupakan jenis imunisasi dbt yang tidak bikin demam pada anak. Nama vaksin ini adalah vaksin infarif HIB (DPaT-HiB), dengan kisaran harga Rp385.000,- untuk sekali vaksin.

Imunisasi dpt memang tidak boleh dilewatkan, karena ini merupakan salah satu langkah membuat anak tetap sehat dengan tumbuh kembang menjadi anak yang cerdas serta kuat. Semoga bermanfaat.



Baca: Kaburnya Kepastian Vaksin Halal yang Beredar