Thiamphenicol: Obat Golongan Antibiotik Spektrum Luas Wajib Resep Dokter

0
363
Thiamphenicol - Obat Golongan Antibiotik Spektrum Luas Wajib Resep Dokter
Thiamphenicol - Obat Golongan Antibiotik Spektrum Luas Wajib Resep Dokter

Bidhuan.id – Thiamphenicol jenis obat apa? Bila anda bertanya-tanya demikian, inilah Jawabannya. Obat Thiamphenicol adalah golongan antibiotik dengan spektrum luas. Sama seperti jenis antibiotik lainnya, antibiotik satu ini juga berfungsi untuk pengobatan yang disebabkan oleh bakteri-bakteri yang sensitif. Thiamphenicol golongan Antibiotik satu ini memiliki gugusan metil-sulfonil analog dari antibiotik Chloramphnicol yang memiliki aktivitas spektrum sama terhadap pertumbuhan bakteri. Namun memiliki kekuatan 2.5 – 5 kali lebih kuat.

Bagaimanakah kegunaan obat ini dan dosisnya ? atau anda ingin mengetahui tentang efek samping obat ini? Berikut ini akan dijelaskan mengenai informasi lengkap kegunaan Thiamphenicol.

Cara Kerja Obat Thiamphenicol :

Obat Antibiotik yang masuk kedalam golongan spektrum luas ini memiliki cara kerja dengan jalan menghambat sistesis dinding sel bakteri, sehingga pertumbuhan bakteri tidak terjadi lagi. Dengan aktivitas bakteriostatik yang luas terhadap bakteri gram negatif dan positif.

Namun, semua bakteri dapat melakukan resistensi terhadap suatu antibiotik dengan mengubah struktur DNA / RNA didalam inti selnya. Sehingga hal ini bisa mengakibatkan resistensi bakteri terhadap Thiamphenicol. Hal ini dapat terjadi karena penggunaan obat dengan dosis yang tidak sesuai dengan anjuran dokter.

Thiamphenicol: Dosis dan kegunaan

Lantas Berapakah dosis Thiamphenicol yang sebenarnya dianjurkan? Dosis yang dianjurkan tentu haruslah sesuai dengan usia dan berat badan. Berikut ini penjabaran dosisnya:

  • Dosis untuk Dewasa

Thiamphenicol 500 mg dosis dewasa untuk diminum 3-4 kali sehari

  • Dosis untuk Anak-anak

Dosis untuk anak-anak 50 mg sehari tiap kg/ BB yang terbagi dalam 3-4 kali sehari

  • Bayi : umur kurang dari 2 minggu, prematur

Dosis sehari sebanyak 25 gr/kg BB, yang terbagi dalam 3-4 kali sehari

Secara umum, obat ini haruslah digunakan sesuai dengan resep dokter. Sehingga anda yang ingin menggunakan obat ini harus dengan dosis yang dianjurkan, karena akan berdampak buruk jika terjadi resistensi bakteri.

Baca: Hati-hati! Sebelum Terapi Antibiotik, Pahami Dulu Tentang Resistensi Antibiotik

Biasanya dokter membuat resep dengan obat ini untuk mengobati penyakit  tipus, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri atau berpotensi terserang bakteri.

Bakteri yang sensitif terhadap antibiotik ini :

  • Salmonella sp. Bakteri penyebab sakit typus atau demam tifoid
  • H. Influenzae Bakteri yang menginfeksi meningeal, penyebab penyakit meningitis
  • Jenis Bakteri Gram Negatif penyebab bakteremia
  • Limfogranuloma psittacosis dan Rickettsia

Thiamphenicol Contraindication dan Efek Samping

Antibiotik ini tidak boleh diberikan kepada orang dengan kondisi seperti :

  • Mereka yang memiliki hipersensitivitas  atau alergi terhadap antibiotik ini
  • Mereka yang memiliki gangguan hati yang berat dan ginjal harus waspada terhadap obat ini
  • Tidak boleh digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri ringan, influenza yang disebabkan oleh virus dan infeksi laring.

Perhatian Penting tentang Obat Thiamphenicol ini:

  • Antibiotik ini hanya boleh digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun mikroorganisme yang dikenal.
  • Jika menggunakan obat ini dalam jangka waktu yang lama, harus diikuti dengan pemeriksaan darah berkala.
  • Kepada pasien dengan gangguan ginjal harus memerlukan penyesuaian dosis
  • Lama penggunaan obat tidak boleh melebihi dosis dan batas waktu yang telah ditetapkan oleh dokter.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati terhadap wanita hamil dan menyusui, karena antibiotiik ini mudah melewati plasenta dan ekskresi ASI.
  • Harus memerlukan kehati-hatian jika diberikan kepada bayi umur kurang dari dua minggu dan bayi prematur agar terhindar dari sindrom Gray
  • Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme nonsusceptible seperti jamur dan bakteri.
  • Perlu diusahakan untuk meminum obat ini pada jam yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek dari obat ini.
  • Jika pasien lupa meminum obat ini pada jam yang ditentukan, maka harus segera meminumnya ketika ingat dengan catatan jadwal dosis selanjutnya tidak terlalu dekat dan jangan menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.
  • Diperlukan kehati-hatian jika digunakan bersamaan dengan obat yang dimetabolisme dengan enzim mikrosomal hati seperti : Fenitoin, Dicumarol, Tolbutamid dan Fenobarbital.

Antibiotik ini memiliki beberapa efek samping yang cukup berbahaya, sehingga penggunaan obat ini tidak boleh diminum sembarangan, dan harus sesuai anjuran dokter. Agar terhindar dari efek samping yang berbahaya bagi kesehatan dan bahkan nyawa seseorang.

Beberapa Efek samping obat diantaranya :

  • Reaksi alergi atau hipersensitivitas obat seperti ruam, demam, angiodema dan urtikaria
  • Reaksi terhadap Gastrointestinal seperti mual, muntah, glositis, stomatitis dan juga diare.
  • Dapat terjadi Diskrasia darah seperti anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia dan granulositopenia
  • Efek samping lain seperti sakit kepala, depresi mental, optik neuitis dan Sindrom Gray.

Baca: Obat Biothicol (Thiamphenicol): Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dan Harga Lengkap

Interaksi Antibiotik Thiamphenicol

Obat ini dapat menyebabkan peningkatan efek warfarin dan sulfonylurea. Selain itu juga dapat meningkatan kadar fenitoin dalam plasma darah. Metabolisme antibiotik akan meningkat jika diberikan bersamaan dengan fenobarbital dan rifampisin.

  • Harga Thiamphenicol

Jika anda membeli obat ini, jangan lupa untuk disertai dengan resep dokter, karena obat ini tidak dijual bebas. Harga jual Thiamphenicol di apotik berkisar Rp. 108.307 untuk satu kotak yang berisi 100 kapsul dosis 500 mg.

Demikianlah informasi tentang Obat Thiamphenicol yang dapat di informasikan untuk menambah wawasan anda tentang obat antibiotik ini sehingga bisa terhindar dari kontraindikasi dan efek samping yang berbahaya.



Baca: Antibiotik Golongan Sefalosporin – Jenis Antibiotik Golongan B-Laktam untuk Terapi Infeksi Bakteri