Obat Gabapentin: Obat Antiepilepsi untuk Mencegah Gejala Kejang

883
Obat Gabapentin Obat Antiepilepsi untuk Mencegah Gejala Kejang
Obat Gabapentin Obat Antiepilepsi untuk Mencegah Gejala Kejang

Bidhuan.id – Obat Gabapentin adalah salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk mencegah hingga mengontrol kejang serta membantu meredakan nyeri saraf. Obat ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit epilepsi, namun hanya dapat digunakan untuk mencegah kejang. Lalu, apa saja informasi detail dari obat Gabapentin ini? Berapa Dosis yang dianjurkan untuk mencegah gejala Kejang? Apa saja Efek samping yang ditimbulkan dari penggunan Obat Antiepilepsi ini? Beraga Harga Obat Gabapentin di Apotik? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak bersama ulasannya dibawah ini.

Epilepsi atau yang dikenal juga sebagai penyakit ayan adalah sebuah penyakit yang dapat membuat penderitanya mengalami kejang hingga berulang-ulang. Untuk mencegah kondisi tersebut, biasanya dokter akan memberikan resep obat antiepilepsi agar tidak terjadi kejang. Salah satunya seperti obat Gabapentin ini.

Farmakologi Obat Gabapentin

Obat Gabapentin sendiri memang diketahui masuk pada golongan obat anti-epilepsi. Fungsi utamanya bukan untuk menyembuhkan penyakit epilepsi, melainkan untuk mencegah terjadinya kejang selama dikonsumsi secara rutin dan teratur sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, obat Gabapentin adalah golongan obat resep yang biasanya hanya akan dianjurkan oleh dokter.

Obat antiepilepsi ini juga ternyata dapat membantu meredakan rasa sakit yang berkelanjutan karena kerusakan saraf. Namun obat Gabapentin bukan merupakan obat untuk meredakan rasa sakit dalam keseharian yang disebabkan oleh luka ringan. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, berikut ini adalah detail obat Gabapentin yang dapat kita ketahui bersama.

Informasi Obat Gabapentin :

  • Indikasi Obat Gabapentin (Obat Gejala Kejang Epilepsi)

Pada dasarnya, obat Gabapentin memiliki fungsi utama untuk mengendalikan dan mencegah kejang pada penderita penyakit epilepsi. Namun bukan untuk menyembuhkan penyakit epilepsi pada penderitanya. Dengan kata lain, obat Gabapentin merupakan terapi tambahan bagi penderita epilepsi yang tidak toleran pada dosis obat antiepilepsi tunggal ataupun kombinasi.

  • Kontra Indikasi Gabapentin

Kontra indikasi dari Obat Gabapentin ini adalah sebaiknya tidak diberikan pada penderita yang memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan atau komponen obat.

  • Dosis Obat Gabapentin untuk Mencegah Gejala Kejang

Secara umum, obat Gabapentin diberikan secara oral tanpa harus memperhatikan anjuran makanan yang dikonsumsi. Adapun dosis yang dianjurkan antara lain adalah :

  1. Untuk dewasa dan anak-anak dengan usia diatas 12 tahun dapat mengkonsumsi Gabapentin antara 900 hingga 1.800 mg / hari dengan tiga dosis terbagi. Titrasi untuk dosis efektif dapat ditingkatkan secara cepat hingga dapat tercapai dalam beberapa hari dengan dosis 300 mg dihari pertama, dua kali sehari sebanyak 300 mg pada hari kedua, hingga tiga kali sehari sebanyak 300 mg pada hari ketiga.
  2. Dosis selanjutnya, 1.200 mg / hari yang dibagi kembali dalam 3 dosis terbagi. Jika dibutuhkan, dosis tersebut dapat ditingkatkan hingga 300 mg / hari dalam 3 dosis hingga dosis maksimum 2.400 mg / hari. Interval dosis tersebut (3 kali sehari) tidak boleh melebihi waktu 12 jam.
  • Efek Samping Obat Gabapentin (Obat Antiepilepsi)

Tidak berbeda jauh dengan obat lainnya, Gabapentin juga berpotensi menimbulkan efek samping pada penderitanya. Adapun beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain seperti :

  1. Kelelahan
  2. Pandangan buram
  3. Mengantuk
  4. Mulut kering
  5. Sakit kepala
  6. Diare
  7. Sakit perut
  8. Sulit tidur
  9. Gemetar
  10. Perubahan suasana hati
  11. Nyeri otot hingga persendian

Baca: Domperidone Sirup dan Tablet: Fungsi, Dosis, Efek Samping dan Harga di Apotik

Peringatan dan Perhatian

Adapun hal yang harus sangat diperhatikan ketika menggunakan obat Gabapentin antara lain adalah :

  1. Penderita sebaiknya diperingatkan untuk menggunakan obat sesuai dengan resep dan anjuran dokter.
  2. Pemberhentian penggunaan bat ini harus dilakukan secara berahap dengan tengat waktu minimum selama 1 minggu dengan pertimbangan meningkatnya frekuensi kejang yang mungkin terjadi.
  3. Tidak dianjurkan untuk mengemudi atau bekerja saat menggunakan obat ini.
  4. Tingkat efektifitas dan keamanan Gabapentin belum dievaluasi secara sistematik pada penderita dengan usia lanjut.
  5. Sebaiknya hindari penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui karena belum terdapat studi terkontrol yang membuktikan tingkat keamanan penggunaan obat ini.

Demikian di atas tadi adalah informasi mengenai obat Gabapentin sebagai obat gejala kejang epilepsi yang telah kita ketahui bersama. Semoga informasi obat-obatan di atas dapat menjadi sumber referensi yang membantu dan bermanfaat untuk Bidhuaners semuanya.



Baca: Gara-gara Dijilat Anjing, Wanita di Inggris Terinfeksi Bakteri Mematikan