Tetracycline Antibiotik Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

0
967
Tetracycline Antibiotik Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya
Tetracycline Antibiotik Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

Bidhuan.id – Tetracycline Antibiotik merupakan obat antibiotik yang berfungsi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Jika obat ini dikonsumsi secara berlebihan, maka tubuh pasien berpotensi semakin rentan terhadap infeksi dan semakin kebal terhadap pengobatan antibiotik di kemudian hari. Lalu, apa sajakah kegunaan antibiotik ini? Berapa dosis yang diperlukan serta efek samping Tetracycline Antibiotik ini apa saja? Simaklah ulasan berikut.

Kegunaan Antibiotik Tetracycline

Seperti yang disinggung dalam bagian sebelumnya, obat Tetracycline Antibiotik bermanfaat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh saat pasien berada dalam kondisi kurang baik dan kemudian menyebabkan penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat berupa infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, sifilis, klamidia, dan juga infeksi kulit.

Mengingat sifat bakteriostatik yang dimilikinya, obat ini sungguh efektif di dalam membasmi bakteri tersebut. Di samping itu, obat antibiotik ini ternyata juga bisa bermanfaat untuk menyembuhkan rosasea dan jerawat loh.

  • Komposisi

Dalam setiap tablet Tetracycline, terdapat Tetracycline sebanyak 250–500 mg.

  •  Indikasi

Obat Antibiotik ini dapat digunakan untuk menyembuhkan:

  1. Infeksi kulit dan jaringan lunak seperti selulitis, furunkulosis, dan jerawat
  2. Infeksi saluran pernapasan seperti faringitis, sinusitis, dan tonsilitis
  3. Infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan
  4. Infeksi saluran kemih dan kelamin seperti pielonefritis, pielitis, dan gonorrhea
  5. Infeksi karena pembedahan
  6. Infeksi karena berbagai bakteri lainnya seperti riketsia dan demam Q

Selain itu, Tetracycline dapat juga digunakan untuk pengobatan demam tifoid.

  • Dosis Tetracycline Antibiotik

Untuk anak-anak berusia di atas 8 tahun, dosis yang lazim digunakan adalah 25–50 mg/kg berat badan dalam 4 kali pemakaian.

Sedangkan untuk orang dewasa, dosis yang lazim digunakan adalah 1 sampai 2 gram sehari terbagi dalam 2–4 kali pemakaian atau 250–500 mg setiap enam jam sekali dalam jangka waktu 10–15 hari.

Apabila pasien dalam kondisi yang cukup buruk, dosis untuk orang dewasa ini dapat dilanjutkan hingga 30 hari.

Meskipun demikian, pasien lebih baik berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan dosis yang sesuai mengingat obat ini termasuk golongan antibiotik yang memerlukan resep dokter.

  • Cara Pemakaian

Dalam menggunakan obat ini, pasien harus memperhatikan cara pemakaian berikut:

  1. Bacalah aturan pakai terlebih dahulu atau ikutilah anjuran dokter
  2. Obat ini harus dikonsumsi sewaktu perut kosong, kira-kira satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan
  3. Minumlah air yang banyak selama menggunakan obat ini
  4. Pastikan bahwa posisi tubuh pasien berdiri tegak ketika obat diminum
  5. Jangan berbaring dalam waktu 10 menit setelah obat ini diminum
  6. Jika pasien mengkonsumsi pil KB, gunakanlah pula kondom ketika menimum Tetracycline guna mencegah kehamilan sebab efek pil KB mungkin akan terganggu oleh efek Tetracycline.
  • Cara Penyimpanan Obat

Tetracycline wajib disimpan di tempat yang kering serta terlindung dari cahaya. Disarankan pula bahwa obat ini dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

 Baca juga: Hati-hati! Sebelum Terapi Antibiotik, Pahami Dulu Tentang Resistensi Antibiotik

  • Cara Kerja Obat Antibiotik Tetracycline

Tetracycline bekerja dengan cara menghambat sintesis protein. Mekanismenya adalah Tetracycline mengikat sub unit 30s ribosom bakteri sehingga introduksi asam amino pada rantai peptida yang baru terbentuk tidak akan terjadi. Dalam beberapa waktu, bakteri yang baru pun tidak akan terbentuk sehingga tubuh menjadi kebal terhadap bakteri.

  • Efek Samping Tetracycline Antibiotik

Penggunaan Tetracycline dapat menyebabkan efek samping tertentu pada pasien, seperti:

  1. Mual dan muntah
  2. Kehilangan selera makan
  3. Sakit kepala
  4. Sakit perut
  5. Diare
  6. Infeksi jamur yang menyebabkan gatal-gatal pada vagina dan mulut
  7. Sakit atau iritasi tenggorokan
  • Kontra Indikasi

Obat ini tidak boleh diberikan kepada:

  1. Pasien yang mengalami hipersensitivitas atau alergi Tetracycline
  2. Penderita gangguan ginjal berat
  3. Ibu menyusui

Kemudian, obat ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan methoxyflurane.

Peringatan dan Perhatian

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan obat ini adalah:

  1. Tetracycline dapat dikombinasikan dengan obat anti-ulkus untuk mengobati beberapa jenis sakit maag.
  2. Wajib digunakan dengan hati-hati oleh pasien yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang rusak
  3. Tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui
  4. Dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral, sehingga pasien perlu menggunakan alat kontrasepsi lainnya guna mencegah kehamilan
  5. Tidak boleh digunakan pada anak berusia di bawah 8 tahun sebab dapat mengganggu pertumbuhan gigi dan tulang serta menyebabkan perubahan warna pada gigi
  6. Tidak boleh digunakan bersamaan dengan multivitamin, susu, yogurt, suplemen, dan obat pencahar karena dapat membuat Tetracycline menjadi tidak aktif.
  • Kemasan dan Harga Tetracycline Antibiotik

Kemasan Obat antibiotik Tetracycline ini meliputi dus dan botol.

Satu dus berisi 10 strip dan masing-masing strip ini berisi 10 kapsul atau tablet.

Sebagai alternatif bagi pasien, satu botol Tetracycline berisi 1000 kapsul. Yang tersedia dalam berat 250 mg dan 500 mg.

Harga per strip adalah Antibiotik Tetracycline 250 mg adalah Rp 4.100,00, sedangkan harga per strip Tetracycline 500 mg adalah Rp 4.900,00.

Diproduksi oleh PT Kimia Farma.

Mengingat bahwa obat ini tergolong obat antibiotik, pasien tentu harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Tetracycline Antibiotik.



Baca juga: Antibiotik Golongan Sefalosporin: Jenis Antibiotik Golongan B-Laktam untuk Terapi Infeksi Bakteri