Jenis-Jenis Antibiotik, Fungsi dan Kelompok Agen Bakterisida didalamnya

2666
Jenis-Jenis Antibiotik, Fungsi dan Kelompok Agen Bakterisida didalamnya
Jenis-Jenis Antibiotik, Fungsi dan Kelompok Agen Bakterisida didalamnya

Bidhuan.id – Kata antibiotik mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Kita. Saat berobat ke dokter, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik bersama obat lainnya. Sebelumnya, situs Bidhuan sudah membahas Pengertian Antibiotik dan Mekanisme kerja Antibiotik. Nah saat ini akan coba kami ulas mengenai Jenis-jenis Antibiotik mulai dari Penisilin, Sefalosporin, Aminoglikosida, Makrolida, Tetrasiklin, Sulfonamida, Fluoroquinolones hingga Antibiotik yang dikenal cukup beracun yakni Polipetida. Penasaran seperti apa penjelasannya? Apa saja Fungsi Antibiotik-antibiotik tersebut hingga agen bakterisida yang ada pada kelompoknya? Berikut penjelasannya

Definisi dan Sejarah Antibiotik

Pengertian,Sejarah, Fungsi dan Jenis-jenis Antibiotik
Pengertian,Sejarah, Fungsi dan Jenis-jenis Antibiotik

Kata antibiotik berasal dari bahasa Yunani, yaitu “anti” yang berarti melawan dan “bios” yang berarti hidup. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk membantu tubuh dalam melawan infeksi bakteri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antibiotik berfungsi untuk mengobati tubuh dari infeksi bakteri dengan cara menekan atau menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Istilah antibiotik diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Fleming pada tahun 1930. Beliau melakukan penelitian yang menghasilkan antibiotik Penisilin yangmana merupakan antibiotik pertama di dunia.

Antibiotik dapat digunakan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Namun perlu diingat bahwa antibiotik hanya dapat bekerja dalam melawan infeksi bakteri, seperti tipes, bisul, selulitis, dan lainnya. Sehingga tidak dapat digunakan terhadap mengobati infeksi virus, seperti flu, batuk, ataupun bronchitis misalnya.

Karena dikhawatirkan justru akan membahayakan tubuh, sebab virus tidak akan terpengaruh terhadap antibiotik yang diberikan. Dan malah meningkatkan kemungkinan bagi bakteri untuk kebal terhadap antibiotik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan antibiotik sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Untuk Lebih jelas lagi mengenai Antibiotik bisa dibaca pada Artikel sebelumnya yang berjudul Pengertian Antibiotik

Mengenal Jenis-jenis Antibiotik

Jenis- jenis antibiotik dapat digolongkan ke dalam beberapa kelas. Penggolongan tersebut dapat didasarkan oleh struktur kimia, mekanisme kerjanya, maupun pengaruhnya terhadap bakteri. Nah, pada artikel kali ini akan membahas penggolongan jenis-jenis antibiotik berdasarkan struktur kimianya.

Lalu, apa saja jenis-jenisnya? Berikut uraiannya

  • Antibiotik Penisilin

Penisilin merupakan antibiotik yang termasuk kategori antibiotik beta-lactam, yaitu antibiotik yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri saat mereka dalam proses reproduksi. Penisilin sendiri berfungsi untuk mengobati tubuh dari infeksi bakteri tertentu yang berkaitan dengan mata, telinga, gigi, kulit, saluran pernapasan, radang tenggorokan, dan lainnya.

Selain itu, penisilin merupakan sekelompok agen bakterisida yang terdiri dari penisilin G, penisilin V, ampisilin, kloksasilin, nafcillin, tikarsilin, amoksisilin dan oksasilin.

Namun sayangnya, pada beberapa orang penggunaan antibiotik penisilin ini dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap antibiotik. Bahkan, bisa menyebabkan demam atau ruam yang diakibatkan oleh hipersensitivitas terhadap antibiotik.

Oleh karena itu, saat Anda berobat ke dokter penting untuk memberi tahu dokter jika Anda memiliki alergi pada antibiotic penisilin.

  • Antibiotik Sefalosporin

Sama halnya dengan penisilin, sefalosporin juga berguna untuk menghancurkan dinding sel bakteri saat proses reproduksi. Namun, dibandingkan penisilin, sefalosporin memiliki keunggulan yaitu dapat mengobati infeksi yang bersifat lebih serius, seperti meningitis, pneumonia, maupun genorhea.

Agen bakterisida yang termasuk kelompok antibiotik sefalosporin yaitu, cephradine, sefadroksil, cephapirin, cefazolin, sefaleksin, dan sefalotin.

Beberapa efek samping Antibiotik Sefalosporin yakni dapat menyebabkan diare, demam, kram perut, ruam, dll. Sayangnya, bagi Anda yang memiliki alergi terhadap penisilin tidak dapat mengonsumsi antibiotik ini karena kemungkinan besar Anda juga alergi terhadap sefalosporin.

Baca juga: Antibiotik Golongan Sefalosporin: Jenis Antibiotik Golongan B-Laktam untuk Terapi Infeksi Bakteri

  • Antibiotik Aminoglikosida

Aminoglikosida merupakan jenis antibiotik yang sering diberikan melalui suntikan ataupun tetes.

Contoh agen bakterisida dari antibiotik ini, yaitu streptomisin, gentamisin, dan neomisin.

Aminoglikosida terbukti efektif dalam mencegah pembentukan protein pada bakteri yang menyerang. Jenis antibiotik ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit pneumonia, maupun tifus. Tetapi, jika terus menerus dikonsumsi antibiotik ini dapat melemahkan aktivitas pendengaran serta menyebabkan kerusakan pada organ ginjal.

  • Antibiotik Makrolida

Antibiotik makrolida dapat menjadi jalan alternatif bagi mereka yang memiliki alergi terhadap penisilin.

Antibiotik ini bermanfaat dalam mengobati infeksi pada paru – paru, dada, serta lambung yangmana mampu menghambat pembentukan protein pada bakteri yaitu dengan mencegah terjadinya biosintesis protein.

Azitromisin, klaritromisin, dan eritromisin merupakan agen bakterisida dari antibiotik makrolida. Akan tetapi, makrolida memiliki efek samping, seperti diare, mual, bahkan gangguan pencernaan.

Oleh karena itu, makrolida tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui serta pasien lanjut usia karena dapat mengakibtakan kerusakan pada ginjal dan hati.

  • Antibiotik Tetrasiklin

Tetrasiklin adalah jenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi pada kandung kemih, saluran pernapasan, telinga tengah, dan bagian lainnya.

Antibiotik tetrasiklin terdiri atas minocycline, doxycycline, dan tetrasiklin.

Tetapi, penggunaan tetrasiklin dapat menyebabkan efek samping berupa kerusakan pada ginjal dan saraf, seperti permasalahan pada perut dan kepekaan pada cahaya.

Bagi orang yang memiliki permasalahan dengan hati disarankan untuk berhati – hati dalam mengonsumsi tetrasiklin sebab dikhawatirkan dapat memperburuk gangguan yang sudah ada.

Jika ingin mengenal Jenis Antibiotik ini lebih jauh, silahkan baca artikel sebelumnya: Antibiotik Tetrasiklin: Jenis Antibiotik Spektrum Luas untuk Atasi Berbagai Infeksi

  • Antibiotik Sulfonamida

Jenis antibiotik ini terbukti sangat efektif untuk mengobati infeksi pada ginjal. Dan memiliki fungsi yang sama dengan penisilin.

Salah satu jenis obat sulfa yang paling sering digunakan adalah gantrisin.

Namun, antibiotik ini memiliki efek yang berbahaya untuk ginjal. Untuk itu, diharuskan bagi pasien yang mengonsumsi antibiotik ini agar meminum air yang banyak supaya pembentukan kristal obat pada ginjal dapat dicegah.

  • Antibiotik Fluoroquinolones

Fluoroquinolones ialah jenis antibiotik terbaru yang mana merupakan satu – satunya antibiotik yang dapat menghentikan sintesis DNA bakteri secara langsung. Antibiotik ini efektif dalam mengobati infeksi pada saluran pernapasan dan kandung kemih.

Fluoroquinolones terdiri dari ciprofloxacin, norfloksasin, enoxacin, levofloxacin, dan ofloksasin.

Umumnya, antibiotik ini diberikan secara oral (diminum langsung) sehingga lebih mudah untuk diserap oleh tubuh. Walaupun dianggap relatif aman, antibiotik ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak – anak dan wanita hamil karena diketahui dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang. Selain itu, dapat pula menimbulkan efek samping seperti, mual, muntah-muntah, dan diare.

  • Antibiotik Polipetida

Jenis antibiotik ini terdiri dari colistin, bacitracin, dan polimiksin B.

Polipeptida dikenal cukup beracun, oleh karena itu hanya dapat digunakan pada permukaan kulit. Dan biasanya diberikan melalui suntika. Antibiotik jenis ini dapat menimbulkan efek samping seperti kerusakan pada saraf dan ginjal.

Saat ini, ada lebih dari 100 jenis antibiotik yang sudah teridentifikasi. Perlu untuk diketahui bahwa setiap antibiotik hanya dapat bekerja pada bakteri tertentu saja. Sehingga, dapat dikatakan bahwa setiap satu jenis antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang sama.



Baca juga: Pengertian Penggunaan Obat Rasional dan 8 Indikator Pentingnya