Penyakit Sepsis: Komplikasi, Penyebab, Gejala dan Langkah Pengobatan

0
947
Penyakit Sepsis Komplikasi, Penyebab, Gejala dan Langkah Pengobatan
Penyakit Sepsis Komplikasi, Penyebab, Gejala dan Langkah Pengobatan

Bidhuan.idApa maksud sepsis? Penyakit Sepsis, seringkali orang salah mengira penyakit ini dengan Penyakit Septicemia (septikimia) atau infeksi darah. Perlu Anda ketahui jika sepsis itu tak hanya menyerang darah, melainkan juga semua bagian, dan itu termasuk organ tubuh seseorang. Sepsis pada bayi, anak dan manula seringkali terjadi. Jika septikemia lain lagi, di mana ini merupakan sebuah kondisi yang terjadi dikarenakan masuknya bakteri pada aliran darah, kemudian memicu sepsis. Anda harus lebih waspada terhadap penyakit sepsis, karena penyakit yang satu ini bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya, jadi tidak boleh dipandang sebelah mata. Mari baca selengkapnya.

Komplikasi

Kondisi komplikasi terjadi ketika sistem antibodi tubuh bekerja dengan berlebihan kemudian memicu reaksi negatif pada seluruh tubuh seseorang. Sebagai contoh saja penggumpalan darah dan inflamasi. Di mana kondisi tersebut bisa mengurangi hingga menghentikan suplai darah menuju organ vital tubuh seseorang, contohnya organ ginjal dan jantung, dan menyebabkan terjadinya kerusakan permanen. Sekarang mari berlanjut ke pembahasan mengenai apa saja penyebabnya.

Faktor penyebab sepsis

Penyebab Sepsis pada bayi, Anak-anak
Penyebab Sepsis pada bayi, Anak-anak

Sepsis pada bayi, Anak-anak dan manula seringkali terjadi sebab termasuk dalam golongan yang rentan terserang penyakit ini. Hal ini disebabkan karena sistem antibodi tubuh mereka yang lebih lemah. Selain itu, penyebab sepsis adalah karena infeksi yang tak ditangani secara benar.

Contoh infeksi tersebut antara lain pneumonia, infeksi saluran kemih, meningitis, dan radang usus buntu. Perkembangan infeksi harus diwaspadai, melakukan ini sangatlah penting, untuk mencegah serangan sepsis.

Seseorang dengan penyakit tertentu juga beresiko lebih tinggi terserang sepsis. Contohnya yakni orang yang sedang menjalani kemoterapi, dan orang yang terserang penyakit HIV. Juga pasien penyakit jangka panjang (Diabetes dan gagal ginjal), orang yang menderita luka, baik itu luka bekas operasi maupun luka bakar, seseorang yang tengah menderita penyakit cukup parah sehingga dirawat dalam rumah sakit. Selain itu juga, orang yang memakai alat-alat medis, contohnya alat ventilasi dan kateter. Orang yang masuk dalam kriteria sebagaimana disebutkan sebelumnya tersebut harus lebih waspada atas serangan sepsis.

[Baca juga:Waspadai dan Kenali Sejak Dini Penyakit Meningitis Pada Anak]

Gejala Penyakit Sepsis

  1. Menggigil
  2. Demam
  3. Detak jantung beserta nafas lebih cepat

Jika sepsis sudah bertambah parah, bisa berkembang menjadi syok septik. Apabila penderita mengalami syok septik, maka gejala-gejala yang terjadi berbeda, antara lain:

Gejala syok septik

  1. Mual muntah
  2. Kulit dingin dan nampak pucat
  3. Tekanan darah penderita tiba-tiba menurun dengan drastis

Untuk kasus penderita sakit sepsis ini akan memerlukan penanganan medis dengan cepat, direkomendasikan untuk segera dibawa ke rumah sakit. Karena jika dibiarkan, maka penyakit ini bisa berkembang secara cepat, resiko kematian pada pasien pun akan meningkat.

Pengobatan

Pengobatan (obat sepsis)
Pengobatan (obat sepsis)

Apa obat sepsis? Karena sepsis termasuk penyakit yang berbahaya, maka deteksi dini sepsis sangatlah vital, jangan sampai terlambat. Pendeteksian dini mempunyai peran penting untuk proses penyembuhan sepsis. Seseorang yang terdiagnosis sepsis sebelum penyebaran terjadi, penyebaran ke organ vital bisa pulih dengan sepenuhnya, khususnya sesudah menjalani pengobatan antibiotik. Sementara itu, jika sudah parah, dan masuk tahap syok septik, maka penderita wajib menjalani pengobatan di ICU, ruang perawatan intensif, sebab pada kondisi syok septik, organ vital pasien sudah terpengaruh dan memerlukan bantuan peralatan medis ketika infeksi ditangani.

Langkah penanganan medis

  1. Antibiotik
  2. Infus (Bertujuan mengganti cairan tubuh)
  3. Oksigen (apabila kadar oksigen di darah penderita rendah)

Tes darah juga perlu dilakukan pertama kali, hanya untuk mengkonfirmasi infeksi di dalam darah, evaluasi fungsi ginjal, jantung, dan hati, dan juga jumlah trombosit. Juga beberapa pemeriksaan lainnya.



[Baca juga:Gara-gara Dijilat Anjing, Wanita di Inggris Terinfeksi Bakteri Mematikan]