Begini Reaksi La Nyalla dan Imam Nahrawi Tentang Kunjungan FIFA di Twitter

1618
la nyalla imam

Kedatangan delegasi FIFA dan AFC ke tanah air disambut oleh kedua belah pihak yang sedang berkonflik. PSSI maupun pihak pemerintah sama-sama mengharapkan perubahan yang berarti untuk sepakbola di Indonesia. PSSI yang disambut langsung oleh Ketua Umum, La Nyalla Mattalitti dan pemerintah melalui Presiden Joko Widodo dan Menpora, Imam Nahrawi.

Namun nampaknya harapan dan keinginan dari PSSI dan Pemerintah berbeda. PSSI yang menginginkan pembekuan nya dicabut, sedangkan pemerintah akan membentuk tim kecil untuk reformasi sepakbola di Indonesia. Begini Reaksi La Nyalla dan Imam Nahrawi Tentang Kunjungan FIFA di Twitter.

Sahabat twitter, hari ini Presiden @jokowi menerima delegasi FIFA & AFC. Berdiskusi banyak hal terkait reformasi sepakbola kita Presiden @jokowi menyampaikan sejumlah persoalan yg mendera dunia sepakbola kita. Respon dari delegasi FIFA & AFC positif Tanggapan dari FIFA & AFC sangat bersahabat & konstruktif.

Kami bersepakat membentuk tim kecil utk menuntaskan reformasi sepakbola kita Tentu tdk semua hasil pembicaraan hari ini saya sampaikan. Tapi inti dari hasil pertemuan tsb sangat positif. Ada harapan besar Ada harapan besar pembenahan sepakbola kita bisa tuntas. Ada semangat kuat, reformasi sepakbola kita sukses & berprestasi ke depannya.

Saya berharap publik pecinta sepakbola di negeri ini tetap menjaga optimisme bahwa tata kelola sepakbola kita ke depannya lbh baik. semoga

La Nyalla Mattalitti pun ikut memposting keadaan dengan bangganya menerima delegasi FIFA

Dilansir dari situs resmi PSSI, Presiden PSSI, La Nyalla Mattalitti menerima langsung rombongan ini didampingi Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar, Wakil Ketua Umum Erwin Budiawan, Hinca Pandjaitan, anggota Komite Eksekutif, Djamal Aziz dan para Direktur PSSI.

FIFA komitmen mengakui PSSI kepengurusan 2015-2019 hasil Kongres Luar Biasa di Surabaya bulan April lalu. “FIFA berpedoman hasil Kongres di Surabaya. Kongres tersebut dinyatakan sah oleh FIFA,” urai Agum Gumelar.

Terlihat jelas sebenarnya kedua belah pihak masih memiliki harapan yang berbeda terhadap FIFA. Lalu sampai kapankah kisruh sepakbola ini akan berakhir?

Sekjen PSSI Azwan Karim mengatakan hasil keputusan dari delegasi bersama ini akan dilaporkan ke rapat Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss. “Kalau tidak ada jalan keluar, maka dibawa dan diputuskan di Kongres (Februari 2016). Kalau itu terjadi dan sanksi diperpanjang maka baru dilepas di kongres berikutnya,” kata Azwan dilansir PSSI.org.