Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden Terancam Batal Karena BOPI

0
6093
bopi

Kisruh sepakbola antara Kemenpora dan PSSI saat ini kembali diperkeruh dengan adanya Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Setelah sebelumnya merestui Piala Presiden 2015, saat ini justru menjadi tidak akan memberikan rekomendasi jika menjadi turnamen resmi pramusim Indonesia Super League (ISL) 2015/16. Sedangkan untuk Piala Kemerdekaan 2015, disebabkan belum adanya persyaratan yang dipenuhi oleh tim transisi sebagai penggagas kegiatan.

Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden Terancam Batal Karena BOPI. Lagi-lagi penikmat sepakbola nasional harus gigit jari kembali jika BOPI benar-benar akan membuat 2 turnamen ini batal digelar.

“Kalau itu benar jadi turnamen pramusim PSSI, ya BOPI tidak akan terbitkan rekomendasi. Karena PSSI masih dibekukan, sidang (di PTUN) masih berjalan dan belum incraht,” kata Heru Nugroho, sekretaris jenderal BOPI dilansir goal.com.

Lebih lanjut, Heru mengungkapkan pihaknya juga sudah mengkomunikasikan hal tersebut kepada Mahaka selaku promotor turnamen itu.

“Mereka bilang kepada kami, tetap pada posisi independen. Dan soal turnamen pramusim, itu cuma klaim sepihak dari PSSI,” bebernya.

Dilansir dari situs Republika Online, Piala Kemerdekaan terancam pula batal digelar

“BOPI sudah kirim surat ke Tim Transisi untuk melengkapi semua dokumen yang kurang, tapi belum dibalas. Kalau mereka gak bisa penuhi, ya kita gak akan terbitkan rekomendasi,” kata Sekjen BOPI Heru Nugroho di Jakarta, Rabu (6/8).

Menurut dia, Tim Transisi sebetulnya telah mengirimkan beberapa berkas untuk diverifikasi. Namun, ada berkas yang belum dilampirkan terutama terkait legalitas promotor atau pelaksana pertandingan (EO) Piala Kemerdekaan 2015.

“Ini menyangkut tanggung jawab. Jadi harus ada perjanjian yang jelas antara EO dengan Tim Transisi,” katanya menambahkan.

Mantan staf khusus menpora era Roy Suryo itu menjelaskan pihaknya tidak akan gegabah dalam mengeluarkan rekomendasi. Hal ini dilakukan agar semuanya berjalan dengan profesional sehingga berlangsung dengan sukses.

BOPI sebelumnya memberikan batasan kepada Tim Transisi untuk melengkapi berkas persyaratan hingga dari ini. Namun, pihak BOPI mengaku belum mendapatkan tambahan berkas yang dibutuhan.

Kondisi ini jelas memicu sebuah kekhawatiran apakah Piala Kemerdekaan 2015 bisa dilakukan sesuai dengan jadwal yaitu 15 Agustus. Pihak BOPI berharap Tim Transisi segera memenuhi semua berkas agar turnamen yang ditunggu-tunggu ini bisa digelar.

“Soal layak tidaknya (Piala Kemerdekaan), serahkan kepada publik untuk menilainya,” kata Heru Nugroho menegaskan.



Bagaimana menurut bidhuaners? semakin suram dan gelap masa depan sepakbola Indonesia terlabih hanya Indonesia dan Zimbabwe yang tidak ikut Undian Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang artinya Indonesia tidak akan mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018.