Benarkah Persipuramania Gelar Aksi Bakar Bendera? Ini Gambar dan Faktanya.

0
2990
foto bakar bendera

Memang manajemen Persipura Jayapura dan suporternya yang dikenal Persipuramania merasa kecewa berat karena adanya sanksi FIFA dan kisruh antara PSSI, BOPI, dan Menpora, terutama imbas dari gagalnya tampil di 16 besar Piala AFC 2015 melawan Pahang FA. Namun, demo untuk menyuarakan kekecewaannya ternyata ditunggangi oleh oknum yang ingin memecah persatuan.

foto  bakar bendera
Persipura Mania Papua kecewa dengan kegagalan Persipura di AFC

Benarkah Persipuramania Gelar Aksi Bakar Bendera? Ini Gambar dan Faktanya. Foto ini diunggah akun Alfred Otk pada 30 Mei 2015, Wakil Ketua Persipuramania Wilson Samon Sabrah menegaskan bahwa tidak melakukan aksi demo lagi pasca 26 Mei lalu di gedung DPRD Papua [Kumpulan Foto Aksi Demo Persipuramania yang Marah Sindir Menpora]

“Saya tidak tahu soal pembakaran itu. Kami tidak melakukan aksi lagi,” ujar Wilson dilansir  dari Republika online , Jumat (5/6).

Setelah ditelusuri melalui pencarian google image ternyata foto ini di unggah ulang yang sebenarnya kejadian pada 11 Mei 2015 ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Papua.

bendera

Beberapa Netizen yang menganggap Foto ini benar adanya menyerukan kesedihannya karena sampai bertindak membakar bendera.

“Sedih rasanya anak anak papua membakar bendera merah-putih. Seharusnya pembakaran itu tidak terjadi. Tapi menurut admin karena bisa memahami perasaan saudara saudara kita di Papua melakukan hal tersebut.

Seharusnya imam nahrawi juga bisa memahami karakter saudara kita di Papua. Tapi apa yang telah dilakukan imam nahrawi telah mengarah disintegrasi bangsa. Dan admin juga kecewa dengan salah seorang yang berkomentar disalah satu media online yang menyatakan kalau tidak setuju dengan pemerintahan Indonesia ya silahkan Papua keluar saja dari NKRI.
Imam nahrawi telah mengabaikan PANCASILA khusunya sila ke-3 & 5.”



Bagi Netizen lainnya mohon tidak terprovokasi, karena jelas ini adalah tindakan dari oknum yang ingin memperkeruh suasana dengan memanfaatkan kisruh sepakbola nasional terutama kaitannya dengan Gerakan Papua Merdeka.