Kisah dan Video Mati Suri Aslina Mengingatkan Kematian Bukan Akhir dari Kehidupan

0
5382
mati suri

Di bulan ramadhan ini alangkah bermanfaatnya jika kembali membaca kisah inspiratif mati suri dari Ella Az-Zahra Aslina yang mengalami pengalaman spiritual pada 24 Agustus 2006 dan sempat di wawancara di Kick Andy. Gadis yang waktu itu berusia sekitar 24 tahun memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Kisah dan Video Mati Suri Aslina Mengingatkan Kematian Bukan Akhir dari Kehidupan. Aslina berasal dari keluarga sederhana dan telah yatim. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.

Sebelum Aslina memberi kesaksian, dalam video yang diupload oleh Sigit Kuncara yang telah ditonton sekitar 800 ribu orang, pamannya membuka Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka yang merupakan orang yang mengantar dan melihat langsung bahwa denyut nadinya telah hilang di ruang ICU Rumah Sakit Mahkota Medical Center, Malaka, Malaysia.

Pada saat itu jantung Aslina sudah berhenti berdetak dan dokter berusaha untuk mengembalikannya akan tetapi usaha para dokter itu tidak membuahkan hasil,Jantung Aslina tetap berhenti berdetak dan akhirnya dokter menyatakan bahwa Aslina telah meninggal dunia. Namun sang Paman yang ikut menemaninya berobat ke Malaysia tersebut masih setia menunggu di samping Aslina yang sudah tidak sadarkan diri. Dan setelah beberapa jam hal mengejutkan terjadi,Mesin pendeteksi Jantung menunjukkan pergerakan yang menandakan Jantung Aslina mulai berdetak kembali.

Aslina mulai bercerita dipandu oleh Andy, diceritakan rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak.  ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” Ujar Aslina

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “ Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya,

Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.

Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.” Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.

Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi yang sangat berat, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang. Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat.

Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Cerita lengkapnya akan lebih bijak jika menonton langsung videonya .



Seperti pesan terakhir dalam cuplikan video ini bahwa Kehidupan tidak berakhir dengan kematian, tetapi akan ada kehidupan selanjutnya yang lebih kekal.

SHARE