Kisah inspiratif : Bangkit dari 3 Bulan Koma setelah Mengalami Kecelakaan Maut

0
1759
Jack Martindale kisah inspirasi

Kisah seorang pemuda berumur 25 tahun di Inggris yang mengalami koma selama 3 bulan setelah tertabrak mobil menjadi headline di dailymail.co.uk. Tulang tengkoraknya hancur dan terdapat 30 retakan, cedera parah di otak ini menyebabkan dirinya menderita amnesia dan ataksia yang mempengaruhi koordinasi otot dan kemampuan berbicara. Tetapi sungguh mencengangkan, saat ini berhasil lulus dari kuliah nya dan menulis buku tentang kisah hidupnya.

Kurang lebih 4 tahun lalu, tepatnya pada perayaan tahun baru 2010. Jack Martindale dan 2 temannya tertabrak mobil secara tiba-tiba oleh pengendara ugal-ugalan Shamail Ali Shaid. Diberitakan 1 temannya meninggal di tempat dan 1 orang lagi, Chelsea Cannon, yang merupakan pacarnya meninggal di Rumah Sakit. Shamail Ali Syed di adili dan dipenjara selama 7 tahun.

Segera setelah kecelakaan, Jack dioperasi selama 5 jam untuk memperbaiki bentuk tengkoraknya dengan sembilan pelat titanium dan 33 sekrup, lukanya telah mengubah penampilannya. Lebih dari 3 bulan Jack mengalami koma, dan menurut analisa dokter dari 15 skala koma, jack berada di skala 3 yang berarti berada di tingkat paling rendah untuk bertahan hidup. Akibat kecelakaan ini, Jack mengalami cedera kepala pada bagian diffuse axonal. Sehingga menyebabkan amnesia hebat dan ataksia atau kehilangan koordinasi otot dan berbicara.

Jack terbangun dari komanya pada bulan April 2010, dan awalnya tidak bisa berbicara, makan dan juga berjalan, untuk mengembalikan kondisinya kemudian dirawat selama 9 bulan di the Queen Elizabeth Foundation (QEF), sebuah pusat rehabilitas neuron di Surrey.

Pada tahun 2011, akhirnya bisa menyelesaikan kuliah sarjananya jurusan sastra Inggris dan Politik yang telah dimulainya sejak 2007 di Universitas York. Dukungan penuh dari pihak universitas membuatnya bisa menyelesaikan kuliahnya, pihak universitas menyediakan asisten khusus di perpustakaan, pembimbing yang baik dan ahli neurologik. Bahkan selain menjadi sarjana Jack berhasil mempublikasikan buku kisah hidupnya yang berjudul Battling A Brain Injury: The Life That Jack Built, published by Austin Macauley.

Ada satu kalimat dari buku itu yang menjawab mengapa Jack bisa bertahan hidup, “Terus terang, saya merasa tersiksa ketika melihat kembali foto-foto bekas luka operasi, Luka itu membuat saya tidak nyaman, tapi saya selalu berpikir bahwa luka itu adalah suatu kebanggaan saya, malu bukanlah kata yang tepat. Dan saya percaya bahwa saya harus memilih dan menerimanya untuk bertahan hidup pada waktu itu”

Opini:



Tidak ada yang tahu akan seperti apa perjalanan hidup kita selanjutnya, musibah mungkin saja terjadi tanpa bisa diprediksi. Kisah ini membuktikan bahwa hasil diagnosa dokter tentang parahnya kondisi suatu cedera bisa berubah apabila pasiennya memiliki hasrat untuk bertahan hidup yang kuat.