Migrasi Hosting Dari WordPress.com ke VPS Untuk Pemula

14
3400
vps dime

Saat ini WordAds atau dikenal dengan WA sudah tidak bisa diandalkan lagi untuk mengais dollar bagi blog yang berbahasa Indonesia. Untuk itu para mantan atau calon pejuang WA mulai melirik untuk migrasi dari wordpress.com (wp.com) ke wordpress.org (wp.org). Sebelumnya bidhuan telah mencoba shared hosting, dan saat ini telah beralih ke Unmanaged VPS (Virtual Private Server).

Artikel ini merupakan postingan pertama di VPS. Awalnya admin bidhuan tidak mengenal dan bahkan tidak tau apa-apa mengenai VPS. Untuk itu disini akan dicoba memberikan cara simpel bagaimana Migrasi Hosting Dari WordPress.com ke VPS Untuk Pemula.

hawkhost

Disarankan agar langsung untuk menggunakan unmanaged VPS karena beberapa alasan, lambat laun blog bidhuaners akan semakin berkembang, sebagai contoh saat shared hosting sudah tidak mampu menampung bidhuan.id, selain itu alasan murah meriah hanya 7$ perbulan tapi bisa untuk beberapa sites. Jangan salah pilih, banyak yang belum tahu, VPSDIME adalah yang paling murah dan terbaik fasilitasnya saat ini. Bayangkan dengan 4CPU, memori 6 Gb dan Hdisk 30GB.

vpsdime vps termurah

Berbeda dengan para master ahli komputer yang memberikan secara detil bagaimana langkah-langkahnya. Disini hanya diberikan panduan dan link lengkapnya dari mulai belajar pengertian apa itu VPS, nameserver, DNS, PHP, database, SQL dll.

1. Berkenalan dengan definisi VPS

Jika sudah tahu apa itu VPS dan bedanya antara Manage VPS dengan unmanaged VPS di artikel ini silahkan lanjut ke poin berikutnya.

2. Beli VPS di vpsdime.com

Silahkan bandingkan, dimanapun VPSDime adalah yang terbaik saat ini dengan harga 7$ sudah bisa dapat ram 6GB… di yang lain cuma 512 MB dan susah untuk install panel, karena terus terang untuk pemula sebaiknya pake panel gratisan seperti webuzo. Caranya mudah tinggal klik disini dan pilih paket terendah dengan harga 7$.

vps dime

Pastikan pilih untuk pertama kali distro atau sistem operasi Debian karena kaitannya dengan artikel yang mudah dipahami berikutnya, setelah itu bisa rebuild dan bisa diganti sesuai keinginan ketika sudah tahu teknik-teknik dasar dalam operasi linux.

3. Belajar melalui forum ads.id

Coba ikuti thread yang bermanfaat bagi pemula klik disini, disini akan diperkenalkan definisi asing tentang server. Coba ikuti langkahnya sampai wordpress nya bisa live. Nah sebenarnya nanti tidak akan menggunakan manual seperti ini lebih mudah. Tapi sebelum menggunakan panel yang memudahkan bidhuaners, alangkah baiknya mengetahui dasar-dasar perintahnya.

4. Gunakan webuzo

Apabila sudah mengerti dasar-dasarnya, saat nya masuk ke client panel di vpsdime.com untuk merebuild dan pilihan bidhuan ganti sistem operasi ke Centos 6 64 kemudian mulai install Webuzo panel gratis mirip Cpanel yang mudah digunakan alias tidak ribet. Silahkan belajar Webuzo di artikel instalasi webuzo dan cara install wordpress di webuzo

5. Pastikan wordpress baru sama dengan yang live saat ini

Setelah berhasil live, harap diingat jangan dulu melangkah ke pemindahan atau pergantian nameserver dan pointing IP, karena di artikel cara install wordpress di webuzo sudah termasuk hal ini. Pastikan dahulu wordpress baru kita sama dengan wordpress lamanya caranya gunakan _http://ip/domain.com. Apa langkah yang harus dilakukan untuk menyamakan wordpressnya?

  • Migrasi database dengan fitur xml export di wordpress.com. Silahkan gunakan tools, export all content.
  • Split XML dengan WXRSplit. Walaupun bisa menggunakan PHPMyAdmin di panel webuzo, terus terang kadang suka error dan bagi pemula sulit untuk diperbaiki. Untuk itu sebaiknya gunakan fitur export dan import di dasboard WP. Sayangnya biasanya limit file lebih besar dari yang diperkenankan. Sebetulnya bisa melalui setting dengan beberapa kode di php.ini dan lainnya. Tapi untuk pemula, menggunakan WXRSplit adalah pilihan jitu dengan membagi file XML yang besar. Walau bisa terbagi menjadi puluhan file tapi dijamin sukses ketika upload satu-satu.
  • Install plug in Jetpack, SEO WordPress, Akismet, Ad Injection, W3 Total Cache
  • Pastikan settingan permalink juga sama dengan sebelumnya agar di search engine google masih berfungsi dan tidak kehilangan trafik

6. Pointing dan ganti nameserver

vps dime

Setelah sama percis dengan yang lama, barulah mengganti nameserver di wordpress.com dan pointing ke ip address kita. Jangan lupa setingan di General Setting agar dihilangkan alamat IPnya supaya langsung menuju _http://domain.com. Tunggu beberapa jam, dan blog kita sudah live. Happy blogging dan silahkan atur2 blog lama di wp.com supaya tidak sama postingannya, jangan dihapus blognya karena kita butuh jetpacknya, sebaiknya setting ke tidak terdeteksi search engine karena bila private maka attachment yang masih ada di wp.com tidak bisa live kecuali memang sudah dipastikan tidak ada gambar di wp.com.

vps dime



Dan inilah saat ini kondisi VPS dengan 2 website. Masih bisa digunakan beberapa website, coba bayangkan 2 atau 3 website lebih dalam 1 VPS dengan hanya 7$ perbulan, buruan keburu naik paketnya :)

14 COMMENTS

  1. Mas, mau tanya. Sebelum pindah ke vps, domain mas tetap bidhuan.id ? Soalnya saya juga berencana pindah ke vps, dari nama domain juga isi-isinya.
    Soalnya saya baca ada “atur-atur setting diblog lama”, berarti kan di tempat hosting sebelum pindah vps? Nah, apa domain di tempat lama akan berubah? Kan gk mungkin ada 2 domain yang sama.

    Maaf, kalau membingungkan.