Inilah Kumpulan Surat Wasiat Pengikut Gafatar Tinggalkan Keluarganya

1577
surat wasiat gafatar

Inilah Kumpulan Surat Wasiat Pengikut Gafatar Tinggalkan Keluarganya. Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah dinyatakan sebagai aliran sesan sejak tahun 2012. Pasca hilangnya dr Rica Tri Handayani, saat ini muncul orang-orang hilang dengan modus yang mirip yakni meninggalkan surat wasiat.

Orang yang telah dinyatakan hilang lainnya terkait Gafatar diantaranya Erri Indra Kautsar (20) mahasiswa Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, dilaporkan menghilang sejak Agustus 2015.

Berikut surat wasiat dari Erri untuk orang tuanya dikutip dari viva.co.id

surat wasiat
(VIVA.co.id/Januar Adi Sagita)

Merantau

Untuk bapak, ibu dan kakakku. Genap sudah usiaku yang ke20 tahun. Terima kasih bapak dan ibuku yang telah membesarkanku.

Untuk saudaraku maaf telah merepotkanmu selama ini, dan terima kasih atas bimbingannya. Tidak usah khawatir, kepergianku sudah terencana baik dalam segi materi maupun perencanaan yang matang, jadi aku akan baik-baik saja.

Tidak perlu cemas, dan tidak perlu repot mencari. Sudah kutuntaskan semua tanggunganku. Aku memilih untuk cuti kuliah. Aku tidak pernah magang, itu rekayasa.

Tolong jangan menuntut siapa pun, baik teman dekat, kampus, organisasi, atau orang dekatku yang mungkin keluarga suka atau tidak suka.

Mereka tidak tahu apa pun, dan aku juga bukan atas pengaruh siapa pun. Aku pergi di atas kesadaranku sendiri. Jangan pernah berpikir yang aneh-aneh tentang aku mau jadi apa dan ke mana.

Kelak, jika aku sukses dan berhasil, yakinlah aku pasti akan kembali. Aku pergi tidak akan lama. Jaga diri bapak, ibu, kakak baik-baik.

Pada bulan September 2015, Erri mengirimkan SMS bahwa dirinya akan pulang pada bulan Natal, namun ternyata tidak datang.

erri hilang surat wasiat
@forum.detik.com

Alhamdulillah buk, Erri masih sehat dan baik-baik sj, aku harap ibuk bisa bersabar sebentar, aku balik natal nnt. Aku ga sedang hilang aku cuman pergi sebentar sekedar pengen hidup mandiri seperti impianku dulu, yaitu merantau… 

Faradina Ilma (25) seorang PNS cantik Pemprov Jawa Timur, menghilang dari tempat kostnya di Jalan Kebonsari Manunggal, Surabaya, sejak Senin pagi, 23 November 2015.

surat hilang gafatar
(Foto: Nur Faishal/VIVA.co.id)

Berdasarkan foto surat yang diperoleh VIVA.co.id dari pamannya, Prianto, Faradina membuka kalimat surat dengan kalimat salam,’Assalaamu’alaikum wr.wb’. Surat tertanggal 26 November 2015 itu ditujukan kepada Abah, Ibu, dan dua saudaranya.

Dalam surat, Faradina menyampaikan perkembangan agama dari masa ke masa sejak zaman Nabi Ibrahim, hingga agama Yahudi yang dibawa Nabi Musa, Nasrani yang dibawa Nabi Isa (Faradina menyebut Yesus), dan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad.

Faradina menyebut, semua agama ada masanya, kejayaannya, dan bisa jadi menemui masa akhirnya.

“Setiap umat ada ajalnya. Ajaran yang dahulu dibawa setiap Rasul ada masanya, yaitu ada saat lahir, hidup, dan juga matinya,” begitu sepenggal isi surat tersebut.

Dalam surat itu, Faradina juga menjelaskan soal Dien, atau sistem, atau hukum Tuhan sebagaimana disebut-sebut dalam doktrin Gafatar. Setiap penjelasan dibubuhi ayat dari Alquran. Setidaknya, delapan ayat dari delapan surat di dalam Alquran dibubuhkan Faradina dalam suratnya. Di antaranya QS. Ibrahim ayat 13-14.

Faradina tampaknya menyadari akan dimusuhi banyak orang, setelah bergabung dengan Gafatar. Dia mengambil risiko itu dengan alasan setiap pembawa ajaran diawali pengusiran dan hujatan.

“Saat ini, Fara tidak ada hubungannya dengan Gafatar, karena Gafatar sudah bubar. Tetapi, semangat kami masih ada dan menyatu,” tulis surat Faradina.

Muncul pula surat dari pemuda bernama Kevin asal Sleman yang hilang bersama ayahnya. Surat ini tak ditujukan kepada keluarganya melainkan untuk seseorang berinisial Bunda Tika (pengurus Gafatar)

Terdapat pula surat berisi janji Anggota dan Pengurus Gafatar serta naskah persaksian.

gafayar
foto : republika.co.id


Bidhuaners harus berhati-hati terhadap gerakan Gafatar ini. Bisa-bisa keluarga terdekat anda yang menjadi sasaran. Mereka umumnya merekrut para pemuda dan pemudi yang masih produktif.