Kemarin Di Undang Istana, Kok Go-Jek dan Sejenisnya Dilarang Sekarang!

746
Sumber : bertagar.id

Kemarin Di Undang Istana, Kok Go-Jek dan Sejenisnya Dilarang Sekarang! Kementerian Perhubungan resmi melarang ojek ataupun taksi yang menggunakan sistem online. Artinya, Go-Jek dan GrabTaxi sebagai pioner sistem ini, diikuti oleh Blu-Jek, Grab-bike, Ojek Syar’i, Bang Ojek dan lainnya tidak bisa beroperasi. Padahal pada 1 September 2015 lalu driver Go-jek diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip dari kompas.com, direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/12/2015), mengatakan pelarangan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015.

Tidak heran Netizen sebagai pelanggan transportasi berbasis jaringan ini mulai meradang terutama pengguna Go-Jek.

@unilubis
Sudah lama orang2 di Organda mengeluhkan ojek. Bikin semrawut di jalan, kurangi pendapatan angkot, anggota mereka. Gojek ganggu taksi

@arrojul
ini kenapa lagi dah pemerintah?? gojek beneran dilarang? emang lapangan pekerjaan yang laen udah tersedia buat nampung driver gojek????

@stdsiliwangi
Gojek dilarang kemenhub nya?
transport umum kan penting, makin banyak kendaraan pribadi, makin stuck jalanan.. Mempersulit warga ieu mah..

@masDwi__
Sekarang Pak Ignatius resmi melarang gojek beroperasi, berapa ratus karyawan Gojek hilang pekerjaan? Membunuh masa depan keluarganya!

@Kadriwae
Jangan main larang Go-Jek CS aja, cobalah buatin aturannya, pemerintah harus peka dengan perkembangan jaman, revolusi dong mental nya :)

@ridlwandjogja
Presiden mengundang driver Gojek ke istana , makan bareng lauknya sama, lha iki mentri ngopo nyelo nyelo main larang. Oalah Jon.

@fajarnugros
Tempo hari diundang makan di istana, hari ini Gojek dilarang. Anak stand-up harus waspada nih.. 😜

Seperti di kutip detik.com, para pengemudi Go-Jek makan siang di Istana Negara bersama Presiden Jokowi. Ternyata awalnya, acara ini adalah untuk memenuhi permintaan para pengemudi Go-Jek sendiri.

Di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015), Jokowi menceritakan para sopir Go-Jek minta diundang ke istana saat dirinya blusukan ke kampung-kampung Jakarta.

“Dua hari lalu saya masuk kampung, Tanah Tinggi, Johar, ada yang membisikkan ke saya (bahwa) Pak, sekali-kali kita diundang ke Istana. Saya kaget,” tutur Jokowi.

Sementara itu diberita lainnya Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendukung adanya aplikasi Go-Jek.

“Saya dukung Go-Jek karena saya tahu persis di Jakarta ada banyak orang di-PHK atau satpam yang jaga malam mereka kadang cari tambahan,” ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2015) dikutip dari detik.com.

Terlihat antara Menteri dan Presiden tidak selaras, terlebih sebelumnya CEO Go Jek diajak Jokowi ke Amerika untuk berinvestasi baru-baru ini.

“Di sana saya membantu memberi pandangan industri digital di Indonesia kepada investor, dan kesempatan yang ada di sini. Gojek dianggap sebagai yang terbaik karya anak bangsa,” kata Nadiem saat ditemui usai jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/10) dilansir CNNIndonesia. [Baca: Ojek dan Taksi Online Dilarang, Netizen Buat Petisi Cabut Larangan!]

ARTIKEL TERKAIT