Ini Komentar Politikus Tentang Mundurnya Setya Novanto

1054
rapat pleno mkd

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto secara terhormat akhirnya mengundurkan diri. Reaksi bermunculan dari para tokoh nasional yang dikutip dari akun Mata Najwa.

Dari mulai Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid), ketua umum PKB sampai Ruhut Sitompul tergambar di akun @MataNajwa.

Berikut adalah surat pengunduran diri dari Setya Novanto diikuti dengan surat keputusan pleno Mahkamah Kehormatan Dewan.

Berikut adalah beberapa opini beberapa saat setelah keputusan Setya Novanto mundur dan munculnya hasil sidang pleno MKD yang dikutip di acara mata najwa edisi Jika mereka Dewan yg mulia, bukankah suara rakyat mestinya yg utama? (16/12).

“Saya yakin orang-orang di DPR ini mengerti hukum. Logic dan tidak logic, tapi hati nuraninya di mana?,” Ujar @ReynaldKasali seorang akademisi dan praktisi bisnis asal Indonesia.

“Pilihan Ketua DPR mengundurkan diri adalah sikap bijaksana beliau.Hukum dan keadilan adalah persoalan lain.” Firman Wijaya seorang pengacara tenar.

“Empat (pimpinan) ini saja, sudah cukup lah. Kita juga ojo kesusu. Nanti salah pilih lagi.” Ruhut Sitompul

“Kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir,” Yenny Wahid.

“Anggota dewan seharusnya menegakkan kehormatan, bukan menegakkan pidana.” Yenny Wahid.

“Keputusan mundur ini agak terlambat. Waktu kita terbuang menonton sandiwara politik yg tdk berguna,” Yenny Wahid.

“Lebih baik kita mencurahkan energi bangsa ke persoalan yg lebih penting seperti kemiskinan atau radikalisme” Yenny Wahid.

Pada akhirnya Mata Najwa menyimpulkan apa yang terjadi selama ini di DPR.

2.Kejatuhannya dibarengi muak dan olok-olok, lengkap sudah moral DPR yang dianggap bobrok.

3.Rakyat bersorak riang bukan tentang prestasi dewan, tapi mensyukuri jatuhnya ketua pimpinan.

4.Demikian cepat dan fananya kekuasaan, betapa suap dan godaan uang telah menghinakan.

5.Ketamakan & kebodohan sungguh telah menghukumi, mereka yang mabuk kekuasaan & lupa diri.

6.Sampai kapan politik kita seperti ini, alih-alih mengurus rakyat politisi kita sibuk menghukum moralnya sendiri.

7.Hormat rakyat pada anggota MKD yang bekerja benar, publik mencatat anggota MKD yang asal Papa senang.

8.Putusan majelis kehormatan harus jadi renungan, adakah yang paling memuakkan yang belum dilakukan anggota dewan?.

ARTIKEL TERKAIT