Mengenang Pak Raden : Mengulas Sisi Kesederhanaan dan Kemanusiaannya

0
1194
pa raden kisah kesederhanaan

Pak Raden atau Drs Suyadi, menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke 82. Banyak tokoh seniman maupun Netizen mencurahkan rasa belasungkawanya.  Untuk itu saatnya Mengenang Pak Raden : Mengulas Sisi Kesederhanaan dan Kemanusiaannya dikutip dari akun twitter @Beritapkb dengan beberapa penyempurnaan. [Baca : Ucapan Duka Untuk Pak Raden Mengalir dari Selebritis dan Netizen]

Siapa yang tidak ingat Pak Raden. Seorang yang bersahaja hingga akhir hayatnya dengan kesederhanaan. Pada tahun 90an, biasa kita nonton film Unyil. Film boneka yg menceritakan anak kecil dlm kehidupan sehari-hari.

Jika dibandingkan dengan film di Hollywood ada Sesame Street yang mirip memakai boneka muppet (boneka tangan). Unyil merupakan salah satu legenda boneka muppet di Indonesia.

Dalam cerita film Unyil, Jiwa gotong royong saling bantu selalu tergambar dalam setiap episodenya. Termasuk rasa ingin tau soal ilmu pengetahuan.

Film Unyil diproduksi PPFN (BUMN). Waktu itu ditayangkan setiap hari minggu pagi. Bagi yang pernah merasakan di tahun 90an bisa diingat-ingat, Siapa habis mandi terus sarapan pagi depan tipi untuk nonton Unyil?

Sayang, seiring perusahaan BUMN yang mati. Tayangan Unyil makin lama redup. Kalaupun ada dicoba dibangkitkan kembali mealui “Laptop Si Unyil”. Tapi anak zaman sekarang lebih senang menonton Tokoh Impor.

Tokoh Unyil suka memakai sarung dan peci, Kinoy, lalu Ucrit dan Usro, sahabat dekat Unyil. Juga Melani yg pandai dan Cuplis penakut. Pak Raden seorang ningrat. Galak dan ditakuti Unyil. Apalagi kalo dicolong buahnya dihalaman rumah.

Unyil menjadi semangat bagi anak Indonesia. Kisah yg berasal dari desa Sukatani yg makmur dan damai. Itulah cermin dari NKRI yg bertoleransi. Namun, manisnya kisah Unyil tdk membuat Pak Suyadi mendadak Kaya. tinggal dipemukiman padat sosok Pak Raden hidup tdk gelimang harta.

Pernah tahun lalu, Pak Raden bikin donasi di Balaikota #Jakarta untuk mendanai sakit dan hidupnya sampai jual lukisan seharga 50 juta rupiah.

Akankah muncul tokoh Unyil lainnya yang dpt bangkitkan jiwa nasionalisme anak2 dn slamat dari deradikalisasi paham asing #RIPPakRaden.

Untuk  mengingat kembali berikut adalah video sewaktu ditayangkan di TVRI