Harapan di Hari Kesehatan Nasional dari Mahasiswa Rantau

1
1378

Di hari kesehatan nasional ini saya ingin sedikit berbagi mengenai pengalaman menikmati fasilitas asuransi kesehatan di Jepang. Terkadang saya bermimpi kapan negara tercintaku ini bisa seperti disini. Setelah saya bandingkan dengan beberapa negara maju lainnya, ternyata ada kemiripan dalam sistem asuransi kesehatannya. Ini menandakan bahwa semakin maju suatu negara maka sistem kesehatan nasionalnya akan semakin baik. Dengan kata lain, Indonesia yang sekarang pada umumnya tidak rela apabila dikatakan negara berkembang, pada kenyataannya masih ada di titik itu. Untuk itu berikut adalah sedikit pemikiran sistem asuransi kesehatan di Indonesia yang akan berjalan baik apabila hal-hal di bawah ini dibereskan terlebih dahulu

sehat bangsaku sehat negriku

1. Sistem pencatatan kependudukan

Langkah Indonesia dengan memberlakukan e-KTP adalah tepat, hanya perlu perbaikan diberbagai sisi. Integrasi sistem secara nasional perlu ditingkatkan. Database ini sangat penting untuk berbagai program pemerintahan.

2. Sistem perpajakan

Satu hal yang patut diacungi jempol adalah sistem perpajakan di Jepang. Gap antara si miskin dan si kaya tidak terlihat jelas disini. Semakin besar penghasilan maka semakin besarlah pajaknya. Sistem registrasi pajak berasal dari Residence Card atau KTPnya Jepang. Di Indonesia sistem pelaporan pajak sudah tepat, hanya perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat mengenai pelaporan pajaknya. Pemerintah Jepang memberikan beberapa kemudahan bagi warganya yang memiliki kesulitan keuangan, sistem zero tax juga diberlakukan bagi warga tertentu.

3. Sistem asuransi kesehatan



Hanya ada satu kartu asuransi kesehatan di Jepang, yaitu asuransi kesehatan yang dikelola pemerintah Jepang. Tidak ada kartu asuransi komersial ataupun kartu sakti nya Jokowi (Kartu Indonesia Sehat) disini. Sistem pembayaran preminya pun didasarkan atas sistem perpajakan dan sistem kependudukan. Sebagai contoh untuk seorang yang berpenghasilan lebih dari 1.000.000 ¥ perbulan bisa 35% pajaknya, dan berimbas iuran asuransi kesehatan perbulannya akan semakin tinggi pula. Tapi  kalau berpenghasilan di bawah 200.000 ¥ perbulan termasuk sebagai pelajar pajaknya 0% alias tagihan untuk iuran asuransi kesehatan bisa murah sekitar 1.800 ¥ perbulan dan otomatis biaya kesehatan yang diklaim akan semakin murah juga. Kartu kesehatan di Jepang benar-benar sakti dan tidak hanya untuk kalangan tertentu, semua kalangan dan disemua fasilitas kesehatan non-private menerima kesaktian kartu ini. Potongan 70% dari harga total adalah bukti saktinya. Tulisan saya sebelumnya bisa menceritakan kesaktian asuransi kesehatan ini
Anehnya klinik dan apotek di jepang
Melahirkan Gratis bahkan Di Kasih Uang di Jepang
Di hari kesehatan nasional ini mari kita bersama-sama membangun sistem kesehatan nasional yang lebih baik lagi. Selamat Hari Kesehatan Nasional Indonesiaku!! Sehat bangsaku, sehat negriku..