Pasca Chanee, Kini Muncul Surat Terbuka Untuk Jokowi Dari Warga Malaysia

0
1274
surat terbuka jokowi

Setelah munculnya video dari warga naturalisasi Aurelien Francis Brule, yang lebih dikenal dengan Chanee Kalaweit.[Baca : Pak Presiden : Saya Marah Karena Korupsi Penyebab Asap Palangka Raya]. Saat ini Netizen mulai diusik oleh surat terbuka dari warga Malaysia untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), Nomy Nozwir seorang mantan jurnalis yang mencoba menguraikan isi hatinya akibat dari kabut asap yang sampai ke negaranya pada 24 Oktober 2015.

Pasca Chanee, Kini Muncul Surat Terbuka Untuk Jokowi Dari Warga Malaysia. Dilansir dari situs themalaysianinsider yang merupakan situs citizens journalism atau website berisi opini dari warga. Nomy mengutarakan bahwa asap (jerebu) menimbulkan penyakit saluran pernafasan di negaranya, dan menyerukan bahwa para pengusaha (cukong) penyebab kebakaran yang berasal dari negerinya segera ditindak.

surat terbuka jokowi

Selain untuk Jokowi juga mengkritik Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyatakan bahwa Indonesia telah memberikan banyak oksigen untuk negara Malaysia, dan saat ini asap hanyalah sebentar. Menurut Warga Malaysia ini pemikiran JK adalah “singkat akal” atau pemikiran yang dangkal.

Berikut adalah petikan surat terbukanya

Ke hadapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau nama glamornya Jokowi. Saya ingin memberitahu kepada anda jerebu kali ini terlalu teruk dan ramai yang mengalami kesakitan di saluran pernafasan, pada paru-paru dan ramai yang sakit hati.

Jerebu kali ini disebabkan kebakaran besar yang gagal dikawal di wilayah negara anda di Sumatera dan Kalimantan.

Sering kali apabila jerebu yang sudah banyak kali berlaku di Asia Tenggara ini, negara anda menyalahkan para cukong di negara ini dan Singapura kerana syarikat ini yang membuka ladang dan membakar hutan di negara anda sehingga menjadi jerebu sebegini.

Wakil presiden (timbalan presiden) anda Jusof Kalla juga berkata, selama ini negara anda memberi oksigen, apa salahnya jerebu dalam masa singkat ini.

Singkat sungguh akal pemikiran wakil presiden anda.

Hari ini saya menulis surat ini melangkaui sempadan negara, melangkaui nasionalisme dan melangkaui segala permasalahan politik.

Hari ini saya menulis sebagai seorang yang daripada spesis Homo Sapiens, sebagai seorang manusia.

Kanak-kanak, sama ada dari Malaysia, Singapura atau Indonesia menderita kerana sakit jerebu ini.

Orang tua, orang yang mengalami sakit lelah juga begitu.

Kalian kata yang melakukan pembakaran terbuka ini adalah syarikat dari negara kami, maka hukum saja mereka.

Jika saya, warga Malaysia, melanggar peraturan di Indonesia maka saya wajib dihukum, bukan?

Jadi, kenapa tidak dihukum saja cukong-cukong, tauke-tauke kapitalis ini?

Sebab dia cukong? Sebab dia tauke [bos]? Sebab mungkin pelaburan dia di negara anda jauh lebih penting daripada jutaan rakyat yang menderita akibat jerebu ini?

Kalau begitulah, baik tuan, atau perdana menteri di negara ini, yang tidak pernah ambil tahu tentang penderitaan rakyat, bersama-sama cukong, tauke dan pemodal kapitalis yang kalian cintai, keluar dari planet ini, kerana bumi tidak perlukan orang seperti kalian.

Bumi ini hancur dan rosak kerana sifat tamak para pemodal ini, dan kalian selaku ketua negara, tidak ambil peduli dan kisah tentang kami.



Setiap kali pemilu kami ditipu, setiap kali bencana kami yang sengsara. – 24 Oktober, 2015.