Video dan Kisah Lengkap Ana Abdul Hamid Tentang Poligami yang Buat Haru

0
21122
Video dan Kisah Lengkap Ana Abdul Hamid Tentang Poligami yang Buat Haru

Film bioskop Surga Yang Tak Dirindukan memang berhasil membius penontonnya. Tetapi sepertinya akan kalah dengan kisah nyata dan inspiratif dari Ana Abdul Hamid, yang tidak kuasa mempertahankan pernikahannya karena suaminya memilih untuk berpoligami.

Video dan Kisah Lengkap Ana Abdul Hamid Tentang Poligami yang Buat Haru. Di hari ulang tahun penikahannya yang ke-5 mengupload video hitam putih dengan berlatar lagu OST “Surga yang Tak Dirindukan”, Ana yang merupakan seorang hijabers, tampak dibalut penutup cadar dengan mengekpresikan perasaannya melalui tulisan-tulisan yang dibuatnya.

Video yang berdurasi 4.32 menit dengan judul “Saya Tidak Sanggup Berbagi” ini telah ditonton lebih dari 180 ribu pengunjung, video ini tersebar secara viral dan membuat heboh dunia maya. Berikut adalah isi curhatan lengkapnya

Saya muslimah biasa.
Kenapa harus berpoligami jika satu istri saja cukup?

Maaf, saya bukannya menentang hukum Allah yang memperbolehkan laki-laki beristri lebih dari satu. Saya hanya mengutarakan perasaan saya dan mungkin mayoritas perempuan yang tidak siap berbagi, tapi “terpaksa” untuk berbagi.

Saya muslimah biasa, seorang istri. Ibu dari dua orang anak dan sementara mengandung anak ketiga. Umur saya 26 tahun. Dan dari awal saya menikah, saya tidak pernah sedikitpun terbersit akan mengalami yang seperti ini.

Saya baru menginjak usia 25 tahun saat suami saya memutuskan untuk berpoligami. Perasaan saya? Sakit. Hancur. Perih. Kecewa. Marah. Merasa dikhianati, merasa dibohongi, merasa tidak berguna, terpuruk, seperti mau kiamat. Saya ingin mati saja saat itu.

Suami saya HARUS berpoligami. Dan saya pun HARUS menerima itu. Demi suami saya, demi anak-anak saya. Demi rumah tangga saya.
Saya tidak siap berbagi.
Tidak bisa.

Saya sudah berusaha bertahan. Dan saya menyerah. Saya menyerah pada poligami. 1 tahun, 4 bulan, 9 hari. Kekuatan saya hanya sampai di sini. Tepat di tahun ke 5 pernikahan saya.
Poligami itu… menyakitkan. Tidak. Saya tidak bisa lagi.

Saya memohon petunjuk Allah. Hati saya tergerak membuka QS An Nisa ayat 129 dan 130.
Bismillah. Semoga ada hikmah di balik semua ini. Allah mengganti air mata saya dengan kebahagiaan.
Akan ada yang menangis dengan keputusan saya. Akan ada yang tertawa. Akan ada yang mencemooh. Akan ada yang menjatuhkan, tapi saya yakin, banyak doa dan dukungan untuk saya. Ada Allah untuk saya. Sekarang saya tidak butuh dan tidak peduli komentar orang. Saya hanya akan mengikuti kata hati saya, sambil terus memohon petunjuk dari Allah SWT.

Pesan saya untuk para calon suami dan para suami yang mungkin terbersit keinginan untuk berpoligami, mohon pikirkanlah baik-baik dan bijak sebelum mengambil keputusan dan bertindak. Akan banyak yang tersakiti jika Anda mementingkan ego Anda.

Pikirkanlah perasaan istri Anda. Apakah dia betul-betul ikhlas? :) Pandangi wajah istri Anda, dia ikhlas menerima Anda apa adanya.

Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan video ini. Mohon untuk tidak berkomentar yang negatif.
Wassalam.
20/10/2015, @notarich_ana

Lalu siapakah Ana sebernarnya? Ana sebetulnya aktif di media sosial seperti facebook, instagram dan juga sebagai blogger (ana-busyaeri.blogspot.com). Ana sering upload video dan foto tutorial hijabnya melalui media sosialnya.

ana abdul hamid

twitter @notarich_ana

@notarich_ana

ana

ana

Sumber : fb dan twitter

Foto ini diambil sekitar 8 bulan yg lalu, bersamaan kami upload dengan caption yg cukup sarat makna "she saved me and i saved her'' sangat bermakna karena saat itu terungkap beberapa fakta tentang si "Nahkoda" dari "Bahtera yang hampir tenggelam". Rangkaian cerita dari si Nahkoda yang akhirnya menimbulkan banyak kesalahpahaman di antara penumpang bahtera bahkan pengikut alurnya. .

Sumber Instagram : Foto ini diambil sekitar 8 bulan yg lalu, bersamaan kami upload dengan caption yg cukup sarat makna “she saved me and i saved her” sangat bermakna karena saat itu terungkap beberapa fakta tentang si “Nahkoda” dari “Bahtera yang hampir tenggelam”. Rangkaian cerita dari si Nahkoda yang akhirnya menimbulkan banyak kesalahpahaman di antara penumpang bahtera bahkan pengikut alurnya.



Klik halaman berikutnya