Yusril : Jika Tak Mampu Bayar Utang Kereta Cepat, Cina Bisa Akuisisi BUMN

0
1507
yusril kereta cepat

Guru Besar sekaligus mantan Mensesneg, Yusril Ihza Mahendra, melalui akun twitter pribadinya mengungkapkan kritikan tentang urgensinya proyek kereta cepat. Menurutnya pentingnya proyek kereta cepat perlu ditinjau kembali dikarenakan menelan biaya yang cukup besar. Ditakutkan, konsorsium 4 BUMN tidak mampu membayar dan China akan mulai akuisisi sahamnya. Itulah dikatakan “Investasi” China di Indonesia.

Yusril : Jika Tak Mampu Bayar Utang Kereta Cepat, Cina Bisa Akuisisi BUMN. Kultwit yang disampaikan Yusril pada 22 Oktober Pk. 19.00 WIB, bisa dijadikan bahan renungan bagi bidhuaners. Berikut adalah kultwitnya


2. Apakah dengan jalan tol cipularang, kereta api yang ada sekarang dan pesawat yg terbang Jkt-Bdg pp msh blm cukup dan blm memuaskan?

3. Pertanyaan tentang urgensi ini perlu dijelaskan karena biaya pembangunan kereta cepat itu biayanya 5 milyar dolar AS atau 78 trilyun

4. Biaya itu bukan berasal dari pengalihan subsidi bbm melainkan setoran equity 25% konsorsium 4 BUMN senilai hampir 19 trilyun

5. Sementara sisanya 75 persen berasal pinjaman dari China kepada 4 BUMN tsb yang harus dilunasi selama 60 tahun

6. Kontraktor pembangunan kereta cepat itu adalah pihak China sendiri yg mungkin nanti akan bawa tenaga kerja dari China pula

7. Kalau kontraktor itu lalai atau wanprestasi mengerjakan proyek keretacepat itu, apa yg akan terjadi dg pinjaman kpd konsorsium 4 BUMN itu

8. Yang namanya utang ya tetap utang yang harus dicicil utang pokok plus bunganya jika telah jatuh tempo

9. China tdk akan mau pusing dengan kelalaian kontraktornya sendiri, sengaja atau tidak sengaja, yg namanya utang ya harus bayar

10. Kalau tak mampu bayar bukan mustahil China akan akuisisi saham ke 4 konsorsium BUMN tsb. Maka China mulai kuasai BUMN kita

11. Itulah model “investasi” China ke negara kita sekarang ini. Layakkah mereka disebut sebagai investor?



12. Demikian pertanyaan saya. Sekedar koreksi twt sblmnya, investasi pembangunan keretacepat itu 5,5 milyar dolar atau setara Rp 78 trilyun