Tommy Soeharto Kritik Keras Aksi Penggusuran Kampung Pulo

0
1376
tommy

Putra Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau dikenal dengan Tommy Soeharto mengecam keras tindakan Pemprov DKI yang melakukan tindakan penggusuran Kampung Pulo baru-baru ini.

Tommy Soeharto Kritik Keras Aksi Penggusuran Kampung Pulo melalui akun twitter pribadinya. Diungkapnya bahwa warga Kampung Pulo bertahan dikarenakan mempertahankan hak hidup meraka.

Tommy mengkritik secara tersirat Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar berperilaku sopan santun dan tidak menggunakan bentakan dalam menjalankan pemerintahannya.

Bukan hanya itu DPRD yang tidak Pro Rakyat pun diminta Tommy untuk membubarkan diri, berikut adalah kultwit lengkapnya.

Hutomo Mandala Putra @Tommy_Soeharto1 21/08/2015 13:44:16 WIB
Jika ingin menggusur tentu ada konsekuensi Ganti untung, saya per jelas lagi ” BAYAR Ganti untung bukan Ganti Rugi..!! “,

Masyarakat bukan sasaran Latihan tendang menendang bayangkan saja jika saudara anda sendiri di injak di tendang apa yang ada di benak anda?

tentu akan marah sedih dan sebagai nya “Kalau masih punya Rasa kemanusiaan bukan perasaan hewan”

Saya tidak menyalahkan penertiban tapi saya merasa cara penertiban itu yang salah dan tidak berperikemanusiaan,

Alasan Rakyat bertahan tidak perlu bertanya kenapa? Ada apa?
Tentu saja mereka mempertahankan Hak hidup mereka,

Mempertahankan sumber Penghidupan keluarga mereka, tempat tinggal mereka..
Orang tidak sekolah juga tau..!!!

Emosi tidak perlu dipertontonkan karena semua manusia memiliki emosi, memimpin itu harus santun dalam berbicara, tidak perlu main bentak,

masyarakat sudah sulit jangan ditambah kesulitan mereka dengan cara kasar anda dalam bernegosiasi,.

Anda saat sekolah sebenarnya di ajarkan sopan santun dalam berbicara atau tidak?..

Ingat DKI itu milik Rakyat bukan milik pemerintah
Pemerintahan DKI ada karena Rakyat yg memilih orang2 yang akan duduk di kursi pemerintahan

Itu DPRD Kalau tidak bisa Membela Rakyat yang sengsara sebaiknya Bubarkan saja..

Yg merasa Gubernur DKI, Ingat Anda Gubernur DKI bukan Tukang Gusur masyarakat DKI.!!!
Paham Alhamdulillah, kalau tdk berarti Astagfirullah

Kebiasaan menunjuk kepala Sendiri saat marah2 menandakan kepala itu kurang berisi hal2 yg baik, Kosong seperti tong Kosong..

Menurut sahabat semua, pejuang dan Aktivis HAM sudah melihat pelanggaran HAM di Pulo atau tidak, Kalau tidak Mungkin mereka butuh Kaca Mata

Mana Nih yang punya Slogan Pro wong cilik, Kok tumben tdk bersuara ketika melihat wong cilik morat marit di hajar orang2 yg digaji rakyat.

Kampung Bantaran menjadi Arena Pertengkaran, Tidak punya Sertifikat tapi punya KTP tentu saja pernah turut andil dalam Pemilu.

Tanah Negara = Milik Negara, Tapi Negara Ada karena Ada Rakyat, berarti Negara Milik Rakyat.

Yg baru kena Gusur tapi tidak punya tempat untuk menginap sementara, silakan nginap di area Istana atau kantor2 pemerintah, itu milik rakyat

Kok masih berani bilang Salah Siapa? Tentu saja Salah yg pernah berjanji tdk akan menggusur, yang pernah jalan2 ke sana saat kampanye siapa?

Bukti Selfie saat masa kampanye di Kampung Pulo kira2 masih ada apa tidak? Kalau ada diperbesar saja jadikan Baliho atau spanduk;)



Bagaimana menurut bidhuaners? Setujukah atas pernyataan Tommy Soeharto?