Sindiran Untuk Teman Ahok tentang Penggusuran Kampung Pulo

0
1910
banjir jakarta

Setelah akun Temen Ahok menjelaskan dengan gamblang alasan dan kronologis penggusuran Kampung Pulo. Kali ini giliran akun @aditmailtweet yang mencoba menjawab dan menjelaskan mengenai pembelaan aksi penggusuran yang dilakukan oleh Pemprov DKI dengan salah satu alasannya bahwa penyebab banjir adalah mall disekitarnya, Kampung Pulo telah hadir sebelum Indonesia merdeka.

Sindiran Untuk Teman Ahok tentang Penggusuran Kampung Pulo yang bisa disimak dan dicerna dengan kepala dingin.


ALy @aditmailtweet 21/08/2015 05:39:02 WIB
02. Gak suka sama Pemukiman Kumuh, tapi sehari2nya sangat butuh jasa Tukang Sampah, Hansip, Buruh, dsb yg tinggal disana.
03. Anti sama PKL, tapi kalau gaji karyawannya sendiri diusahakan semurah mungkin hingga akhirnya mereka cuma mampu makan disana.
04. Mungkin bagi Ahok & Ahokers, pemukiman ‘kumuh’ dan PKL itu ‘sampah’ masyarakat yg layak digusur. Ya?
05. Pun dipikirnya warga yg bermukim di Kp. Pulo dianggap biang banjir, hingga ‘layak’ digusur. Ya?
06. Boss.. Kawasan Kp.Pulo itu sudah lama ada – jauh hari sebelum komplek2 elit Jakarta dibangun.

Kampung Pulo, Riwayatmu Kini…

Kawasan Kp.Pulo itu sudah lama ada – jauh hari sebelum komplek2 elit Jakarta dibangun.
Marhasan (89), salah satu orang tua di Kampung Pulo. Meski usianya renta, ingatannya cukup tajam. Dari pria yang lebih terkenal disapa Babeh Acang ini, Kompas.com mendapatkan cerita menarik tentang sejarah Kampung Pulo. Ditemui di rumah sederhananya, Babeh Acang bercerita tak berhenti.

“Kenapa disebut Kampung Pulo, karena Kali Ci Liwung ngiterin kampung kita. Sebelah kiri kali, sebelah kanan juga kali, jadi kampung kita kaya pulau adanya di tengah-tengah, gitu ceritanya,” ujar Babeh Acang dengan semangat.

Secara geografis, kampung yang kini terdiri dari dua RW, yaitu RW 02 dan RW 03, itu memang dikepung Kali Ci Liwung. Sisi selatan, timur dan utara, Kampung Pulo berbatasan dengan kali yang berhulu di kawasan Bogor itu. Sisi barat Kampung Pulo berbatasan dengan Bali Mester.

Pria yang indera pendengarannya tak lagi tajam tersebut, lahir dan besar di Kampung Pulo. Segala peristiwa penting dan perkembangan kampung yang kerap disebut kampung banjir itu pun telah dialaminya, termasuk ketika penjajah Belanda melakukan aktivitas dagang di Jatinegara, daerah pusat perdagangan kala itu. Ketika zaman Belanda, Kali Ci Liwung, menjadi akses para penambang pasir. Saat masih bocah, ia sering melihat kapal yang hanya tersisa sejengkal saja dengan permukaan air karena penuh dengan pasir. Kapal-kapal itu melabuhkan muatannya di Manggarai untuk selanjutnya dikirim ke daerah lain untuk pembangunan.

“Kalau waktu zaman Jepang juga paling jahat itu. Daerah yang sekarang namanya Rawabunga, dulu namanya Rawabangke. Soalnya orang-orang yang nggak nurut sama Jepang dibunuh terus dibuang ke Rawabangke. Dulu itu masih rawa-rawa,” lanjut pria lima anak tersebut.

Zaman demi zaman, Kampung Pulo mengalami perubahan. Namun, segala perubahan itu tetap tak menghilangkan wajah aslinya, yaitu banjir. Pasalnya, memang sejak kecil, bahkan sebelum ia lahir, jika wilayah Bogor dilanda hujan, rumah di Kampung Pulo pun turut terendam akibat luapan air Kali Ci Liwung. Terbiasalah warga Kampung Pulo dengan kondisi demikian.

“Cuma, banjir dulu beda sama banjir sekarang. Kalau dulu biar banjir juga airnya bersih, coba sekarang, boro-boro. Tapi, sejak saya di sini, banjir paling besar itu ya tahun 1996, 2002 sama 2007, itu air sampai atap rumah,” ujar Babeh Acang.

“Dulu, di kali juga masih banyak ikan. Ikan tawes, ikan gurame, ikan mas, ikan lele, udang. Sambil mandi sambil mancing. Sekarang paling dapet ikan sapu-sapu doang,” lanjut Babeh Acang.

07. Jadi bagaimana bisa Kp.Pulo yg telah ada sejak jaman Belanda, dianggap penyebab banjir komplek2 yg dibangun setelah Indonesia merdeka?

08. Ibarat buruk rupa cermin dibelah. Yg bikin banjir siapa, tapi yg disalahkan org lain.
Mau mupuk dosa sampai kapan?

Penyebab Banjir Bukan Kampung di Sekitar Waduk, tapi Mal! (okezone.com)

banjir jakarta
Okezone.com

Penyebab utama banjir di Jakarta bukanlah banyaknya kampung di sekitar waduk. Upaya penggusuran warga sekitar Waduk dan sungai di Jakarta bukanlah solusi utama mencegah banjir.

“Kondisi Jakarta belum kondusif, pola penggusuran tetap ada, walaupun dengan alasan demi kebaikan publik seperti macet dan banjir. Padahal, penyebab banjir bukan kampung-kampung di sekitar waduk dan sungai, tapi mall!,” kata pakar ilmu sosiologi asal Australia, Ian Wilson dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun Warga Kota Jakarta “Menuju Jakarta yang Manusiawi” di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (16/12/2013).

10. Jadi sebenarnya siapa penyebab Jakarta banjir kalau bukan krn pembangunan kawasan elit yg ‘overdosis’? Masih mau cari ‘kambing hitam’?
12. Tuh tempat Gubernur tercinta tinggal yg ternyata juga bermasalah, tapi tak pernah ente permasalahkan kan?
13. Kp.Pulo digusur ‘demi’ penegakan hukum, sebab (katanya) itu tanah negara.
Tapi sendirinya tinggal di tanah yg bermasalah dgn hukum -_-‘
14. Ini mah ‘maling teriak maling’ namanya…
Masih mau mupuk dosa sampai kapan?
16. Kalau pemukiman ‘kumuh’ dianggap ‘bermasalah’, ente teriak gusur.
Tapi kalau pemukiman elit yg bermasalah, malah tutup mata.
17. Jadi mau DISKRIMINATIF sampai kapan bos?



Pro dan kontra aksi penggusuran terus mengalir di dunia maya, bagaimana menurut bidhuaners?