Fakta Sebenarnya Insiden Tolikara Menurut Wartawan CNNIndonesia

3396
tolikara

Wartawan CNNIndonesia, Aghnia Adzkia menceritakan pengalaman pribadinya ketika meliput kondisi terakhir dan mewawancarai tokoh masayarakat di Tolikara, Papua pada Kamis 23 Juli 2015. Pengalamannya diceritakan lengkap melalui akun twitter pribadinya.

Fakta Sebenarnya Insiden Tolikara Menurut Wartawan CNNIndonesia yang sempat Meliput langsung ke lapangan. 3 berita lengkapnya telah di publikasikan di cnnindonesia.com yang berjudul “Kisah Kristen Tolikara Hibahkan Tanah Ulayat untuk Musala”, “Kepala Suku saat Tolikara Membara: Selamatkan Rumah Ustaz!” dan “Rumah Kristen Tolikara Jadi Tempat Tinggal Pengungsi Muslim”.

tolikara

Beberapa reaksi Netizen pun muncul setelah Aghnia menceritakan kisah liputannya. Yuk kita simak kisah lengkapnya.

2. Alih-alih dpt jawaban yang memuaskan soal latar belakang insiden tsb, smp skg saya justru kebingungan kenapa insiden ini bisa terjadi.

3. Gimana ga bingung? Saya justru dapet cerita yang ngebuat berdecak kagum. Ya. Soal gimana toleransi umat Islam&Kristen di sana.

4. Saya tdk mau terjebak dr peristiwanya sj. Saya pgn lihat konteksnya. Saya juga tanya, gimana sih sejarah musala ini berdiri?

5. Fiktor Kogoya, putra daerah dari trah Yikwa dan Kogoya, salah satu suku terbesar di Tolikara, bercerita soal sejarah musala.

6. Cerita itu didapat Fiktor dari tete (kakek), nenek, orang tua, dan para sesepuh adatnya.

7. Fiktor cerita, musala itu dibangun di atas tanah ulayat milik keluarganya, masyarakat adat setempat.

8. “Kami yg punya tanah ulayat. Maka orangtua saya, tete (kakek) saya, kasih tempat ini (utk bangun musala),” begitu kata Fiktor.

9. Kenapa bisa seperti itu? Kenapa masy adat setempat dg murah hatinya kasih sebidang tanah ulayat ke umat muslim yg pendatang?

10. Well, jawaban Fiktor, “Teman-teman muslim datang ke sini kan mendidik kami. Mereka membuat kami ada perubahan hidup.”

11. Amazed. Itu perasaan sy waktu dgr jwbn Fiktor. Mayoritas kaum pendatang beragama muslim yg transmigrasi era 80-an berprofesi sbg guru.
*sorry, beragama Islam maksud tweet sebelumnya

12. Nah, sedikit flashback. Kaum muslim pendatang ini tersebar di sejumlah distrik, tak hanya Karubaga di Kabupaten #Tolikara, Papua.

13. Mereka datang dalam jumlah masif, ratusan. Para guru ini mengajar beragam hal di sekolah-sekolah di Papua.

14. Interaksi para guru, sesepuh adat, dan anak-anak di Papua tak bisa dihindarkan. Mereka pun jadi mengenal satu sama lain.

15. Suatu ktk, seorang guru bernama Zupri dr Jombang, Jawa Timur, tengah salat. Rupanya, Kepala Suku bernama Carel Yikwa melihat.

16. Terheran-heran dengan perilaku Zupri, Carel bertanya, “Pak Guru kenapa? Kau sakit badankah, kok badan ditekuk-tekuk begini?”

17. Guru menjawab, “Kami punya agama model sembahyangnya seperti ini.” Rupanya saat itu Zupri sdg membungkukkan badan posisi rukuk&sujud.

18. Carel paham. Lama-kelamaan, Carel familiar dg cara umat Islam salat. Warga lokal lain pun jd tak asing dg gaya ibadah tsb.

19. Sebab keramahan Zupri dan merasa utang budi dg para guru muslim, Carel terpantik hatinya utk menghibahkan tanah ulayat. #Tolikara

20. Sejak thn 1988 musala itu berdiri sampai 16 Juli 2015, belum pernah ada kerusuhan yang menyebabkan terbakarnya musala itu. #Tolikara

21. Musala tsb dpt menampung hingga 100 orang. Saban pekan, umat Islam Tolikara menggunakannya utk salat Jumat bersama. #Tolikara

22. Musala itu jd satu-satunya tmpt ibadah muslim Tolikara slm hampir tiga dekade. Dua dekade pertama, musala msh cukup menampung #Tolikara

Halaman berikutnya

ARTIKEL TERKAIT