Komentar Netizen : Islam punya FPI Kristen punya GIDI

3786
papua dibakar

Netizen mulai bereaksi setelah terjadinya insiden pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015). Salah satunya adalah dengan membahas profil dan sejarah Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang disinyalir sebagai pangkal permasalahan terjadinya kerusuhan seperti diungkap Imam besar (Front Pembela Islam) FPI, Habib Rizieq Syihab.

Komentar Netizen :Islam punya FPI Kristen punya GIDI seperti terungkap dalam tweeps di twitter. Dari situs resminya (http://www.pusatgidi.org/), Gereja ini berdiri sejak tanggal 12 Februari 1962. Terdaftar pada : Departemen Agama RI di Jakarta Nomor: E/Ket/385-1745/76. Daftar Ulang: F/Ket/43-642/89. Akta Nomor: 15 Tanggal06 Januari 1989. Bentuk: Otonom dan Gereja Nasional. Masa Berlaku: Tak Terbatas. Sistem Pemeritahan: Presbiterian-Kongregasional.

Gereja GIDI secara keseluruhan terdiri dari 8 Wilayah Pelayanan di seluruh Indonesia. Terdiri atas 61 Klasis, 11 Calon Klasis. Memiliki 2 buah rumah sakit swasta: Klinik Kalvari di Wamena dan rumah sakit Immanuel di Mulia. Pendidikan: sekolah Tingkat Atas: STAKIN, SAID. Perguruan Tinggi: STT GIDI di Sentani. Sekolah Alkitab berbahas daerah (Lokal): 7 buah. TK-PAUD 5 buah, SMP dan SMU sebanyak 9 buah tersebar di seluruh wilayah GIDI.

Gereja GIDI memperluas wilayah pelayanan di seluruh pelosok tanah Papua, Indonesia, Asia Pasific dan Eropa.

  • Anggota Jemaat: 976.000 jiwa yang sudah terdaftar dalam Surat Baptisan (Sumber: statistik GIDI 2009).
  • Jemaat lokal: 2.061 buah gereja.
  • Terdiri dari 8 wilayah: Bogo, Toli, Yamo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Pantai Utara, Pantai Selatan, Jasumbas.
  • Pos PI sebanyak 104 buah.
  • Tenaga Missionaris/Penginjil lokal dan internasional sebanyak 92 kepala keluarga atau 582 orang yang melayani di dalam negeri dan luar negeri.
  • Kerja sama dengan gereja – gereja Injili di Luar Negeri : Israel, Papua New Guniea, Palau, Belanda, Aboriginal, Yunani, Pakistan dan Ethiopia

Berikut adalah beberapa pendapat dari Netizen


Begitulah sekilas pendapat dari Netizen, bagaimana menurut bidhuaners?

ARTIKEL TERKAIT