Soekarno : Suksesor Tidak Bisa Ditunjuk Melainkan Tumbuh Bersama Bangsa

2585
sokarnoe

Sebuah video wawancara antara Presiden RI ke-1, Soekarno dengan Cindy Adams yang merupakan satu-satunya penulis yang berhasil menuliskan autobiografi Bung Karno beredar melalui youtube. Video yang terlihat asli ini menegaskan bahwa seorang pemimpin bangsa yang bisa menggantikan dirinya dengan tepat adalah seseorang yang tumbuh bersama rakyatnya.

Soekarno : Suksesor Tidak Bisa Ditunjuk Melainkan Tumbuh Bersama Bangsa. Berikut adalah video yang telah ditonton puluhan ribu orang.

https://www.youtube.com/watch?v=gYUAKzNUEwk&list=PLR-B0uNIAzRlPSSSoNjM6VlhvZTg7Kn6N

Wawancara ini dilakukan setelah pemberontakan G30S (beberapa menyebutkan PKI dibelakang) sekitar tahun 1966. Berikut adalah skrip lengkap dicatut dari blogger kompasiana Vincent Theonardo

Cindy menanyakan kepada Bung Karno “Menurut anda siapakah pemegang kekuasaan di Indonesia saat ini?”. hal ini ditanyakan karena adanya perebutan kekuasaan oleh Soeharto dan beliau pasca G30S.

Bung Karno menjawab dengan percaya diri sesuai dengan ciri khasnya “Saya kira yang berkuasa adalah Presiden Sukarno, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Mandataris MPR, Perdana Menteri dan Pemimpin Revolusi” jawab beliau sambil tersenyum.

Kemudian Cindy kembali menanya bung Karno kali ini soal G30S “Apakah Anda sudah mengetahui mengenai rencana Kudeta Gerakan 30 September? Ditanya mengenai hal demikian wajah Presiden Sukarno agak terkejut. Pasalnya, pada saat itu banyak yang menuduh Bung Karno terlibat pemberontakan tersebut, meskipun hingga akhirnya Sukarno tidak terbukti terlibat.

Melihat wajah kaget bung Karno Cindy pun mengulang pertanyaannya. Sukarno menjawab “..Tidak! Tidak! Kenapa kau menanyakan hal ini padaku?” jawab Bung Karno Cindy Adams pun memberi tahu alasan ia menanyakan hal tersebut yaitu karena Bung Karno adalah satu-satunya yang bisa menjawab hal tersebut.

Berikutnya Cindy kembali memberi pertanyaan kepada Bung Karno mengenai kebebasan pers “Apakah anda akan memberi kebebasan pers?” Sukarno spontan menjawab “Tidak Akan!” Sukarno melanjutkan alasannya “Karena ini Revolusi! Tidak ada revolusi yang memberikan kebebasan pers.”

Cindy pun menanyakan alasan mengapa revolusi tidak mengizinkan kebebasan pers. Jawaban Bung Karno sederhana “Karena didalam revolusi selalu saja ada orang-orang yang salah jalan” kata beliau sambil tersenyum.

Beliau pun melanjutkan ” karena revolusi adalah perlawanan terhadap penguasa lama, dan berjuang untuk penguasa baru, inilah Revolusi” Cindy Adams kali ini melontarkan pertanyaan seputar kekuasaan Sukarno “Kini anda menjabat sebagai Presiden sekaligus Perdana menteri apakah anda siap dengan perubahan suatu saat nanti?”.

Saya kira pertanyaan itu diajukan Cindy Adams dengan maksud mengenai pencopotan Sukarno dari jabatannya di masa depan nanti yang sangat mungkin terjadi. Namun Bung Karno menanggapi hal itu sebagai pertanyaan mengenai apa yang akan dialakukan di masa tua nanti setelah tak sanggup memimpin.

Beliau sama sekali tidak menyadari mengenai pencopotan kekuasaan yang terjadi. Jawaban Sukarno adalah “Mereka telah menetapkan saya menjadi Presiden seumur hidup. Akan tetapi tentu saya punya hak untuk mengatakan … suatu hari nanti “rakyatku aku sudah letih sekarang biarkanlah aku pergi”.¬†Kalian telah melaksanakan nya dengan baik dengan menunjukku sebagai Presiden seumur hidup. Tetapi jika keadaan tubuhku mengizinkan, aku tetap ingin menjadi Presiden hingga akhir hayatku”

“Kritik mengenai anda yaitu Anda lebih mementingkan monumen dibandingkan hak rakyat(yang dimaksud adalah kebebasan pers)?” begitulah cindy adams menanyai bung Karno Sukarno menjawab dengan bertanya balik “Mengapa Amerika membuatkan monumen Washington untuk rakyatnya” ,”Hal ini karena dalam pembangunan mental suatu bangsa dibutuhkan monumen.”

Kali ini Sukarno yang bertanya balik kepada Cindy Adams “Mengapa pers Amerika begitu bodoh dengan mengabarkan saya sakit? Apakah saya terlihat sakit? Cindy adams kemudian menjawab “Tidak.” “Pernahkah anda memikirkan hal ini akan terjadi?”

Bung Karno pun menjawab “Kamu tahu bahwa saya seorang yang percaya pada Tuhan. Semua hal bergantung pada yang diatas sana. Hidup atau mati semua bergantung pada yang diatas sana, bergantung pada Tuhan. Jatuh atau tidak jatuh juga bergantung pada Tuhan.” “Saya tidak melihat tanda apapun bahwa saya akan jatuh atau akan dijatuhkan.”

Halaman berikutnya

ARTIKEL TERKAIT