7 Alibi Bahwa Ibu Angkat Angeline Bukan Seorang Pembunuh

0
2000
angeline

Opini kembali hadir dari bidhuaners bernama Asti yang memiliki alamat email [email protected] Dalam komentarnya di bidhuan.id, ada 7 hal yang menjadi pertanyaan mengapa harus menempatkan posisi Ibu Angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi dalang dari kasus pembunuhan si anak hilang Angeline.

7 Alibi Bahwa Ibu Angkat Angeline Bukan Seorang Pembunuh bisa dijadikan bidhuaners sebagai bahan pertimbangan atas perkembangan kasus terkini dari pembunuhan anak tidak berdosa ini.

BENARKAH MAMA ANGKAT ANGELINE TERLIBAT PEMBUNUHAN, atau Ada sesuatu yang dipaksakan untuk menyenangkan public dan mengikuti pendapat pribadi para pejabat yang terlanjur terlontar ?????
1. PENGAKUAN AGUS,

Kesaksiannya sudah berubah ubah dan tidak bisa dipercaya terkesan perekayasaan. Jika benar terlibat Reflek pertama pasti langsung mengakui keterlibatan M, untuk meringankannya. Nyatanya tidak menyebutkan M, karena pengakuan awal, biasanya yang paling natural belum ada scenario dan rekayasa.

Kenapa kepada Polri tidak mengaku, tetapi mengakunya kepada anggota DPR dari partai NASDEM, dimana tidak menemui M, justru tertuju kepada A dan lebih percaya A. ketika di BAP dan ditegaskan ke pengacaranya bila M tidak terlibat, hanya menuduh M karena kebenciannya kepada M sering dimarahi.

Kemudian setelah kehadiran kembali bapak DPR dari Partai NASDEM kembali Agus kembali merubah pernyataannya M terlibat. Awalnya ngaku dijanjikan 2 M, sedang keluarga M tidak ada uang sebesar itu. Kemudian berubah jadi 200 jt. Apakah kesaksian orang yang sudah jelas jelas membenci M bisa dipercaya ?

2. PENEMUAN DARAH

Penemuan darah di kamar dan di botol bukankah sudah menjadi kewajiban POLRI untuk memeriksa setiap titik dan setiap jengkal Rumah Margaret pada saat ditemukannya Jenazah.

Secara SOP kepolisian tentu sudah ada aturannya, tidak boleh ada satu bagian titikpun di rumah itu yang boleh ditemukan. Terlebih dari awal sebelum penemuan jenasah semua kecurigaan sudah mengarah ke M. bukankah kamar M menjadi tempat terutama untuk diperiksa setiap jengkal titik lokasi.

Bahkan semua barang di diperiksa secara laboratorium untuk menemukan percikan darah dll. kenapa baru setelah adanya pengakuan Agus tentang keterlibatan M diikuti penemuan darah baru ??? sekian lamanya dari penemuan jenazah ? Penemuan darah baru lagi, setelah pengakuan A lagi ? bisakah hal ini patut kita lihat sebagai sebuah pertanyaan apakah ini rekayasa ???perekayasaan serta penanaman barang bukti untuk mengaitkan dan menjerat M ???

3. INDIKASI PENGASUHAN YANG TIDAK LAYAK dimasa Angelin masih hidup.

Apakah pengasuhan yang buruk tersebut bisa dijadikan bukti keterlibatan pembunuhan ??? mengingat usia M, kemungkinan merawat anak kecil tidak sesempurna jika usianya masih muda dan ada pendamping yang membantu.

Dimana saksi2 diakomodasi oleh pihak SITI SAPURA, pembela Ibu Kandung. Aktifis Anak tetapi begitu membela Ibu kandung yang seharusnya patut juga disalahkan. Juga fakta fakta keterangan dari Siti Sapura yang diperjalanan tidak terbukti. Misal soal agus memperkosa tiap hari, soal keterlibatan AA, soal Warisan Angelin 60 persen.

Apakah saksi saksi yang diakomodari oleh Siti Sapura ini bisa dipercaya dengan dipastikan kebenarannya, bukan terprovokasi dan ada latar belakang ketidak senangan karena M.

4. PROSES PENYELIDIKAN KEPOLISIAN

Dalam sebuah penyelidikan polisi selalu dimulai dengan pihak pihak yang memiliki motif…. Tapi disini kepolisian belum menemukan motif dan barang bukti juga muncul setelah pengakuan A kepada pihak wakil rakyat itu… tapi disini ada yang janggal.. meskipun tidak ditemukan motif apapun.
JIKA MEMANG INI SEBUAH REKAYASA, apa yang sekiranya menjadi motif dan alasan perekayasaan ini ????

5. PERNYATAAN PEJABAT2 YANG SUDAH DULUAN TERLONTAR SEBELUM PENYELIDIKAN SELESAI

Pejabat dan AHLI bukanlah Tuhan yang bisa memastikan segala sesuatu. Tapi ketika sudah memberikan pernyataan menyudutkan suatu pihak, tentunya menuntut Pernyataan tersebut utk benar benar terjadi. Karena bisa diminta pertanggung jawaban jika terlanjur menyudutkan tapi tidak terbukti. Peristiwa Kriminal biasa seperti kata Bapak POLRI yang kemudian terpolitisasi karena adanya pejabat pejabat yang terlanjur beragumentasi. Akhirnya menjadi Perang Pribadi antara Pejabat2 tersebut dengan M.

6. KETIDAKSABARAN PUBLIK dan kurang memahami kronologi secara lengkap,

Tapi dengan berbagai informasi di media yang simpang siur ditambah pernyataan pernyataan Pejabat mendahului penyelidikan mempengaruhi emosi dan penilaian masyarakat. Banyak yang tidak mengerti hukum, Dendam masyarakat dan keinginannya segera pembunuh terungkap. POLRI dituntut segera menyelesaikan sesuai harapan public.

7. Penanganan POLRI yang lamban

POLRI yang gerah dengan berbagai kecaman masyarakat dan anggapan lambannya penyelidikan serta tekanan dari berbagai pihak untuk mengaitkan M terlibat dengan pembunuhan



Sampai saat ini bidhuan sedang mencari identitas lengkap mengenai Asti melalui kontak emailnya. Komentar dipostingan ini adalah sebuah opini pribadi dirinya.