Dikritik Dosen Unpad : Ini Jawaban Ridwan Kamil tentang Reformasi Birokrasi

1848
ridwan kamil

Dosen Unpad yang juga seorang pengamat politik, Muradi mengungkapkan kritikan tentang keadaan di Bandung saat ini kepada Walikota Bandung, Ridwan Kamil di beberapa media. Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) langsung memberikan pernyataan setelah dituding tidak melakukan reformasi birokrasi.

Dikritik Dosen Unpad : Ini Jawaban Ridwan Kamil tentang Reformasi Birokrasi dilansir dari twitter dan facebook pribadinya. Seperti ditulis harian metrotvnews.com, Muradi ungkapkan beberapa catatan bahwa Kang Emil saat ini belum memenuhi beberapa kriteria yang diharapkan termasuk tentang reformasi birokrasi.

“Terkait birokrasi dan politik, Emil cenderung menghindar. Kata Muradi, Emil menyerahkan sepenuhnya kepada sang Wakil Wali Kota Oded M Danial. Kemudian, Emil juga dinilai menjauhi sejumlah kalangan sejak diangkat. Seperti halnya, para seniman, forum-forum yang kerap dihadiri Emil dan partai politik. Padahal ketika menjadi wali, hubungan dengan semua pihak tersebut sangat penting. Khusus terkait politik, demokrasi tanpa politik nonsense,” Ujar Muradi

Dan berikut adalah pernyataan dari Ridwan Kamil atas tanggapan dari Muradi.

Warga Bandung, saya sebagai walikota dituding tidak melakukan reformasi birokrasi oleh pengamat politik UNPAD, Muradi. Dan dimuat di media-media. Saya terbuka terhadap kritik, selama data dan faktanya benar. Oleh karena itu saya menggunakan hak jawab saya kepada publik via sosmed ini.

ridwan kamil

Terlampir adalah 19 inovasi reformasi birokrasi + 1 inovasi perijinan online yg baru dilaunching yang saya sudah lakukan selama 18 bulan menjabat sebagai Walikota Bandung.

Mohon disebarkan agar warga Bandung bisa dengan fair menilai berdasar FAKTA, bukan dengan asumsi kira2 yang menyesatkan kemudian dikutip media dan dikonsumsi masyarakat. Mohon Media online juga membantu memuat ini.

Kebenaran pada dasarnya tidak akan pernah bengkok.



Hatur Nuhun.