Ini Reaksi Netizen Terhadap Pesan Mendikbud Supaya UN 2015 Jujur

1565
anies baswedan pesan un 2015

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI merilis pesan untuk peserta Ujian Nasional (UN) 2015 dalam bentuk Video yang disampaikan langsung Mendikbud, Anies Baswedan (10/4).

Video yang berdurasi 1.51 menit yang berisi himbauan untuk berlaku jujur dengan tidak mencontek ini ternyata banyak memunculkan komentar Pro dan Kontra dari Netizen. Ini beberapa Reaksi Netizen Terhadap Pesan Mendikbud Supaya UN 2015 Jujur yang dicatut dari akun facebook Kemdikbud.

M Faathir Al Hakam :
Masalahnya, mindset siswa khususnya saya pribadi sudah menganggap nilai adalah suatu patokan. Memang benar nilai sebagai patokan hasil belajar kita, tapi nilai memang sudah seperti “Dewa”nya dalam pendidikan.
Apalagi nilai UN 2015 ini khususnya SMA sebagai bahan pertimbangan pada SNMPTN 2015, pasti siswa akan mencari segala cara untuk mempermudah dirinya untuk memperbagus nilai UN 2015.
Jadi yang perlu dibenahi adalah “Mindset” terhadap nilai, dasar dari untuk melakukan suatu hal yang jujur ya dari mindset itu sendiri menurut saya

ProfAgus Kurnia SPd :
anjuran itu ngak akan mempan, di kota bandung saja 90% peserta UN sudah pegang kunci jawaban… solusinya tinggal penerapan pengawas yang super ketat dan sangsi yang super berat, agar mereka tak bawa atau buka kunci jawaban yang sudah mereka beli..

Yohanes EM Maran :
Bagus pak. cuma kalo bisa turun ke lapangan , liat bagaimana kenyataannya, apakah semua pihak sudah jujur. Kadang di atas kertas nilainya sangat memuaskan, cuma apa bener itu hasil kerja murni, perlu dipertanyakan. Tidak semua yg tidak jujur ada yang iya ada yg ga. herannya terkadang ada dari pihak pelaksana pendidik sendiri, demi mencapai nilai di atas kertas.

Raden Mardata :
Potensi curang makin luas dan mudah untuk di tempuh. . . .akan makin remek lah dunia pendidikan akibat kinerja kementerian yang tak kuasai persoalan untuk memajukan
proses dan bobot materi ajar pendidikan ini.

Dody Luhansa :
tetep ada bocoran pak. Kepala-kepala dinas dan kepseknya itu lho monggo ditekan agar mementingkan kejujuran. Pertanyaannya “berapa yg jujur” bukan “berapa yg lulus”, targetnya “100% jujur” bukan “100% lulus”
kalau analisis aja sama sekali ga memperhitungkan siapa yg jujur..yg nilai bagus dianggap keren, padahal itu yg curang.

Agung Dwijo Purwono :
Mari kita jaga agar UN SMA SMK Jujur… ayo bpk ibu guru smangati anak2 agar jujur…. dak usah di wejangi apa2 kecuali kata ayo jujur dan tak ada sms datang dari siapapun…

Dan berikut adalah cuplikan videonya

ARTIKEL TERKAIT