Pembengkakan Jantung: 6 Ciri dan 5 Penyebab Tandanya Serta 5 Resiko Jantung Bengkak

1902
Pembengkakan Jantung - 6 Ciri dan 5 Penyebab Tandanya Serta 5 Resiko Jantung Bengkak
Pembengkakan Jantung - 6 Ciri dan 5 Penyebab Tandanya Serta 5 Resiko Jantung Bengkak

Bidhuan.id – Pembengkakan jantung adalah sebuah penyakit atau masalah yang terjadi pada jantung. Untuk itu perlu kiranya kita mengetahui apa saja ciri jantung bengkak dan
resiko jantung bengkak yang kerap kali muncul. Selain itu juga perlu dipahami masalah yang dimaksud, yaitu adanya pembengkakan sehingga ukuran jantung berbeda dengan jantung normal. Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah pembengkakan jantung bisa sembuh? Ada dua kemungkinan pada pertanyaan ini, jantung dapat kembali pada ukuran semula. Namun ada juga yang tidak kembali pada ukuran semula.

Untuk anda yang mengalami masalah yang kedua, tidak perlu khawatir. Karena anda tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. Namun harus tetap melakukan kontrol dan pengoreksian pada aktivitas jantung. Lalu apa sajakah ciri-ciri pembengkakan jantung? Berikut informasi lengkapnya untuk anda.

Ciri-Ciri Pembengkakan Jantung Pada Tubuh

Terdapat beberapa ciri jantung bengkak yang akan dialami oleh penderita penyakit ini. Untuk anda yang ingin mengetahui secara lebih tentang ciri penyakit ini, simak beberapa informasinya di bawah ini:

  • Detak Jantung yang Tidak Teratur
    • Pada penderita penyakit ini, detak jantung akan menjadi tidak teratur. Terkadang akan cepat dan dapat pula lambat. Dan kondisi seperti ini juga sering dibarengi dengan adanya gejala lain yang menganggu seperti sesak nafas.
  • Batuk Darah jadi Ciri Jantung Bengkak

    • Tidak hanya terjadi pada masalah paru-paru, batuk darah juga dapat terjadi pada penderita penyakit jantung bengkak parah. Hal ini terjadi karena banyaknya darah yang tidak dapat masuk ke dalam jantung. Sehingga menjadi gangguan bagi rongga paru-paru dan akhirnya menyebabkan terjadinya batuk darah.
  • Tubuh Mudah Memar
    • Pembengkakan jantung membuat tubuh mengalami memar. Karena jantung yang sedang mengalami pembengkakan ini membuat kulit menjadi sensitif dan mudah memar. Hal ini disebabkan karena pembengkakan ini membuat jantung tidak dapat memompa darah dengan baik untuk organ tubuh dan membuat kulit mengalami pendarahan.
  • Sakit Kepala
    • Sakit kepala kerap kali dianggap sebagai penyakit biasa dan akan hilang dengan sendirinya. Padahal sakit kepala baik itu sakit kepala sebelah ataupun keduanya juga dapat terjadi sebagai ciri-ciri penderita jantung bengkak. Hal ini terjadi karena adanya oksigen yang tersumbat dan membuat otak kekurangan oksigen, sehingga menyebabkan kepala terasa sakit.
  • Sulit bernafas
    • Hal yang satu ini adalah tanda awal dari munculnya jantung yang membengkak. Si penderita tidak bisa bernafas dengan baik. Hal ini dikarenakan, jantung tidak memompa dengan baik. Sehigga oksigen tidak tersampaikan dengan baik dan penderita mulai terserang masalah sulit bernafas.
  • Pembengkakan
    • Walaupun nama dari penyakit ini adalah jantung bengkak, namun pembengkakan tidak hanya terjadi pada jantung. Melainkan pembengkakan dapat terjadi pada tangan dan kaki. Hal ini disebabkan, aliran darah yang seharusnya dialirkan ke semua organ tubuh tidak tersalurkan dengan baik. Sehingga darah kembali ke dalam jantung.

Baca: Duduk Dalam Posisi Sama Berjam – Jam Tingkatkan Resiko Penyakit Jantung

Apakah Penyebab Jantung Bengkak?

Ada ciri-ciri jantung bengkak, berarti ada pula awal dari munculnya sakit tersebut atau penyebab jantung bengkak. Banyak orang yang mengira penyebab dari sakit ini adalah masalah keturunan saja. Namun nyatanya, terdapat banyak penyebab jantung bengkak, seperti di bawah ini:

  • Tanda jantung bengkak dari Faktor Keturunan
    • Sama seperti yang telah banyak diketahui oleh masyarakat memang benar sebagai salah satu penyebab jantung yang membengkak. Hal ini dikarenakan, orang tua tidak hanya akan menurunkan sikap atau sifatnya kepada anak. Namun juga menurunkan beberapa hal melalui gen, salah satunya penyakit jantung.
  • Darah Tinggi
    • Bagi para penderita darah tinggi, sebaiknya berhati-hati akan terjadinya penyakit ini. Karena penderita darah tinggi, memiliki kemungkinan yang sangat tinggi untuk terkena resiko jantung bengkak. Karena, pada penderita darah tinggi jantung akan berusaha memompa darah dengan lebih berat. Sehingga dapat menyebabkan jantung membengkak.
  • Melemahnya Kemampuan Otot Jantung
    • Jika umur sudah mulai menua, masalah pada tubuh akan mulai banyak terjadi. Hal ini pun terjadi pada gerak dari otot jantung. Otot jantung yang melemah, akan membuat jantung bekerja dengan keras untuk memompa darah. Dan membuat jantung mengalami pembengkakan dengan cepat.
  • Penyakit Anemia
    • Jika memang anda telah menderita anemia selama ini, baiknya anda berhati-hati. Karena penyakit ini dapat menyebabkan munculnya pembengkakan pada jantung. Seperti yang banyak diketahui, anemia adalah minimnya sel darah merah yang membawa oksigen keseluruh tubuh. Dan hal ini akan membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya dan memunculkan pembengkakan pada jantung penderitanya.

Baca: 5 Obat Penambah Darah yang Bagus mengatasi Gejala Kurang Darah

  • Gejala Masalah Otot Jantung
    • Seperti yang telah banyak disinggung di atas, penyebab dari jantung yang membengkak adalah otot jantung yang bekerja lebih berat dari biasanya. Jantung akan berusaha dengan baik untuk menyampaikan atau mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dan untuk itu, jantung akan mengalami penebalan dan kaku dan membuat jantung mulai membengkak.

Apa Resiko Jantung Bengkak yang Mungkin Terjadi?

Jika sudah mengetahui tentang penyebab dan juga ciri-ciri dari masalah jantung ini. Berikutnya akan dijelaskan tentang resiko atau akibat jantung bengkak yang mungkin terjadi. Berikut informasi lengkapnya di bawah ini:

  • Resiko jantung bengkak bisa terkena Penyakit Stroke
    • Resiko yang paling mungkin terjadi adalah terjadinya stroke. Hal ini terjadi karena, pembengkakan yang terjadi dapat membuat jendalan atau pembengkakan pembuluh darah. Pembengkakan ini dapat menyumbat hingga ke otak dari penderitanya. Dan jika hal ini terjadi, akan menyebabkan serangan stroke pada penderitanya.
  • Serangan Jantung adalah resiko jantung bengkak

    • Tidak hanya terjadinya stroke, akibat yang mungkin terjadi jika penyakit ini dibiarkan adalah adanya serangan jantung. Serangan dapat terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah koroner yang menyebar hingga ke jantung. Namun, serangan jantung juga dipercaya dapat menjadi penyebab terjadinya pembengkakan pada jantung. Oleh karenanya, kedua hal ini saling berkaitan dan penting untuk menjaga kesehatan jantung.
  • Gagal Jantung
    • Gagal jantung dapat terjadi karena otot jantung yang tidak lagi kuat untuk memompa darah secara cukup ke seluruh bagian tubuh. Awal dari masalah ini adalah pembesaran yang terjadi pada vertikel kiri jantung yang mengalami pembesaran karena tekanan darah tinggi yang tak terkontrol. Kemudian jantung menjadi lemah dan tidak mampu memompa cukup darah kesuluruh tubuh. Dan akhirnya, memunculkan masalah kegagalan jantung.
  • Henti Jantung
    • Sama seperti gagal jantung, beberapa jenis jantung yang membengkak dapat menimbulkan henti jantung atau perubahan pada ritme jantung. Masalah pada ritme jantung yang terlalu cepat atau lambat dalam memompa darah dari dan ke jantung inilah yang berbahaya. Hal inilah yang dapat menyebabkan henti jantung ataupun pingsan pada penderitanya.
  • Cepat Lelah
    • Jantung yang membengkak juga dapat mengakibatkan penderitanya mengalami lelah yang cepat dan berlebihan. Hal ini karena pembengkakan yang terjadi membuat tubuh kekurangan asupan nutrisi dan oksigen. Selain itu, hal ini juga diperparah bila jantung dipaksa melakukan aktivitas berat yang tidak rutin dilakukan sebelumnya. Sehingga jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras daripada waktu normalnya.

Sudahkah paham tentang beberapa penjelasan terkait dengan pembengkakan jantung? jika belum paham dan memang membutuhkan pertanyaan mendalam, anda dapat langsung mendatangi dokter. Namun khususkan dokter yang dikunjungi adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Sehingga setiap pertanyaan yang diajukan, akan dijawab dengan spesifik dan tidak menimbulkan pertanyaan kembali.

Baca: Digoxin Tablet (Obat Gagal Jantung) – Dosis, Efek Samping dan Harga

ARTIKEL TERKAIT