Dokter Mulai Pertanyakan Pernyataan Ahok Tentang Peranan Apoteker

0
9920
dr fita

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dengan gayanya yang khas memberikan pernyataan yang berani tentang Profesi Apoteker di acara Kongres Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (Hisfarsi PD IAI) DKI Jakarta di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (3/10).

Dokter Mulai Pertanyakan Pernyataan Ahok Tentang Peranan Apoteker. Saat ini di media sosial mulai muncul pro dan kontra setelah Ahok memberikan pernyataan bahwa Dokter saat ini kadang bertindak seperti Apoteker seperti dilansir kompas.com.

“Dokter tuh kadang sok jadi apoteker, tahu gak. Suka ngarang-ngarang sendiri obatnya karena merasa berpengalaman,” ujar pria yang akrab disapa Ahok di depan dokter dan apoteker dalam kongres Himpunan Seminar Farmasi Rumah Sakit Indonesia di Jakarta, Sabtu (3/10/2015).

Menurut Ahok, seorang apoteker memiliki andil besar dalam dunia kesehatan. Seharusnya, apoteker yang mengawasi tiap obat yang diresepkan oleh dokter kepada pasien.

“Ini masukan ya buat apoteker. Misalkan orang pergi ke dua atau tiga dokter, kan nama pasien pasti sama, tapi kadang apoteker ini lupa. Dia tidak pernah bandingkan resep satu dengan yang lain. Harusnya dia bisa bandingin,” ujar Ahok.

Sehingga, apoteker bisa tahu jika ada obat dengan kandungan dobel. Hal ini untuk mencegah kejadian overdosis obat.

“Apoteker bisa telepon dokternya, ‘Eh dok, dokter lain sudah kasih obat ini, Anda enggak bisa lagi kasih obat yang sama’,” ujar Ahok.

Ia mengatakan, apoteker bisa menjadi sosok penyelamat bangsa. Hanya saja, hal itu baru bisa terwujud jika ada kepedulian dari apoteker untuk melayani masyarakat.

Sementara dikutip dari beritajakarta.com di acara yang sama, Ahok menekankan bahwa Apoteker memiliki peranan sentral dibanding dokter.

“Apoteker fungsinya lebih sentral dari dokter,” katanya saat menghadiri Kongres Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (Hisfarsi PD IAI) DKI Jakarta di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (3/10).

Menurut lulusan Universitas Tri Sakti ini, dalam dunia kesehatan, posisi apoteker itu layaknya seorang profesor. Apoteker hadir sebagai penemu dan peracik berbagai elemen yang berguna untuk menyembuhkan orang sakit.

“Bahkan bisa seperti polisi. Kalau kamu datang ke dokter pertama, kamu sakit demam, dokter beri obat demam. Lalu ke dokter kedua, kamu sakit yang sama, kemudian dokter beri obat, tapi obatnya beda dari dokter pertama. Di situlah pentingnya apoteker, biar kamu tidak overdosis,” ujarnya.

Terkait rencana membentuk sebuah sistem yang memberi kewenangan lebih kepada apoteker, menurut Ahok, bertujuan memberikan apoteker kewenangan dalam pengaturan obat-obatan yang akan diperjualbelikan ke pihak penyedia tempat, seperti apotek.

“Jadi selama ini kita hanya tahu yang kasih obat itu dokter. Ke depan itu tugas apoteker,” kata Ahok.

Ahok mengungkapkan, sistem baru itu nantinya akan memberikan manfaat yang lebih untuk warga ibu kota. Pasalnya, dalam sistem itu, kehadiran apoteker dapat menakar obat yang berkualitas baik namun murah untuk warga.

“Dia yang lebih tahu obat. Kita mau imbangi kehadiran obat generik dengan obat paten. Buat apa kita mahal-mahal hadirkan obat paten, isinya hampir sama dengan generik. Nah yang bisa tahu komposisinya untuk generik itu siapa, ya apoteker,” kata Ahok

Seorang dokter Spesialis berinisial FM dari akun facebook memposting statusnya pada 4 Oktober 2015 yang membuktikan bahwa pernyataan Ahok bertentangan dengan fakta yang ada.

dr fita

Tadi pergi ke apotik yang lumayan baru deket rumah. Kaget juga liat ada plang di depan apotik seperti yang di foto ini.
Sampai di dalam apotik, ada loket konsultasinya juga dan antri.

Pasien 1: anak saya bayi panas, kasih apa?
Apoteker: kasih antibiotik am**an aja
Saya: (membatin) wah langsung antibiotik, bisa yah beli tanpa resep.

Pasien 2: bokong sama selangkangan saya gatel, kasih apa?
Apoteker: oooo kasih steroid aja, h**rocor**son mau gak?
Saya: (membatin) wah kalau gatelnya itu jamur, selamat tumbuh subur tuh gatel.

Kalo kejadian kayak gini ada di pelosok saya masih bisa maklum, tapi ini di kota besar.

Apa sekarang praktek apoteker, perawat, dukun, pengobatan tradisional sudah sama dengan profesi dokter?

Status ini telah di share dan viral di media sosial, komentar pun mulai banyak bermunculan diantaranya :

Piprim Basarah Yanuarso
Waduh…bukannya kata Ahok dokter yang suka berperan jadi apoteker? Koq ini apoteker berperan sebagai dokter?

Gregory Budiman
Konsultasi apoteker seharusnya hanya sebatas penjelasan cara pemakaian obat dan aturan pakainya ya,,, Resep tetap harus dari dokter

Fifi Lifriantini
Kasus gini udah banyak kak…berprakteknya juga macem2..sampai ke praktek kecantikan, herbalis, dll..untung aja nggak berpraktek jiwa..salah2 psikoterapinya bikin pasien tambah parah..hehehe

Indra Nurzam Chalik Anwar
Inilah indonesia…..mana ada yg namanya praktik apoteker atau perawat. Tp ya dukun , dkk aja juga dibiarin aja ya begini jadinya. Masyarakat yg jd korban,

Noor Aufa
Malpraktik Apoteker seharusnya dilakukan tindakan tegas agar jangan sampai jatuh korban

Komentar penjelasan dari pihak Apoteker pun turut hadir sehingga status ini memunculkan pro dan kontra

Gilang Rahayu
Indahnya jika sesama tenaga kesehatan profesional saling bekerjasama (bersinergi) bukan jadi terkesan saling “menjatuhkan” hanya karena “kata ahok”

Winda Manda Fifi
Maaf Tabbayun dl dok,jangan disamaratakan apoteker dan apotek spt itu,memang skr ada aturan harus ada plang spt itu. apotek itu memang tempat prakteknya apoteker,dan ada daftar obat wajib apotek yg bisa diserahkan tanpa resep dokter.konsultasi utk seputar masalah obat efek samping indikasi kan memang diharuskan. Dan imho selain kita harus tau profesi masing2,kita juga sebenarnya teman sejawat yg harus sama2 saling membantu,bukan spt atasan dan bawahan. Disini jg banyak ko dokter yg menyerahkan obat langsung ke pasien tnp ke apotek,dan jg masih banyaknya dokter menulis resep dengan tulisan yg kadang membuat kita susah membaca. Lbh baik kalaupun ada masalah spt ini bisa langsung konfirmasi dg iai setempat biar gak salah paham. Terima kasih.

Antung Zehra
Masing2 profesi sudah punya wewenangnya masing2 dan punya payung hukumnya. Memang ada beberapa oknum yg nyerempet praktik profesi lain/ melanggar kode etik profesinya. Tapi mohon jangan digeneralisir. Masa apoteker, perawat di sejajarkan dengan dukun , sedih… Harap diingat bahwa semua tenaga kesehatan bersinergi, sejajar.

ali mashuda,
Pesan penting Pernyataan Ahok : 1) Dokter dan Apoteker adalah 2 Profesi yang setara 2) Dokter dan Apoteker harus sama2 bertanggungjawab pd pasien 3) Kompetensi tidak dibangun berdasar ‘pengalaman waktu dan kebiasaan’ 4) Apoteker harus punya “Sistem Informasi” terpercaya sbg rujukan bg dokter

Bagaimana menurut bidhuaners?



[Baca : Tanggapan Cerdas Tentang Praktek Apoteker Untuk Postingan Dokter]
[Baca : Redakan Kisruh di Medsos : Apoteker dan Dokter Bukan Tom and Jerry]