Sanjung Kalbe Farma, Menperin Juga Ajak Asing Perkuat Industri Bahan Baku

955
Sanjung Kalbe Farma, Menperin Ingin Ajak Asing Perkuat Industri Bahan Baku

Sanjung Kalbe Farma, Menperin Juga Ajak Asing Perkuat Industri Bahan Baku. Menteri Perindustrian, Saleh Husin menegaskan akan berusaha untuk menekan dan membantu industri hulu agar Indonesia mencapai kemandirian bahan baku obat yang saat ini mengalami ketergantungan impor sebesar 95%.

Hal ini sejalan dengan pemikiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan adanya kerjasama yang kuat dengan para pelaku industri farmasi demi mengurangi nilai impor bahan baku.

Seperti dikutip dari akun twitter @kemenperin_RI


Jumlah penduduk yg besar & kebutuhan terhadap obat-obatan yg meningkat harus diimbangi dengan industri farmasi yg kuat dan lebih mandiri. Selain mengikis ketergantungan pada obat impor, juga menghemat devisa, mengembangkan penelitian dan pengembangan farmasi.

“Presiden Joko Widodo sangat menaruh perhatian pada industri farmasi karena selama ini impor bahan baku obat masih 95 persen. Maka kita perlu bekerja sama dengan para pelaku industri ini untuk menumbuhkan industri farmasi demi mengurangi importasi,” papar Menperin.

Pemerintah, dia mengakui, berusaha mempercepat penguatan produksi obat-obatan oleh industri di dalam negeri. Menperin mengungkapkan, pemerintah akan meluncurkan paket kebijakan ekonomi terkait farmasi dalam waktu dekat.

Pada level ASEAN, pasar farmasi Indonesia mencapai 27 persen dari total pasar ASEAN. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen didominasi oleh pemain nasional yg menjadikan Indonesia satu-satunya negara di ASEAN yg didominasi oleh industri lokal.

Pasar produk farmasi Indonesia pd thn 2016 diproyeksikan sbsar Rp 69,07 triliun yg diharapkan meningkat mjd Rp 102,05 Triliun pd thn 2020.

“Nilai perdagangan produk farmasi intra-ASEAN adalah sebesar USD 1,11 miliar. Itu peluang yg harus diiringi dgn peningkatan kualitas yang mumpuni melalui Research & Development (R&D) yang komprehensif, mengingat impor bahan baku kita sangat tinggi,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kemenperin meminta dilakukan penelitian independen pada produk biotech and natural sebagai substitusi bahan baku obat berbasis kekayaan alam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Soal investasi, hal itu menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan industri farmasi Indonesia menuju kemandirian produksi obat dan bahan baku obat.

“Pemerintah mengapresiasi Kalbe Farma atas komitmen dalam realisasi investasi pada sektor bahan baku obat berbasis bioteknologi. Apalagi perusahaan ini merupakan salah satu pelopor pembinaan standar dan kualitas produk farmasi yang baik,” kata Menteri Saleh.

Pabrik dari anak perusahaan Kalbe ini akan mulai memproduksi obat biologis dan bahan baku obat biologis pada semester kedua 2016. Produksi obat biologis ini merupakan hasil kerjasama antara Kalbe dengan Genexine Inc dari Korea Selatan yang membentuk perusahaan patungan PT Kalbe Genexine Biologics dan selanjutnya akan melakukan riset dan pengembangan obat biologis.

Selain itu, Menperin bahkan mendorong kepemilikan asing di industri hulu farmasi hingga 100%.

“Kami terus mendorong, kalau bisa asing dapat masuk sampai 100% untuk membangun industri hulu farmasi sehingga kita tidak lagi kekurangan bahan baku” dikutip dari beritasatu.com



Apakah ini solusi yang tepat dengan mengundang pihak asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia membangun industri bahan baku di Indonesia?